Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Rawat Hubungan Pernikahan Lewat Keuangan yang Sehat

Rawat Hubungan Pernikahan Lewat Keuangan yang Sehat
Rawat Hubungan Pernikahan Lewat Keuangan yang Seh
Rawat Hubungan Pernikahan Lewat Keuangan yang Seh

Jakarta, NU Online
Setiap pasangan pasti ingin menjalin hubungan yang positif, berkembang menjadi lebih baik, dan memiliki perasaan nyaman dan aman dalam berhubungan. Selain harus pandai merawat hubungan agar bahagia sudi bertahan lama, salah satu cara agar hubungan makin harmonis adalah mengatur keuangan secara sehat.


Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Ihsan Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ning Imaz Fatimatuz Zahra dalam sebuah tayangan dialog interaktif berjudul ‘Cara Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Muda’ di kanal Youtube NU Online, dikutip Kamis (16/6/22).


Dijelaskan, cara mengatur keuangan sehat yaitu dengan menanamkan pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan. Lakukan komunikasi secara terbuka perihal kebutuhan dan pengeluaran rumah tangga bersama pasangan.


“Komunikasi itu penting, apalagi menyangkut keuangan,” katanya.


Hal tersebut, baginya menjadi penting lantaran pasangan suami-istri merupakan individu yang dituntut untuk saling melengkapi. Di saat keuangan suami terpuruk, istri berperan mengefisiensi kebutuhan rumah tangga agar tidak kolaps.


“Perempuan itu memiliki manajemen keuangan yang baik, dia tahu mana kebutuhan pokok mana kebutuhan sekunder. Rata-rata perempuan juga bisa menerima setiap keadaan yang terjadi dalam rumah tangganya,” terang Ning Imaz.


“Yang penting dalam rumah tangga itu usahakan kebahagiaan pasangan,” sambungnya.


Ning Imaz berpendapat, urusan membahagiakan pasangan merupakan tugas wajib suami dan istri. Contohnya, ketika suami berada di fase terendah maka Istri berkewajiban membersamai, pun sebaliknya di saat istri mengalami kesulitan maka kewajiban suami adalah merangkulnya.


“Ini adalah konsep kesalingan yang harus diupayakan dalam rumah tangga,” tuturnya.


Kesalingan itu, lanjut dia, berlaku dalam situasi apapun. “Bahu-membahu mewujudkan rumah tangga agar signifikan, harmonis, dan menuju ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.


Pada intinya, tambah Ning Imaz, dalam berumah tangga suami-istri memiliki kewajiban yang sama, baik dalam mencari nafkah maupun melakukan tugas-tugas domestik.


“Jadi, tidak ada salahnya istri atau suami mencari nafkah, yang penting sama-sama saling mempertahankan rumah tangga dan membawanya menuju kebahagiaan,” imbuh dia.


Dalam kesempatan yang sama, Gus Rifqil Moeslim yang tak lain adalah suami Ning Imaz mengatakan, meskipun materi bukan prioritas dalam hidup, namun kecermatan dalam mengelola keuangan adalah salah satu modal menciptakan rumah tangga harmonis.


“Semua orang tentu butuh uang, tapi jangan sampai dijadikan prioritas. Misalnya, membeli barang sesuai fungsi bukan karena merek atau sedang tren,” jelas Pengasuh Pengasuh Pesantren Manbaul Hikmah Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah itu.


Ia juga mengingatkan bahwa rezeki orang yang sudah berumah tangga berbeda dengan yang masih lajang. “Adanya istri juga berpengaruh pada faktor rezeki seorang suami,” terang dia.


Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×