IMG-LOGO
Daerah

Kegiatan Sosial Ramadhan Tebuireng: Mulai Subsidi Listrik hingga Pelatihan Ngurus Jenazah

Rabu 29 Mei 2019 2:30 WIB
Bagikan:
Kegiatan Sosial Ramadhan Tebuireng: Mulai Subsidi Listrik hingga Pelatihan Ngurus Jenazah

Jombang, NU Online

Ada banyak cara untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan. Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah berbagi. Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) juga punya acara menarik yang dilakukan dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan tahun ini melalui sebuah program bernama Tebar Hikmat Ramadhan (THR).

Tahun ini lembaga ini menggelar sejumlah kegiatan menarik baik untuk tempat ibadah, atau pada individu secara langsung. Setidaknya, lembaga ini punya lima kegiatan utama yang menarik sepanjang Ramadhan tahun ini.

Pertama memberikan subsidi untuk menunjang kebutuhan operasional masjid atau mushalla di sekitar Jombang seperti membayar listrik dan memperbaiki bangunan yang rusak. Direktur LSPT Afif Abdur Rokhim mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah sarana keagaamaan di sekitar Jombang yang membutuhkan bantuan.

"Kita sangat peduli dengan rumah ibadah yang tidak memiliki income mamadai. Di pelosok desa masih banyak mushalla dan masjid yang gelap-gelapan karena tidak mampu bayar listrik, ada juga atapnya bocor. Tujuan program ini agar kita semua menikmati Ramadhan dengan khusyuk," kata Afif Abdur Rokhim.

Bahkan, rencananya kegiatan ini akan terus berlanjut hingga lepas Ramadhan, sehingga masjid yang ditetapkan akan terus memperoleh pembiayaan listrik dalam setiap bulannya.

Kedua, lembaga ini akan diberikan bantuan berupa pengeras suara, serta hal lain yang memungkinkan untuk memeriahkan masjid dan mushalla. "Karena kebutuhan di setiap rumah ibadah berbeda. Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahim demi memperkuat kebersamaan kami dengan warga Jombang," tegasnya.

Kegiatan ketiga yang didesain oleh lembaga ini adalah program silaturahim kepada para donatur. Tidak semata menyapa para penerima manfaat, lembaga ini juga mengadakan layanan kesehatan gratis yang melibatkan para donatur secara langsung. Caranya dengan menjadikan kediaman donatur sebagai posko kesehatan untuk menyapa warga sekitar. 

Hal ini untuk semakin merekatkan kebersamaan dengan para donatur. Diharapkan kegiatan akan berlangsung setiap bulan setelah Ramadhan ini, bahkan setengah bulan sekali dengan berkeliling ke rumah para donatur. "Di tengah kegiatan, ada layanan kesehatan gratis bagi siapa saja yang berkenan datang," ujar Afif.

Kegiatan keempat yang juga selalu dilakukan adalah Khatmil Qur'an setiap akhir bulan. Kegiatan ini juga diselenggarakan dengan menghadirkan hafidz untuk membacakan Al-Qur'an hingga khatam. Pihak donatur hanya  menentukan mana tempat yang ajak dijadikan lokasi khataman. "Sedangkan seluruh kebutuhan, LSPT yang tanggung," urainya.

Kegiatan kelima yang akan dilakukan adalah pelatihan merawat jenazah yang diberikan pada marbot masjid. Karena selama ini keterampilan merawat jenazah sangat dibutuhkan masyarakat. Namun kebutuhan itu tidak didukung oleh banyaknya marbot masjid yang memiliki pemahaman yang benar terkait perawatan jenazah. Karena ilmu ini seakan terbatas untuk masyarakat yang disebut modin saja.

Dalam praktiknya nanti akan dihadirkan narasumber yang memang memiliki keahlian akan hal ini dan mendatangkan pengurus masjid serta mushalla bahkan modin untuk dilakukan pelatihan. Tidak semata pengetahuan teknis berdasarkan fiqih yang disampaikan, juga dalam pandangan medis. 

"Karena merawat jenazah itu tidak semata panggilan agama, namun juga harus diimbangi dengan pengetahuan medis. Jangan sampai semangat dalam merawat jenazah, namun ada masalah medis yang mengakibatkan petugas justru terkena imbasnya," ungkap Afif. 

Di samping lima kegiatan itu, Afif menyebutkan masih banyak lagi kegiatan selama Ramadhan. Termasuk safari mushalla dan panti asuhan, pengajian umum, hingga pasar murah. Sejumlah pelayanan dan fasilitas tersebut kian lengkap bila diiringi dengan aneka kegiatan yang menyentuh banyak kalangan.

"Sambut Ramadhan dengan Program THR tujuannya agar di bulan penuh rahmat, ampunan ini kita semua mendapat jaminan terbebas dari api neraka," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Ahmad Rozali)

Bagikan:
Rabu 29 Mei 2019 23:55 WIB
Pengelolaan Zakat Harus Sistematis, Terstruktur, dan Masif
Pengelolaan Zakat Harus Sistematis, Terstruktur, dan Masif
Ilustrasi (Ist.)
Pringsewu, NU Online
Bupati Pringsewu, Lampung KH Sujadi berharap kepada seluruh elemen pemangku kebijakan terkait zakat dan sedekah untuk dapat memaksimalkan potensi yang ada. Penanganan zakat harus dilakukan secara STM (Sistematis, Terstruktur, dan Masif).

Hal ini disampaikan Bupati yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung saat menyerahkan secara simbolis pentasyarufan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada acara penutupan Safari Ramadhan Pemda Pringsewu di kediamannya, Rabu (29/5).

Sistematis dalam hal ini adalah adanya usaha untuk membuat sistem yang tertata rapi, teratur sehingga dapat berjalan secara utuh, menyeluruh, terpadu. Terstruktur lanjutnya adalah memiliki tahapan dan mekanisme yang jelas sehingga mampu mencapai hasil maksimal.

"Pengelolaan zakat secara masif yakni dilakukan dengan menyeluruh dan mampu menyentuh semua sendi-sendi perzakatan dengan menggandeng semua elemen terkait," katanya.

Penanganan zakat yang dilakukan dengan tiga prinsip ini akan menjadikan pengelolaan zakat maksimal sehingga mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Pringsewu H Taufik Qurrahim mengungkapkan berbagai upaya sudah dilakukan oleh Baznas untuk mengelola dan memaksimalkan zakat yang ada di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

Langkah yang ditempuh di antaranya menjalin komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah. Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga zakat yang berada di bawah ormas keagamaan seperti Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Ia melihat potensi zakat di Pringsewu sangat tinggi dan harus dikelola dengan baik. Ia juga mengungkapkan apresiasinya kepada Nahdlatul Ulama yang telah membantu memaksimalkan zakat, infak dan sedekah yang di kelola LAZISNU. Eksistensi dan keberadaan LAZISNU sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Baznas selalu mendukung eksistensi lembaga zakat dalam mengelola zakat. Peningkatan profesionalisme pengelolaan dan transparansi sangat penting sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab atas diberikannya amanah oleh para muzakki," terangnya.

Terkait dengan maksimalisasi zakat, Baznas Pringsewu telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh elemen. Di antaranya Baznas telah memaksimalkan zakat produktif dan menyebarkan penjelasan seputar zakat, jenis dan nisabnya melalui berbagai media seperti brosur dan sejenisnya.

"Kita berharap, zakat bisa kita gali untuk kemaslahatan umat," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Rabu 29 Mei 2019 21:30 WIB
Generasi Muda Harus Kuat dalam Berjuang dan Berorganisasi
Generasi Muda Harus Kuat dalam Berjuang dan Berorganisasi
Mojokerto, NU Online
Hal yang membedakan kalangan muda dengan generasi sebelumnya adalah semangat dalam berkhidmat. Kelebihan kesempatran dan usia hendaknya dimanfaatkan secara baik agar bisa berkiprah dalam hidup.

Hal tersebut disampaikan KH Faqih Usman selaku pengasuh Pondok Pesantren al-Qur’an Nurul Huda, Surodinawan, Kota Mojokerto, Selasa (28/5).

Pesan disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Mojokerto, Jawa Timur. 

Dalam pandangannya, Konfercab ini istimewa karena dilaksanakan pada bulan Ramadlan. “Dengan berkhidmat di Ansor yang bertepatan dengan bulan Ramdlan, bisa menjadi salah satu wasilah menggapai lailatul qadar,” katanya di hadapan tamu undangan.

Terkait Ansor, dirinya berpesan agar memiliki kepekaan dan sadar atas tantangan yang demikian berat di masa mendatang, Yang juga tidak dapat dihindari adalah komitmen untuk terus berjuang.

“Pesan berikutnya saya berharap agar generasi pemuda, termasuk di dalamnya adalah Ansor  harus berani dan kuat dalam berjuang dan berorganisasi,” ungkapnya.

Sedangkan pesan ketiga, KH Faqih Usman mengingatkan bahwa generasi muda harus sadar dengan kondisi saat ini. “Yakni tantangan dan kebutuhan zaman,” pesannya.  Dengan kesadaran tersebut, membuat anak muda akan mempersiapkan bekal terbaik untuk dapat berkiprah secara optimal di masa mendatang, lanjutnya.

Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Mojokerto menggelar Konfercab pemilihan ketua secara definitif setelah sekian lama vakum. 

Konfercab dipimpin Selamet Budiono selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur dan Mochammad Asrori sebagai sekretaris sidang.

Forum akhirnya memilih Ahmad Saifulloh sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto masa khidmat 2019-2023.
Pria yang kerap disapa Gus Ipung ini menyampaikan bahwa kegiatan menjadi langkah awal untuk kembali menguatkan dan mengantar kader Ansor yang lebih berkualitasi dan mumpuni. 

“Dan yang lebih penting adalah Konfercab ini bagian dari upaya regenerasi dan kaderisasi. karena esensi berorganisasi adalah pengkaderan,” tandasnya. 

Kegiatan ini dihadiri peserta dari unsur Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang se-Kota Mojokerto. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi)

Rabu 29 Mei 2019 19:0 WIB
Kenapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia di Bulan Ramadhan?
Kenapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia di Bulan Ramadhan?
Safari I'tikaf Ramadhan PCNU Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu, Lampung H Taufik Qurrahim mengungkapkan bahwa di saat ini para ahli kubur ingin diberi kesempatan lagi agar bisa kembali ke dunia. Mereka ingin merasakan nikmatnya beribadah di bulan Ramadhan terkhusus di sepertiga akhir hari-hari Ramadhan.

"Demi Allah para ahli kubur saat ini ingin kembali ke dunia ini hanya ingin bersujud kepada Allah. Ingin beribadah di bulan Ramadhan. Selagi kita masih diberi kesehatan dan panjang umur mari maksimalkan kesempatan ini," katanya, Selasa (28/5).

Hal ini diungkapkannya saat hadir pada acara Safari I'tikaf PCNU Pringsewu di Masjid Jam'iyyatul Hasanah Gumukrejo, Pagelaran di depan jama'ah i'tikaf yang terdiri dari pengurus MWC NU Pagelaran, ranting NU, dan warga NU Pagelaran.

Ia menambahkan bahwa bulan Ramadhan merupakan saat yang mulia dan memiliki keutamaan di antaranya ibadah puasa dan turunnya malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadar.

"Tidak ada sedetikpun waktu yang tidak berharga dari bulan Ramadhan. Semua penuh dengan keutamaan dan akan dilipatgandakan amalan orang yang puasa di bulan ini," ujarnya.

Terkait dengan Safari I'tikaf tersebut, ia berharap dapat ditradisikan secara berjama'ah di masjid se-Kabupaten Pringsewu. Pengurus NU diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melaksanakannya bersama-sama sebagai cara memotivasi dalam semangat beribadah khususnya di bulan Ramadhan.

"Safari I'tikaf berjama'ah ini juga bisa digunakan untuk ajang silaturahmi dan komunikasi pengurus dan warga NU," tambah Mas Taufik, sapaan karibnya.

Sementara Mustasyar PCNU Pringsewu KH Anwar Zuhdi yang mengimami kegiatan i'tikaf mengajak seluruh warga NU untuk terus melanjutkan amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah. Amaliah tersebut di antaranya amaliah yang diijazahkan oleh para ulama terdahulu.

"Amaliah yang sudah diijazahkan para ulama NU ayo diamalkan. Jangan sampai hanya diserang dengan dua kata bid'ah dan syirik malah jadi ragu-ragu. Keilmuan para ulama NU sudah jelas-jelas nyambung sanadnya sampai kepada Rasulullah," tegasnya.

Berbagai ibadah dilaksanakan pada i'tikaf tersebut di antaranya shalat taubat, shalat tahajud, shalat hajat, sujud syukur, dan istighotsah. Kegiatan i'tikaf tersebut ditutup dengan sahur dan shalat shubuh berjama'ah. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG