IMG-LOGO
Daerah

Disdikpora Buka Pesantren Kilat SNMPTN


Senin 14 Mei 2012 08:34 WIB
Bagikan:
Disdikpora Buka Pesantren Kilat SNMPTN

Jepara, NU Online
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, H Muhammad Zahid yang diwakili Agus Nur Slamet, membuka secara resmi Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012, bertempat di Pesantren Mathlaun Nasyiin, Desa Pecangaan Kulon Kecamatan Pecangaan, Sabtu (12/5) kemarin. <>

Dalam kesempatan itu, peserta yang akan mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) sejumlah 60 santri. Mereka berasal dari siswa-siswi SMA/ MA/ SMK se-Kabupaten Jepara yang lolos seleksi. Kegiatan Sanlat akan berlangsung sejak 12/5-10/6 mendatang.

Hadir pula dalam pembukaan Ketua Yayasan Walisongo, Kapolsek, Koramil dan tokoh masyarakat setempat.

Selaku ketua panitia, Adib Khoiruzzaman mengatakan kegiatan tersebut merupakan andil Pimpinan Pusat GP Ansor bekerjasama dengan Yayasan Mata Air memfasilitasi pendidikan yang layak untuk lulusan SMA sederajat. Untuk pelaksana kegiatan, lanjutnya, adalah pihak Yayasan Walisongo Pecangaan dan Pesantren Mathlaun Nasyiin. 

Sanlat, tambahnya merupakan kegiatan pembinaan menjelang SNMPTN. Jadwalnya, Senin-Jumat bimbingan belajar, Sabtu try out dan Ahad out bond.

“Selain itu diisi pula dengan psikologi dan Aswaja,” paparnya.

Materi Aswaja, lebih spesifiknya ke-NU-an penting disampaikan menurutnya untuk membentengi kader muda agar tidak terjemurus kepada Islam radikal.

“Materi ke-NU-an penting disampaikan agar kader-kader kita semakin paham akan Islam rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Kegiatan Sanlat, tuturnya serentak dilaksanakan di 50 kota di Indonesia. Untuk tahun kemarin hanya di 20 kota.

“Alhamdulillah tahun kemarin santri kami yang ikut Sanlat dan kuliah di PTN sejumlah 36 santri. Semoga tahun ini 60 santri bisa diterima PTN semuanya. Amiin,” harapnya.

H Ahmad Ja’far, Ketua PC GP Ansor Jepara dalam sambutannya mengungkapkan, dalam setiap kegiatan mesti ditempuh dengan proses. Sanlat, menurutnya, bagian daripada proses yang perlu dilalui.

“Yang perlu diingat dalam berproses mesti menemukan hambatan dan rintangan. Muaranya, jika telah melampauinya akan menerima keberkahan,” ungkapnya.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq
Kontributor : Syaiful Mustaqim

Bagikan:
IMG
IMG