PR Ketua Umum KOPRI Masa Khidmah 2020-2022: Kaderisasi dan Keterampilan Anggota 

PR Ketua Umum KOPRI Masa Khidmah 2020-2022: Kaderisasi dan Keterampilan Anggota 
Ketua KOPRI PB PMII Septi Rahmawati (kedua dari kanan) di Redaksi NU Online, Selasa (25/2) malam (Foto: NU Online/Ahdori)
Ketua KOPRI PB PMII Septi Rahmawati (kedua dari kanan) di Redaksi NU Online, Selasa (25/2) malam (Foto: NU Online/Ahdori)
Jakarta, NU Online
Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin-Jumat (13-17/4) mendatang. Di antara agenda pentingnya adalah memilih kembali Ketua Umum Pengurus Besar PMII dan Ketua Umum Korps PMII Puteri (KOPRI) PB PMII masa khidmah 2020-2022. 

Ketua Umum Korps PMII Puteri (KOPRI) PB PMII masa khidmat 2017-2019 mengatakan, masih banyak tantangan yang harus menjadi catatan penting para kandidat Ketua Umum PMII dan Ketua Umum Kopri PMII, agar organisasi itu mengalami kemajuan signifikan terutama prihal nilai-nilai tri dharma perguruan tinggi dan ideologi Ahlusunah wal Jamaah an-nahdliyah di lingkungan kampus. 

Terkhusus untuk kandidat Ketua Umum KOPRI PB PMII ke depan, Septi Rahmawati mengatakan, ada dua hal yang terus dipertahankan yakni sistem kaderisasi dan keterampilan anggota KOPRI PMII.  

Ketua Umum KOPRI PB PMII mendatang, kata dia, harus terus melanjutkan agenda kaderisasi yang sudah dibangun dari masa ke masa. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih substasif maka sistem kaderisasi oleh KOPRI PMII mendatang perlu dikembangkan lebih mendalam. Artinya, sistem kaderisasi tersebut dapat menyentuh perkembangan zaman dan kebutuhan para anggota KOPRI di semua tingkatan. 

“Yang harus teru dilanjutkan adalah kaderisasi karena kita adalah organisasi kader ini sudah kita tata dari generasi ke generasi. Harapannya ke depan dijalankan dan dilakukan dengan sistem yang lebih baik dan lebih masif,” kata Septi Rahmawati di kantor Redaksi NU Online, Selasa (25/2) malam. 

Paling penting dalam sistem kaderisasi tersebut, ucap dia, pola kaderisasi harus memuat banyak opsi agar ketika diterapkan bisa sesuai dengan tujuannya yakni mewujudkan kader KOPRI yang berkualitas dan berintelektual tinggi

“Jadi apa yang sudah dibangun dari kepengurusan sebelumnya ini juga menjadi bagian untuk memperbaiki KOPRI ke depan, bukan pengurus baru program baru tapi memperbaiki apa yang sudah dibangun,” tuturnya. 

Selanjutnya, aktivis perempuan asal Lampung Tengah Provinsi Lampung ini berharap, Ketua KOPRI PB PMII ke depan bisa mewujudkan harapan PMII secara global yakni memiliki keterampilan dalam bidang tertentu, di antaranya, keterampilan menguasai saintek, bahasa asing, penguatan pemahaman agama, kemampuan berwirausaha dan seni-budaya. 

“Tidak hanya kaderisasi kader KOPRI harus menguasai pemahaman agama, tekhnologi, jurnalistik, seni budaya, wirausaha dan penguatan bahasa,” ungkapnya. 

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Abdullah Alawi
 
BNI Mobile