Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Ketua Pergunu Sampaikan Beberapa Prioritas ketika PTM Dilaksanakan

Ketua Pergunu Sampaikan Beberapa Prioritas ketika PTM Dilaksanakan
Banyak siswa dan guru yang merindukan dilakukannya kembali pembelajaran tatap muka. Untuk itu semua pihak terkait harus memastikan dan mengutamakan keselamatan peserta didik, para guru, dan tenaga kependidikan. (Foto: Kemenag Bengkulu)
Banyak siswa dan guru yang merindukan dilakukannya kembali pembelajaran tatap muka. Untuk itu semua pihak terkait harus memastikan dan mengutamakan keselamatan peserta didik, para guru, dan tenaga kependidikan. (Foto: Kemenag Bengkulu)

Jakarta, NU Online
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Aris Adi Leksono menyampaikan apresiasi karena Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dilaksanakan di 610 satuan pendidikan di DKI Jakarta, sejak Senin (30/8/2021) kemarin.

 

Ia menyampaikan beberapa prioritas yang mesti diperhatikan ketika PTM dilaksanakan. Pertama, semua pihak terkait harus memastikan dan mengutamakan keselamatan peserta didik, para guru, dan tenaga kependidikan. Caranya, dengan menyiapkan sarana dan prasarana untuk mencegah penularan Covid-19 di satuan pendidikan. 

 

"Nah pemerintah daerah atau pusat setidaknya bisa membantu penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung pencegahan penularan Covid-19 di satuan pendidikan," ujar Aris kepada NU Online, Selasa (31/8/2021).

 

Jika memungkinkan, dukungan dari pemerintah itu misalnya dengan menyalurkan anggaran dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) atau  Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebab menurut Aris, satuan pendidikan terutama bagi swasta sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk menyiapkan PTM di masa pandemi Covid-19.

 

"Kedua, selain sarana dan prasarana, juga harus menciptakan suasana atau lingkungan belajar yang satu sama lain bisa mewujudkan bagaimana pembiasaan hidup bersih dan hidup sehat," tutur Aris.

 

Hal ketiga yang perlu menjadi prioritas adalah soal upaya untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Mengenai ini, diperlukan kerja sama semua pihak, khususnya dari internal satuan pendidikan dengan membentuk satuan tugas Covid-19.

 

"Satuan tugas Covid-19 di sekolah ini untuk melakukan pengawasan agar implementasi prokes itu betul-betul berjalan. Memastikan ketika selesai pembelajaran tatap muka itu, kelas disemprot disinfektan. Kemudian memastikan semua sarana seperti alat cuci tangan memang ada," jelasnya.

 

Selain itu, Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan dan kelurahan juga mesti dilibatkan. Sebab PTM ini sangat penting dilakukan dengan saling menjaga satu sama lain. Dengan demikian, setiap harinya, harus selalu ada kontrol dalam pelaksanaan PTM. 

 

Pentingnya pembelajaran tatap muka

Aris menuturkan bahwa PTM sangat penting, karena tradisi belajar yang efektif di Indonesia masih bergantung pada pendekatan tatap muka. Artinya, pertemuan antara guru dan murid masih sangat dominan agar pembelajaran bisa efektif. 

 

"Karena di situlah proses pembentukan karakter anak, bisa dipastikan terimplementasi dengan baik. Proses keteladanan guru kepada siswa juga bisa berjalan dengan baik. Jadi, PTM ini sangat penting buat peserta didik kita. Orang tua secara umum pun sangat berharap PTM bisa dilaksanakan," katanya.

 

Meskipun demikian, Pergunu berharap PTM yang kemudian didukung dengan kepastian melakukan langkah mitigasi agar tidak sampai terjadi penularan Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru di satuan pendidikan.

 

"Proses PTM dengan proses asesmen oleh dinas pendidikan ini, menurut saya, merupakan satu langkah mitigasi yang cukup bagus," ungkap Aris.

 

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Makky Zamzami menuturkan, jika PTM sudah dilaksanakan maka orang tua dan murid harus sudah divaksinasi untuk memastikan semuanya aman. 

 

"Prinsipnya, kita harus memastikan semua aman baik dari orang tua atau keluarga murid, murid itu sendiri, guru, maupun lingkungan sekolah. Pastikan mereka (murid) dan keluarganya harus sudah divaksinasi," tutur Makky.

 

Data vaksinasi per 31 Agustus 2021

Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan per 31 Agustus 2021 hari ini, vaksinasi dosis pertama telah disuntikkan kepada 63.111.288 orang. Sedangkan vaksin dosis kedua mencapai 35.855.211 orang. 

 

Dari jumlah itu, vaksinasi dosis pertama berarti baru mencapai 30,30 persen, sementara dosis kedua baru mencapai 16,96 persen. Persentase itu dihitung dari total target vaksinasi Covid-19 kepada 208.265.720 orang. 

 

Target vaksinasi itu di antaranya menyasar tenaga kesehatan, orang lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, masyarakat umum, dan remaja usia 12-17 tahun.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya