Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen

Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen
Shalat ghaib di Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang
Shalat ghaib di Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang
Rembang, NU Online
Sejak sore, ribuan umat Islam dari berbagai daerah terus memadati area Pondok Pesantren Al-Anwar di Sarang, Rembang Jawa Tengah.
 
Selain ikut berduka cita atas wafatnya ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maemoen Zubair, mereka juga akan ikut tahlil usai digelar shalat ghaib Habis Maghrib, Selasa (6/8) malam.
 
Mereka datang untuk mengikuti shalat shoib dan tahlil berjamaah yang digelar keluarga besar Mbah Moen untuk mendoakan almagfurlah.
 
 Bahkan terlihat masyarakat dari luar Rembang, hingga Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo juga hadir secara pribadi karena merasa kehilangan sosok ulama sekaligus tokoh bangsa sekaliber KH Maimoen Zubair.
 
Shalat ghaib diawali dengan shalat magrib berjamaah dan dilanjutkan Yasinan dan tahlil bersama ribuan santri dan warga yang hadir.
 
Masyarakat yang ingin mengikuti shalat ghaib untuk Mbah Moen sampai meluber ke jalan masuk menuju Pondok Pesantren Al-Anwar, atau kediaman keluarga Mbah Moen.
 
Salah satu santri dari luar daerah Rembang Ghofur mengaku, ia sengaja datang dari Jenu Tuban Jawa timur untuk ikut berbela sungkawa atas mangkatnya tokoh bangsa itu. 
 
Ia mengaku sejak lama mengenal Mbah Moen sering ngaji pasan kepada almarhum. 
"Saya berangkat siang tadi menunggu kepastian apakah Mbah Moen di kebumikan di Rembang atau di Makkah, ternyata di Makkah. Saya nunggu shalat ghaib berjamaah dan tahlil," katanya sambil sesekali mengusap air mata.
 
Sejak pagi tersiar kabar wafatnya Mbah Moen, Pesantren Al-Anwar Sarang tak henti-henrinya didatangi masyarakat, santri, dan alumni, serta ribuan masyaraat dari berbagai daerah yang cinta kepada almarhum. 
 
Kiai Maimoen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai Maimoen wafat di Makkah pada Selasa (6/8) saat melaksanakan ibadah haji. Jenazah dimakamkan di Makam Ma'la dekat dengan Sayyidah Khodijah Al-Kubro RA, Sayyid Alawi Al-Maliki, dan juga Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. (Ahmad Asmui/Muiz)
BNI Mobile