Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Mengenang KH Abbas Muin, Sahabat Gus Dur Peduli Orang Lemah

Mengenang KH Abbas Muin, Sahabat Gus Dur Peduli Orang Lemah
KH Abbas Muin. (Foto: NU Online)
KH Abbas Muin. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar agenda tahlil dan doa bersama untuk kedua tokoh yakni Buya Syafii Maarif dan KH Abbas Muin di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, pada Kamis (2/6/2022) malam. 


Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Ulil Abshar Abdalla menyebut, Kiai Abbas Muin merupakan sosok sahabat dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang peduli terhadap nasih orang-orang lemah dan terpinggirkan. 


“Kiai Abbas Muin adalah seorang kiai santri yang punya komitmen sangat mendalam dan kuat untuk membela orang-orang lemah. Salah satu ciri khas dari sahabat Gus Dur adalah orang yang memiliki kepedulian kepada orang-orang lemah dan terpinggirkan. Beliau sahabat dekat Gus Dur yang pernah kuliah bareng di Baghdad,” ungkap Gus Ulil. 


Selain itu, ia menyebut bahwa Kiai Abbas Muin merupakan sosok yang memiliki jejak sejarah panjang bagi aktivis muda NU tahun 1990-an yang pernah terjun di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).


Kiai Abbas Muin menjadi pengurus Bina Desa yakni lembaga non-pemerintah yang bergerak di bidang pengembangan SDM pedesaan. Lembaga ini didirikan pada 1975 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.


“Tokoh-tokoh Lakpesdam adalah tokoh-tokoh LSM. Karena memang ketika Gus Dur menggagas Lakpesdam itu memang anak-anak muda NU yang progresif adalah mereka yang bekerja di LSM. Jadi, aktivis-aktivis yang bekerja di LSM itulah yang ada saat berdirinya Lakpesdam dan berada di sekeliling Gus Dur,” ungkap Gus Ulil.


Menurutnya, NU sempat lama vakum pada periode sebelum kepemimpinan Gus Dur. Lalu cucu dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu menghidupkan kembali NU dengan Lakpesdam sebagai ujung tombaknya. 


Gus Ulil menyebut beberapa nama yang menjadi tokoh dari Lakpesdam dan berada di sekeliling Gus Dur. Di antaranya Kiai Abbas Muin, Abdullah Syarwani, Nasihin Hasan, dan Masdar Farid Mas’udi. Mereka memiliki peran penting di dalam sejarah NU kembali ke khittah 1926. 


Peran spesial Kiai Abbas Muin 

Kiai Abbas Muin memiliki peran spesial dalam perjalanan Gus Ulil merintis pengajian virtual Ihya Ulumuddin. Ngaji Ihya secara virtual dilakukan Gus Ulil melalui siaran langsung di facebook bersama sang istri, Ienas Tsuroiya atau Mbak Admin, yang berada di balik layar.


Selang beberapa waktu, Gus Ulil menjelaskan, ada permintaan dari santri online untuk mengadakan Ngaji Ihya dengan konsep kopi darat (kopdar) atau pertemuan secara langsung menemui jamaah. Kopdar Ngaji Ihya pertama kali diadakan di rumah Kiai Abbas Muin di Purwokerto, Jawa Tengah, pada September 2017 silam. 


“Ini ngaji Ihya pertama, setelah sekian lama saya mengaji secara online. Beliau punya sejarah spesial dalam ngaji Ihya. Ketika itu Kopdar Ihya diadakan di Joglo yang sering dipakai untuk kegiatan rapat-rapat pemberdayaan masyarakat. Saya punya kenangan khusus terkait Ngaji Ihya,” ungkap Gus Ulil yang kini mendapat sapaan akrab sebagai Lurah Pondok.


Disebutkan, Kiai Abbas Muin pernah menjadi ketua Lakpesdam PBNU pada 1989-1994 era kepemimpinan Gus Dur setelah Muktamar NU di Krapyak, Yogyakarta. Selain itu, Kiai Abbas pernah menjabat sebagai salah satu ketua PBNU pada era KH Hasyim Muzadi. 


Lebih jauh, Kiai Abbas juga pernah menempati posisi wakil ketua Lakpesdam PBNU pada periode pertama ketika lembaga ini baru didirikan pada 1985, usai Muktamar NU di Situbondo, Jawa Timur. Ketika itu, Lakpesdam PBNU dipimpin oleh H Abdullah Syarwani. 


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Obituari Lainnya

Terpopuler Obituari

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×