IMG-LOGO
Humor

Cak Lontong: NU Lebih Hebat dari PBB

Senin 6 Februari 2017 21:7 WIB
Bagikan:
Cak Lontong: NU Lebih Hebat dari PBB
Gambar: DownloadGambarKata.Com
Jakarta, NU Online
Cak Lontong berpendapat bahwa NU tetap memliki semangat yang sama dari mulai didirikan. Menurut dia, memperingati berdirinya NU pun dengan cara berdiri.

“Ini menunjukkan kesederhanaan dari dulu. Perlu dilestarikan,” ujar alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tersebut pada peringatan Hari Lahir NU di halaman gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta, Selasa, (31/1).

Pembawa acara sekaligus pelawak tersebut juga mengakui bahwa ia mempunyai kedekatan emosional dengan NU dari kecil.

“Sejak kecil, saya hidup di lingkungan NU. Kekrabannya luar biasa,” ungkap lelaki yang menyandang gelar insinyur itu.

Selama hidup di kalangan NU, ia mengaku, ekonomi masyarakat dapat diperbaiki dengan cara tradisi tahlilan yang diadakan ketika ada acara atau ada orang yang meninggal dunia.

“Jika ada satu orang yang meninggal di desa saya, tujuh hari makan malam saya, aman. Coba kalau ada orang yang meninggal seratus,” ujar pemilik nama lengkap Lies Hartono.

Selain itu, dia juga menyinggung terkait dengan menghargai keberagaman. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Hal itu tergambar dari kekayaan etnis dan bahasa yang dimiliki.

“NU itu lebih hebat dari PBB,” tambahnya.

Menurutnya, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) hanya mengurusi perdamaian dunia, sedangkan NU mengurusi perdamaian dunia dan akhirat. (M. Ilhamul Qolbi/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Ahad 5 Februari 2017 19:30 WIB
Larangan Mendoakan Orang Mati
Larangan Mendoakan Orang Mati
Ilustrasi (© mprnews.org)

Kiai Durrahman yang baru saja pulang dari kuburan kedatangan seorang pemuda lulusan sebuah kampus di Madinah yang hendak mengajak berdebat.

Dengan gaya mengetes, si pemuda bertanya, “Pak Kiai, apa hukum mendoakan orang mati?”

“Haram!”

Si pemuda kaget. Jawaban Kiai Durrahman di luar dugaan. “Alasannya, Kiai?”

“Islam mengajarkan, mendoakan orang harus yang baik-baik. Harusnya kita mendoakan orang banyak rezeki, sehat, atau panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu doa buruk.”

Si pemuda pun lekas pamit pulang. (Khoiron)


Kamis 2 Februari 2017 18:29 WIB
Banyolan Cak Lontong di Harlah NU, Bikin Ngakak
Banyolan Cak Lontong di Harlah NU, Bikin Ngakak
Cak Lontong saat beraksi di Harlah NU.
Salah satu seniman yang ikut memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 NU adalah Cak Lontong, Selasa (31/1) di Gedung PBNU Jakarta. Dia berhasil mengocok perut hadirin yang memadati tempat acara dengan sejumlah banyolan mutakhirnya.

“Setidaknya, saya dapat memetik dua poin utama dalam ceramah Kiai Ma’ruf. Pertama, Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,” celetuk Cak Lontong dibarengi ger-geran hadirin. 

“Kedua, Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh...” celetuknya. Hadirin tambah ngakak. 

Cak Lontong juga mengapresiasi NU masih tetap mempunyai semangat yang sama dalam memperingati berdirinya organisasi.

“Kenapa saya menilai masih mempunyai semangat yang sama? Terbukti malam ini Harlah NU diperingati dengan cara berdiri,” ujarnya. Hadirin ngakak. Malam itu memang warga NU yang hadir mayoritas berdiri mengelilingi panggung hingga meluber ke dalam dan ke luar Gedung PBNU.

Dia juga mengaku mempunyai ikatan emosional dengan NU. Bahkan Cak Lontong mengatakan dirinya NU sejak kecil.

“Saya NU sejak kecil. Jadi kalau anak lain Nakal, saya NUakal,” tukasnya disambut tawa hadirin yang makin terkocok perutnya oleh pria kelahiran Surabaya ini. Dialek Jawa Timuran memang sering menambahi huruf vokal “U” di tengah kata untuk menunjukkan penegasan.

Komedian yang mengisi berbagai sejumlah program comedian show di beberapa televisi nasional ini juga bersyukur menjadi warga NU. 

“Kenapa saya merasa berterima kasih kepada PBNU? Karena Ormas yang ada Pengurus Besarnya hanya NU, yang lain biasanya hanya Pengurus Pusat. Ini Pengurus Besar, jadi saya yang besar ini merasa diurusi oleh NU,” Geerrrr, tawa hadirin memecah malam. Badan Cak Lontong memang tinggi dan besar.

Cak Lontong juga salut kepada NU yang merupakan Ormas Islam terbesar bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. 

“Kalau dibandingkan dengan UN, United Nations, PBB saja, lebih hebat NU menurut saya. Kenapa? Karena kalau UN, itu hanya mengurusi perdamaian dunia, tapi NU mengurusi umatnya agar selamat dunia dan akhirat,” tukas Cak Lontong. Tawa gerrr hadirin tambah memecah kesunyian malam.

(Fathoni Ahmad)

Rabu 1 Februari 2017 16:7 WIB
Danau Penuh Buaya
Danau Penuh Buaya
Foto: Ilustrasi
“Siapa yang berani menceburkan diri ke dalam danau, saya berikan uang sebesar Rp.20 juta,” kata salah seorang konglomerat membuka sayembara.

Danau yang luas di Riau itu terkenal dihuni banyak buaya. Karenanya tidak ada satupun seorang warga yang menyambut sayembara tersebut.

Biyuuur,” tiba-tiba seorang pria beranak dua tercebur di tepi danau. Segera setelah itu buaya-buaya danau di sekitarnya mulai mendekat. Pria tersebut panik dan pucat. Ia lantas berusaha kembali naik ke darat dengan tergopoh-gopoh.

Sesuai janji, konglomerat ini menyerahkan hadiah kepada pria tersebut. “Kok Anda berani sekali padahal buaya-buaya di sini sangat ganas?”

“Saya sendiri tidak berani. Saya tidak sengaja. Tetapi saat duduk-duduk saya didorong oleh orang di belakang saya hingga tercebur,” kata pria tersebut menunjuk orang yang di belakangnya.

Di belakang pria itu berdiri seorang perempuan yang tidak lain adalah istrinya.


Cerita ini dituturkan oleh KH D Zawawi Imron di NU Online, Jakarta, 31 Januari 2017. (Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG