Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Safari Spiritual, Kiai Said Ajak Santri Lirboyo Revolusi Mental

Safari Spiritual, Kiai Said Ajak Santri Lirboyo Revolusi Mental
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat mengunjungi Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (18/11/2021) siang. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat mengunjungi Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (18/11/2021) siang. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengunjungi Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Kamis (18/11/2021) siang. Kiai Said yang juga mutakharijin Lirboyo ini sowan menemui Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus di kediamannya.


Kemudian dilanjutkan berziarah ke makam keluarga besar Pesantren Lirboyo. Di Kompleks Makam Pendiri dan Sesepuh Pondok Pesantren Lirboyo itu, terdapat makam KH Abdul Karim, KH Mahrus Ali, KH Marzuqi Dahlan, KH Jauhari, KH Ma'shum Jauhari, KH Ahmad Idris Marzuqi, dan lainnya.


Berdasarkan keterangan dari asisten pribadinya, pada safari spiritualnya itu, Kiai Said melakukan serangkaian kegiatan. Antara lain meresmikan Masjid Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri, sekaligus mengisi orasi ilmiah di hadapan mahasiswa kampus tersebut.


Dalam orasi ilmiahnya, Kiai Said mengajak santri Lirboyo agar memperkuat himmah dan 'azimah sebagai wujud Revolusi Mental. Diakuinya, NU bisa besar lantaran para pendirinya mempunyai himmah yang besar. Jika kedua hal itu dikelola dengan niat, cara, dan tujuan yang baik, maka itu sesungguhnya bagian dari revolusi mental.

 

 

“Jadi, sebagai penerus NU kita juga harus memiliki himmah yang besar dan tinggi,” kata Kiai Said menyemangati.


Untuk itu, Kiai Said meminta kepada para mahasantri di sana untuk memiliki ‘azimah. Dan menekankan bahwa santri harus kaya dan dermawan. Menurutnya, pesan ini memiliki makna bahwa dalam menjalani hidup di dunia, seseorang harus memperbanyak sedekah sekaligus menyadarkan diri bahwa Allah sudah mengatur rezeki seseorang. 


“Seperti Syekh Abu Hasan Assyadzili. Ana ghani fala tarkhamuni. Bukan ayyuhannas ana fakir farkhamuni,” seloroh Doktor alumnus Universitas Ummul Qura Makkah Arab Saudi ini.


“Nah, hal ini yang disebut Pak Jokowi sebagai revolusi mental,” tandas Pengasuh Pesantren Al Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan itu.


Sebelum menyambangi Pondok Pesantren Lirboyo, diketahui Kiai Said juga berkunjung ke Klaten pada Rabu (17/11/2021). Di kota seribu candi ini, ia menziarahi makam KH Muslim Rifai Imampuro atau Mbah Liem yang berada di Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, di Desa Troso, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah.


Disampaikannya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rasa hormat Kiai Said kepada almaghfurlah Mbah Liem yang merupakan bagian penting dari NU.


“Kedatangan saya ke sini dalam rangka ziarotil kubur ke almarhum wal maghfurlah Mbah Muslim Rifai. Sekaligus ingin menyambung kembali dumateng putro-putro (kepada putra-putra) Mbah Liem. Mudah-mudahan jadi sedulur,” harap Kiai Said.


Kontributor: Syifa Arrahmah 
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×