Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Akademisi UNUSIA Sebut Tiga Kesamaan Buya Syafii dan Kiai Abbas Muin

Akademisi UNUSIA Sebut Tiga Kesamaan Buya Syafii dan Kiai Abbas Muin
Dekan Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Ahmad Suaedy (Foto: NU Online/Suwitno)
Dekan Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Ahmad Suaedy (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Dekan Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Ahmad Suaedy menyebutkan beberapa kesamaan antara tokoh Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif dengan tokoh NU KH Abbas Muin. Pertama, Buya Syafii Maarif dan Kiai Abbas Muin memiliki kesamaan dalam hal kesederhanaan. 


“Kiai Abbas Muin itu, pernah naik bis ke PBNU. Juga Buya Syafii Maarif pernah suatu ketika ada acara sangat besar di hotel dan ingin menampilkan beliau sebagai keynote speaker, tapi ketika beliau mau dijemput, ketika naik pesawat tidak mau pakai kelas bisnis. Saat dijemput tidak mau, beliau akhirnya pakai taksi sendiri,” ungkap Suaedy dalam acara tahlil dan doa bersama untuk Buya Syafii Maarif dan Kiai Abbas Muin, di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Kamis (2/6/2022) malam. 


Kedua, kesamaan antara Buya Syafii dan Kiai Abbas Muin adalah sama-sama memiliki pergaulan lintas batas. Menurut Suaedy, Kiai Abbas Muin memiliki pergaulan yang melintasi batas meski terlihat hanya berada pada lingkungan pesantren.


“Buya Syafii ketika meninggal bukan hanya Islam (NU dan Muhammadiyah) tetapi juga Konghucu dan Buddha hadir di makamnya. Begitu juga Kiai Abbas, tidak hanya Islam dari NU dan Muhammadiyah yang datang. Sama seperti Gus Dur,” katanya.


Suaedy memandang, kiprah Buya Syafii semasa hidup membuat batas-batas antara NU dan Muhammadiyah semakin dekat. Sebab Buya Syafii telah menjelma menjadi sosok yang tidak lagi sebagai seorang Muslim bagi satu kelompok.


“Tetapi beliau ini memberi teladan kepada kita semua untuk memberikan penghormatan untuk memandang sebagai sesama warga negara. Karena itulah beliau ini dihormati bukan hanya oleh orang Islam,” ungkap Sekretaris Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) PBNU itu.


Ketiga, Kiai Abbas Muin dan Buya Syafii sama-sama memiliki kepedulian terhadap orang kecil. Hal ini dilihat dari aktivitas Kiai Abbas Muin dalam Bina Desa. Bahkan hingga akhir-akhir hayatnya, Kiai Abbas Muin masih melakukan aktivitas pemberdayaan kepada masyarakat.


“Kalau kita lihat berbagai pemikiran dan ceramah Buya Syafii juga sama. Jadi saya kira, beliau berdua memiliki teladan dan kepedulian kepada mereka yang lemah dan miskin, serta tidak peduli identitas dan kepemelukan agama. Ini tradisi yang perlu kita pupuk,” katanya. 


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Zunus Muhammad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×