Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

Terima Kunjungan Dubes Uni Eropa, GP Ansor Bangun Sinergi Penguatan Kesetaraan

Terima Kunjungan Dubes Uni Eropa, GP Ansor Bangun Sinergi Penguatan Kesetaraan
Kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket ke GP Ansor, Jakarta, Senin (8/3). (Foto: istimewa)
Kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket ke GP Ansor, Jakarta, Senin (8/3). (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket beserta rombongan di kantornya, Jalan Kramat Raya 65A, Jakarta, Senin (8/3).

 

Pada kesempatan tersebut, Vincent menyampaikan penguatan kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya, tidak ada satupun negara di dunia ini, hari ini, yang sudah mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) terkait itu. Memang sudah ada kemajuan dibanding sebelumnya. Namun, tidak ada negara yang berhasil memenuhi target.

 

Baru-baru ini, katanya, Uni Eropa mendapat laporan, bahwa perempuan di Eropa menerima bayaran lebih kecil sebanyak 14 persen dibanding rekan laki-lakinya untuk pekerjaan yang sama.

 

Selain itu, Vincent juga mengingatkan tentang pentingnya pendidikan sebagai elemen paling penting dalam mempromosikan kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan. Dia mencontohkan Afghanistan yang melarang perempuan sekolah. Jika diberdayakan, mereka memiliki kemampuan luar biasa. “Membangun pendidikan perempuan berarti memajukan kesetaraan jender,” katanya.

 

Hal lain yang ia singgung adalah soal proteksi terhadap perempuan mengingat semakin meningkatnya kasus kekerasan terhadap mereka. Hal tersebut harus dicegah dan dilawan, baik secara hukum maupun perlindungan terhadap fisik dan psikisnya.

 

Sementara itu, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Marina Berg menyampaikan bahwa tidak ada satu  pun perempuan di dunia ini yang tidak mengalami ketidaksetaraan. Sepanjang hidup perempuan di dunia, menurutnya, mereka pasti mengalami ketidaksetaraan itu.

 

Meskipun demikian, Marina menegaskan bahwa kesetaraan jender itu bukan soal perempuan atau laki-laki, melainkan Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab, setiap manusia berhak diperlakukan adil.

 

Pemberlakuan kesetaraan gender yang baik, menurutnya, dapat berdampak positif terhadap pengembangan masyarakat, ekonomi, dan kesejahteraan.

 

Populasi perempuan di Indonesia diperkirakan akan terus naik hingga usia produktif mereka bakal mencapai 130 juta orang. Menurutnya, jika tidak melibatkan mereka, kenaikan perekonomian Indonesia akan sangat sulit. “Kesetaraan jender penting untuk memperbaiki ekonomi negara,” katanya.

 

Pada kesempatan itu, rombongan Duta Besar Uni Eropa juga mendapatkan penjelasan mengenai posisi GP Ansor dalam tubuh NU sebagai sebuah badan otonom yang bergerak di bidang pemuda. Adapun pemudi digerakkan oleh Fatayat NU, sedangkan perempuan yang berusia lebih tua masuk dalam Muslimat. GP Ansor juga memiliki sebuah badan paramiliter yang tidak saja dibekali secara fisik, tetapi juga pengetahuan mengenai kesehatan, maritim, dan sebagainya.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor:Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×