Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Menakertrans Genjot 10.000 Wirausahawan dari Pesantren

Menakertrans Genjot 10.000 Wirausahawan dari Pesantren
Semarang, NU Online
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, berani menegaskan bahwa pihaknya akan mengurangi jumlah pengangguran dengan menciptakan banyak lapangan kerja berikut serta mencetak wirausahawan.

kemarin Saat kunjungannya ke Jateng dalam acara Silaturahim Alim Ulama Jawa Tengah bersama Ketua PBNU KH Said Agil Siroj dan Menakertrans Muhaimin Iskandar di Kantor PWNU Jateng Jl DR Cipto 180 Semarang, Jumat (25/3) siang, Muhaimin berani menargetkan angka 10 ribu wirausahawan akan dihasilkan dari pesantren untuk skala nasional. />
“Untuk Jateng sendiri, nanti akan kita lihat kemampuan dari pesantren-pesantren yang ada dalam mensuplai target kebutuhan wirausahawan baru,” tukas Menteri yang biasa dipanggil Cak Imin tersebut menuturkan.

Dirinya menambahkan, saat ini pihaknya akan menyelenggarakan kesepakatan (MoU) dengan pesantren-pesantren yang ada. Sekaligus juga, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari pesatren untuk siap kerja dan membuka lapangan kerja dilingkungan pesantren dengan kegiatan ekonomi yang produktif.

“Insya Allah kerjasama dengan pesantren ini akan menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang terampil ataupun wirausahawan-wirausahawati yang mandiri. Serta tentunya akan menciptakan produktifitas di desanya masing-masing,” imbuhnya.

Menurutnya dengan adanya program ini, Kemenakertrans bisa menargetkan penyerapan pengangguran yang ada di pedesaan. Selain itu, peran pesantren dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan jumlah pengangguran akan juga ditingkatkan perannya.

Disinggung tentang pendanaan program tersebut, Cak Imin hanya menjelaskan, bahwa untuk hal tersebut akan dilakukan kerjasama dengan balai latihan kerja (BLK) yang ada. Nantinya akan ada yang namanya kerjasama pelatihan yang didanai BLK, atau ada yang sifatnya subsidi program pelatihan yang dilaksanakan dan dibiayai oleh Kemenakertrans.

“Ada juga model yang dilakukan bersama-sama dengan Pemda, misalnya seperti Dinakertrans membuat program-program pemberdayaan seperti dibidang peternakan maupun perkebunan di seluruh jateng. Untuk modalnya sendiri akan bervariasi karena kita lebih banyak kepada pelatihan, sedangkan permodalannya nanti akan ditangani sendiri oleh Kementerian Koperasi,” tandas Cak Imin. (wan)
BNI Mobile