Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Saat Gus Ipul Persilakan Kursinya untuk Diduduki KHR Fachrillah Aschal

Saat Gus Ipul Persilakan Kursinya untuk Diduduki KHR Fachrillah Aschal
Saat Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil Bangkalan KHR Fachrillah Aschal tiba di tempat acara, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu langsung berdiri dan mempersilakan kiai tersebut menempatinya. (Foto: Daus)
Saat Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil Bangkalan KHR Fachrillah Aschal tiba di tempat acara, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu langsung berdiri dan mempersilakan kiai tersebut menempatinya. (Foto: Daus)

Bangkalan, NU Online

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Saifullah Yusuf sedianya menempati kursi di paling depan dan paling kanan pada Puncak Peringatan Harlah Ke-99 NU di Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil Demangan, Bangkalan, Madura, Jawa Timur pada Kamis (17/2/2022) malam. Ia bersisian dengan Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori.


Namun, saat Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil Bangkalan KHR Fachrillah Aschal tiba di tempat acara, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu langsung berdiri dan mempersilakan kiai tersebut menempatinya. Gus Ipul tampaknya merasa sungkan duduk di depan sosok kiai yang disegani di Madura itu.


Namun Lora Fakhri, sapaan akrabnya, memilih duduk di tempat yang disediakan khusus untuknya, persis di belakang kursi Gus Ipul. Ia mengulurkan tangan kanannya tanda mempersilakan Gus Ipul agar tetap duduk di tempatnya.


Belum lama Gus Ipul duduk, Rais Syuriyah PBNU KH Idris Hamid rawuh. Tak pelak, ia langsung menyambutnya dan kembali mempersilakan kursi yang sudah diberi tanda namanya itu kepada putra dari Waliyullah KH Abdul Hamid Baidlowi itu. Kiai Idris sempat menolak mengingat kursi itu bukan diperuntukkan baginya.


Namun, pada akhirnya, Kiai Idris mengalah dan duduk di kursi paling depan, bersisian dengan Kiai Said Asrori. Sementara Gus Ipul langsung mundur ke belakang, meraih kursi yang diserahkan seorang panitia dari sisi belakang. 


Mulanya, ia duduk di sisi Kiai Hamid. Kemudian kursi itu ia tarik mundur bersisian dengan Lora Fakhri. Gus Ipul pun berbincang dengan cicit dari Syaikhona Kholil itu. Namun, ia kembali bangkit berdiri menyambut kehadiran KH R Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Syafiiyah Asembagus, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Peristiwa serupa pun kembali terjadi. Kursi yang sempat ia duduki diserahkan untuk cucu dari KH R As'ad Syamsul Arifin itu.


Saat itu, panitia langsung berinisiatif menyediakan kursi tambahan dari sisi depan. Gus Ipul lekas meraihnya dan kembali duduk bersisian dengan Kiai Idris Hamid.


Setelah beberapa waktu, Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir datang. Tentu saja peristiwa yang sama dengan sebelumnya itu pun terulang lagi. Ulama pakar usul fiqih itu pun dipersilakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor 2000-2010 itu menempati kursinya.


Gus Ipul pun mencari tempat dhduk ya kosong. Hingga acara berakhir, pria kelahiran Pasuruan 57 tahun yang lalu itu duduk di barisan tengah, diapit Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar di sebelah kirinya dan Bupati Jombang Nyai Hj Mundjidah Wahab.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×