Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Pendekatan Kultural Cegah secara Dini Konflik Keagamaan di Bekasi

Pendekatan Kultural Cegah secara Dini Konflik Keagamaan di Bekasi
Ilustrasi: penyuluh agama menyelesaikan konflik di masyarakat. (Foto: jatim.kemenag.go.id)
Ilustrasi: penyuluh agama menyelesaikan konflik di masyarakat. (Foto: jatim.kemenag.go.id)

Salah satu penelitian yang dilakukan Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) tahun 2021 ini berjudul Peran Penyuluh Agama dalam Upaya Pencegahan Dini Konflik Keagamaan di Kota Bekasi. Peneliti BLAJ, Marpuah, dalam penelitiannya memfokuskan bagaimana pencegahan dini konflik keagaamaan oleh para penyuluh sebagai garda depan moderasi beragama.

 

Menurut Marpuah, pendekatan kultural dan humanis dilakukan oleh para penyuluh di Kota Bekasi menjadi pendekatan unik di wilayah ini. Salah satunya, memainkan pantun untuk dapat perhatian masyarakat.

 

"Perlu peningkatan dukungan dari pemerintah baik secara moril maupun materiil bagi para penyuluh agama Non PNS untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja penyuluh di masing-masing wilayah binaannya. Juga peningkatan kualitas kerja sama antarunsur terkait dengan penyuluh agama dalam hal upaya pencegahan dini konflik keagamaan," ujar Marpuah saat paparan penelitiannya pada Mei 2021 lalu.

 

Penelitian lainnya oleh Fikriya Malihah mengangkat judul Mazhab Takfiriyah Menuju Wasathiyah: Peran dan Strategi Penyuluh Agama Islam dalam Dakwah Moderasi di Kota Serang Banten. Fikriya menjelaskan bahwa paham radikal yang tidak ditangani dengan strategi yang tepat akan memicu tindakan ekstrem seperti terorisme. Kendala penyuluh agama saat ini adalah faktor usia, faktor budaya, dan pemahaman terhadap sikap moderat yang berbeda-beda.

 

Rudy Harisyah Alam dalam pemaparan penelitian mengenai Moderasi Beragama serta Pandangan Sosial Keagamaan dari Eks Napiter di bawah Bimbingan Densus 88 menjelaskan bagaimana penanganan para mantan narapidana teroris yang sudah keluar dari tahanan. Penelitian Rudi menjelaskan faktor ekonomi bukan menjadi pemantik seseorang menjadi ekstremis. Namun, lebih pada faktor ideologis yang menjadi alasan seseorang menjadi ekstremis.

 

Kepala Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) Nurudin Sulaiman megatakan, isu Moderasi Beragama merupakan isu yang tetap aktual sampai saat ini. Penelitian ini menjadi penting, agar masyarakat bersama-sama dapat peka dan responsif terhadap lingkungan.

 

Nurudin menjelaskan para peneliti sudah menjabarkan dari berbagai faktor yang ada dalam ruang lingkup di hasil penelitian ini. Kegiatan penelitian isu-isu aktual ini juga bertujuan untuk semakin mempertajam kepakaran para peneliti BLAJ.

 

Penulis: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori



Terkait

Riset BLAJ Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya