IMG-LOGO
Daerah

Mindset Cafe, Wadah Berwirausaha Kader PMII Kota Serang

Kamis 2 Mei 2019 18:0 WIB
Bagikan:
Mindset Cafe, Wadah Berwirausaha Kader PMII Kota Serang
Pembukaan 'Mindset Cafe' PMII Serang, Banten (foto: patron.id)
Serang, NU Online
Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki ribuan kader, Pergerakan Mahasiswa Islam Idonesa (PMII) Kota Serang harus memiliki strategi kuat agar bisa mempertahankan peran dan fungsinya sebagai kelompok akademis. Kegiatan organisasi yang membutuhkan banyak biaya terkadang mengakibatkan organisasi tidak hidup dan cenderung loyo.

Tetapi tidak bagi PMII Kota Serang, kader kader muda Nahdlatul Ulama di Kota Serang Provinsi Banten ini berinisiatif membentuk 'Mindset Cafe' untuk pemasukan organisasi. Cafe yang menjual beragam jajanan dan menjadi pusat tongkrongan mahasiswa di Banten itu menyediakan fasilitas yang bernilai materi.

Ketua Cabang PMII Kota Serang, Abdul Muhir Hariri mengatakan, upaya itu dilakukan PMII Kota Serang sebagai bentuk perwujudan dari konsep ekonomi kreatif dan wirausaha yang terus digaungkan oleh PB PMII dan Nahdlatul Ulama sebagai induk organisasinya.

Atas usahanya itu, kini dia tidak merasa bingung ketika akan menyelenggarakan kegiatan yang membutukan banyak biaya. Selain itu, hadirnya wirausaha Cafe itu menjadi dorongan bagi ribuan kader PMII bahwa berwirausaha adalah salah satu cara mahasiswa dalam merubah nasib setahap demi setahap.

"Alhamdulillah sejak kami luncurkan pada Selasa (30/4) kemarin, sudah ramai dikunjungi oleh masyrakat terutama anak muda dan mahasiswa di Serang. Untuk membentuk Cafe ini kami dari pengurus cabang iuran dari mulai sewa tempat, membeli alat dan kebutuhan lain," kata Muhit kepada NU Online di Jakarta, Kamis (2/5) siang.

Ia mengatakan, semua karyawan yang bekerja di Cafe tersebut merupakan kader kader muda PMII. Hasil dari usahanya itu murni akan digunakan untuk kepentingan PMII.

"Jadi ke depan kami tidak usah lagi buat buat proposal, idealisme kami bisa terjaga," ucapnya sambil berkelakar tawa.

Pengurus Besar PMII yang juga pengusaha muda NU, Mukhtar Ansori Attijani, yang hadir pada kegiatan peluncuran Midset Cafe, menyatakan mendukung penuh kehadiran usaha kader PMII. Ia menyarankan agar ada kekhasan PMII dengan organisasi lain.

Untuk itu ia mendorong profesionalitas hadir di kalangan kader-kader PMII agar menjalankan peran dan fungsinya tidak terhalang oleh apapun.

"Kader kader PMII yang berani berwirausaha sudah berani keluar dari pemikiran-pemikiran yang monoton dengan menjadikan Ekonomi sebagai pondasi dalam berorganisasi, ini hal yang luar biasa karena jarang sekali ada kepengurusan yang seberani ini," kata pengusaha percetakan di Jakarta ini. (Abdul Rahman Ahdori/Muiz)
Bagikan:
Kamis 2 Mei 2019 22:30 WIB
Orang Beriman, Tak Berat Hadapi Masalah
Orang Beriman, Tak Berat Hadapi Masalah

Lumajang, NU Online
Hidup tak selalu ramah. Kadang kala hidup terasa pahit dan kejam. Kejam seolah meniadakan asa yang tersisa. Persoalan demi persoalan terus berkecamuk. Namun bagi orang yang beriman, masalah bukan hal yang berat. Sebab, mereka punya sandaran jiwa yang kuat, yaitu Allah.

Demikian diungkapkan oleh Ketua MUI Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Irfan Muharrom saat menyampaikan tausiyah dalam Gebyar Pentas Seni dalam Rangka Perpisahan Siswa Kelas 9 SMP Islam Maarif NU, Desa/Kecamatan Jatiroto, Lumajang, Rabu (1/5).

Menurutnya, iman adalah modal penting manusia dalam menjalani kehidupan. Bukan sekedar ‘syarat’ ibadah, tapi satu-satunya sandaran manusia yang begitu kokoh.

“Makanya orang beriman tak pernah berat menghadapi masalah. Karena ia yakin semua masalah adalah pemberian Allah. Sehingga semua masalah dikembalikan kepada Allah,” tukasnya.

Ustadz Irfan menambahkan, bekal terbaik bagi anak dan keluarga adalah iman. Iman-lah sumber pembentukan karakter manusia. Karena itu, para orang tua diharapkan terus mengawal proses pembentukan karakter dengan menanamkan iman sedalam-dalamnya di dada anak dan kelurganya.

“Kalau generasi muda kuat moralnya, para ibu kuat moralnya, dan masyarakat kuat moralnya, maka kita akan menjadi bangsa yang kuat,” pungkasnya. (Aryudi AR)

Kamis 2 Mei 2019 22:0 WIB
Pengurus Baru Lembaga NU Surakarta Siap Hadapi Tantangan Zaman
Pengurus Baru Lembaga NU Surakarta Siap Hadapi Tantangan Zaman
Pengurus Lembaga NU Surakarta usai dilantik
Solo, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta, Jawa ,Rabu (1/5) malam melantik pengurus 12 lembaga NU Surakarta untuk masa khidmat 2019-2024. Prosesi pelantikan diselenggarakan di Kantor PCNU Kota Surakarta di Jl Honggowongso Serengan, Solo. 

Adapun lembaga yang dilantik di antaranya Lembaga Dakwah NU (LDNU), Lembaga Perekonomian NU (LPNU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah NU (LAZISNU), Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU), Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, dan lain sebagainya.

Mereka yang telah dilantik menyatakan komitmennya untuk berkhidmah sepenuh hati dengan penuh rasa tanggung jawab di NU. Lebih dari itu, pihaknya siap menghadapi tantangan zaman demi Nahdlatul Ulama.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua PCNU Kota Surakarta, H Mashuri. Dalam sambutanya Mashuri mengatakan, para pengurus yang sudah dilantik harus teguh memegang amanah organisasi.

”Menjadi pengurus NU berarti siap memiliki komitmen dan menjunjung tinggi organisasi, mengorbankan waktu, tenaga sekaligus pikirannya untuk NU,” terang Mashuri dalam sambutanya.

Mashuri mengatakan, pengurus jangan mencari keuntungan pribadi di dalam organisasi, tetapi harus membesarkan organisasi dengan penuh rasa ikhlas dan tanggung jawab. ”Karena pengurus di lembaga NU tidak di gaji, maka mari kita bersama menghidupkan NU, jangan mencari hidup di NU," tutur Mashuri.

Lebih lanjut dipaparkan Mashuri, perkembangan zaman saat ini yang semakin maju, juga membuat tantangan yang dihadapi para pengurus semakin kompleks. "Hoaks, intoleransi, dan radikalisme merupakan tantangan besar bagi kita semua warga NU. Tugas kita untuk membentengi masyarakat dari hal-hal tersebut," tegasnya. (Ajie Najmuddin/Muiz)
Kamis 2 Mei 2019 21:30 WIB
Jangan Keliru Pilih Lembaga, Bahaya
Jangan Keliru Pilih Lembaga, Bahaya
Ustadz Ahmad Timaruddin (sebelah kanan)

Lumajang, NU Online
Mengarahkan pendidikan anak begitu penting sepenting pendidikan itu sendiri. Sebab jika keliru arah, bukan tidak mungkin kepandaian anak bukan menyejukkan hati orang tua, tapi bisa menjadi malapetaka.

Demikian disampaikan oleh Ketua MWCNU Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Ustadz Ahmad Timaruddin saat memberikan tausiyah dalam Gebyar Pentas Seni dalam Rangka Perpisahan Siswa Kelas 9 SMP Islam Maarif NU, Desa/Kecamatan Jatiroto, Lumajang, Rabu (1/5).

Menurut Ustadz Timar, saat ini banyak bermunculan lembaga pendidikan  berlebel Islam, bahkan dinamai dengan nama-nama ulama kesohor. Padahal tak sedikit juga yang pendidikannya bertentangan dengan paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

“Itu harus kita paham betul. Jangan sampai anak kita salah masuk (di lembaga itu),” tukasnya.

Apa yang disampaikan Ustad Timar, bukan isapan jempol semata. Ia lalu bercerita tentang ‘nasib’ seorang ayah yang ingin anaknya pintar dan alim, tapi akhirnya menjadi musuh orang tuanya. Sebab, lembaga yang dipilih ternyata  keliru. Sering terjadi, anaknya disekolahkan, bahkan dimondokkan di lembaga tertentu. Setelah lulus, ternyata si anak menolak bersalaman dengan orang tuanya sendiri. Alasannya haram bersalaman dengan orang yang bukan ‘seaqidah’ walaupun dia ayahnya sendiri.

“Kalaupun terpaksa  salaman dia pakai sarung tangan. Na’udzubillah, kalau punya anak seperti itu,” lanjutnya.

Oleh karena itu, alumnus Pondok Pesantren Genggong, Probolinggo itu meminta para orang tua untuk hati-hati dan jeli dalam memilih lembaga bagi anaknya. Itu tak lain demi memberikan pendidikan yang benar buat mereka. Ia lalu menyitir wejangan  KH Abdul Hamid, Pasuruan yang intinya mewanti-wanti para orang tua agar dapat menjaga aqidah anaknya. Jangan sampai anak-anak dididik di lembaga yang buka Aswaja.

“Kalau lembaga Maarif  sudah betul, atau pesantren-pesantren yang sudah terkenal NU-nya. Sekarang banyak sekali pesantren memiliki lembaga formal yang hebat dan berprestasi bahkan melebihi sekolah umum nom pesantren,” urainya. (Aryudi AR)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG