Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Sebelum Tutup Muktamar, Wapres Resmikan Masjid Berkubah Sembilan UIN Raden Intan

Sebelum Tutup Muktamar, Wapres Resmikan Masjid Berkubah Sembilan UIN Raden Intan
Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan Lampung. (Foto: NU Online/Faizin)
Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan Lampung. (Foto: NU Online/Faizin)

Bandarlampung, NU Online
Sebelum menutup Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin berkeempatan meresmikan masjid berkubah sembilan yang berada di Kampus Universitas Raden Intan Lampung, Jumat (24/12/2021) siang. Masjid ini bernama Safinatul Ulum yang berarti Perahu Ilmu dan berada tepat di samping sebuah telaga kampus hijau yang terletak di kawasan Sukarame bandarlampung.


Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di dalam masjid berarsitektur Timur tengah oleh Wapres, didampingi Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Mantan Menteri Pendidikan Prof M Nuh, Rektor UIN lampung Prof Moh Mukri, sejumlah Rektor PTKIN, dan segenap pimpinan UIN Raden Intan Lampung.


Dalam kesempatan tersebut, Prof Mukri menjelaskan bahwa pembangunan masjid kebanggaan civitas akademika UIN Raden Intan Lampung ini membutuhkan waktu selama 8 tahun. Miliaran rupiah digunakan untuk membangun masjid dengan jumlah kubah sebanyak 9 buah ini. Masjid Safinatul Ulum memiliki tiga pintu utama (Bab) yakni Ulul Al-Bab, Ulun-Nuha, dan Ulul Abshar.


“Ketiga pintu itu memiliki makna dimensi kecerdasan intelektual, kecerdasan hati, dan kecerdasan spiritual,” katanya tentang masjid yang sebelumnya telah digelar Yasinan dan Tahlilan oleh Mahasantri Ma’had Al-Jamiah UIN Raden Intan untuk keberkahan peresmian oleh Wapres ini.


Sementara KH Ma’ruf Amin berharap keberadaan masjid yang didominasi warna putih ini mampu menjadikan mahasiswa UIN Raden Intan tidak hanya memahami hukum alam (nidzam takwini), tetapi juga menguasai hukum syariat (nidzam tasyri'i). “Tujuan utamanya, tentu, untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.


Wapres menambahkan bahwa keberadaan masjid di kampus sangat penting agar terjadi perpaduan antara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (iptek) dengan Iman dan Takwa (imtak).


Bangunan Masjid Safinatul Ulum yang mampu menampung 6.000 jamaah ini memang sangat mencuri perhatian saat siapapun memasuki kampus ini. Kondisi ini juga yang menjadikan para peserta muktamar menjadikan masjid dan telaga di sampingnya sebagai tempat rehat di tengah padat dan seriusnya agenda rapat dan sidang Muktamar yang dilakukan di aula UIN Raden Intan yang juga berada dekat dengan masjid ini.


"Tempatnya sejuk dan hijau. Enak untuk bersantai sembari menikmati arsitektur dua bangunan yang sangat indah ini (masjid dan kantor rektorat UIN Raden Intan)," kata H Hambali salah satu muktamirin kepada NU Online.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×