::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Wakil Ketua STISNU Tangerang: Berpendidikanlah Setinggi Mungkin

Jumat, 24 Mei 2019 07:46 Nasional

Bagikan

Wakil Ketua STISNU Tangerang: Berpendidikanlah Setinggi Mungkin
Diskusi Iklab di Mesir
Kairo, NU Online
Belajar merupakan hal yang wajib dilakoni oleh setiap manusia. Secara formal, kegiatan itu harus ditempuh secara berjenjang dari tingkat kanak-kanak hingga doktoral.

"Kita sebagai santri Buntet dan Nahdliyin harus senantiasa melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya," kata H Muhammad Qustulani, Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang, saat diskusi dan buka bersama Ikatan Keluarga Alumni Buntet Pesantren (Iklab) Mesir di Kediaman H Tubagus Mansur, Darrasah, Darb al-Ahmar, Kairo, Mesir, Kamis (23/5).

Hal tersebut disampaikan karena ia ingat betul nasihat yang pernah didengarnya dari KH Abdullah Abbas dan KH Fuad Hasyim untuk belajar bersungguh-sungguh sampai jenjang doktoral.

"Besok pada zamanmu, guru TK saja minimal S3," kata peserta Tadrib al-Dua't wal Aimmah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu.

Lebih lanjut, akademisi yang menamatkan studi doktoralnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menyampaikan bahwa proses dalam meraih mimpi besar harus dilewati.

Menjadi sarjana dari salah satu kampus ternama dan tertua di dunia ini, menurutnya, adalah bagian yang harus dilalui dengan tanpa menafikan berorganisasi di Iklab dan NU Mesir.

"Beroganisasi di Iklab, dan berkhidmat di Nahdlatul Ulama Mesir adalah titik tolak dan pegangan awal untuk bisa berkontribusi di Indonesia," imbuhnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Wakaf Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir H Tubagus Mansur dan belasan alumni Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat yang tengah studi di Kairo, Mesir.

Hadir pula Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Nur Hayid, Dosen Institut Ilmu al-Qur'an (IIQ) Jakarta Ziya'ul Haqq, dan peserta Tadribud Du'at wal Aimmah PBNU lainnya. (Syakir NF/Muhammad Faizin)