IMG-LOGO
Daerah

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Selasa 20 Juni 2017 20:3 WIB
Bagikan:
Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako
Brebes, NU Online
Anggota Jamiyah Khoerunisa Masjid Jami Baitul Ikhwan Griya Limbangan Indah (Grilind), Kelurahan Limbangan Wetan Kabupaten Brebes membagikan 200 paket sembako. Paket sembako diberikan kepada para pembantu rumah tangga sebagai bukti kasih sayang kepada sesama. Pembagian paket di akhir Ramadhan guna meringankan beban hidup menjelang Hari Raya 1438 H.

“Semoga bermanfaat ya, Bibi,” ujar Ketua Jamiyah Khoerunisa Hj Gusti Purwaningrum Endaryadi kepada salah seorang penerima santunan di Masjid Baitul Ikhwan, Minggu (18/6).

Gusti menjelaskan, pemberian paket sembako sudah dilakukan beberapa tahun terakhir setelah digalakan gerakan infak subuh.

Para penerima sebelumnya telah mendapatkan kupon dari panitia untuk ditukarkan paket sembako gratis yang terdiri atas beras, minyak, teh, gula, dan mie instan.

Jamiyah yang beranggotakan 150 ibu-ibu itu, sebelumnya melakukan anjangsana ke panti asuhan Putra Muslimat Kauman, Panti Asuhan Darul Abror Pasarbatang dan Panti Asuhan Muhammadiyah Pasarbatang.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar bazar ramadhan, bersih-bersih masjid dan pengajian.

Pengajian disampaikan ustadz Dorojatun dari Tegal. Dalam tausiyahnya, Dorojatun mengajak kepada para Ibu untuk menempatkan harta kekayaan di tangan saja. Jangan sampai dimasukan ke dalam hati.

Kalau harta di tangan, maka harus dilepaskan berbagi dengan sesama terutama kepada kaum dhuafa. Jangan sampai harta dimasukan ke dalam hati karena bisa merusak hati dan ketika harus dilepaskan akan terasa sakit. “Kalau harta sudah bersemayam ke dalam hati maka, jadi orang kikir, tidak mau berderma,” ungkitnya.

“Jadikan akhirat tujuan kita, boleh saja rekening bank banyak, tetapi untuk pembiayaan jalan menuju akhirat, termasuk mobil dan rumah mewah untuk mendukung ibadah. Serta perhatikanlah anak yatim dan kaum dhuafa.

Ketua Takmir Masjid Baitul Ikhwan H Suhaemi mengaku bangga dengan kegiatan ibu-ibu anggota jamiyah termasuk dengan kreativitas kegiatannya. Termasuk kegiatan infak subuh merupakan ide dari para ibu-ibu jamiyah.

Suhaemi mengajak jamaah masjid untuk terus menjalin silaturahmi dan rajin berinfak. “Infakanlah sebagian dari rezekimu yang telah Allah berikan sebelum datang di mana tiada lagi pertolongan dari saudara atau pun kawan,” kata Suhaemi seraya menyitir ayat Al-Quran. (Wasdiun/Alhafiz K)
Bagikan:
Selasa 20 Juni 2017 22:19 WIB
Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi
Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi

Yogyakarta, NU Online

Kawasan Babarsari, Tambakbayan, Yogyakarta merupakan daerah yang rawan terjadinya konflik sosial antar kelompok. Hal ini karena daerah tersebut mengalami pergeseran akibat pesatnya perkembangan Aglomerasi perkotaan dengan berkembangnya sekitar 11 perguruan tinggi, perhotelan dan perumahan. Peristiwa kekerasan demi kekerasan terjadi di kawasan tersebut.

Menyikapi itu, Our Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Tambakbayan, Prodi Sosiologi Atma Jaya dan Alliansi Bela Garuda (ABG) menyelenggarakan diskusi dan buka puasa bersama (Bukber) dikemas dalam kegiatan Ramadhan Kebhinekaan, di Balai Pendopo Tambakbayan RW 04, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Yogyakarta, Rabu (21/6).

"Kita perlu menjaga toleransi antar berbagai perbedaan yang ada di Babarsari dan Tambakbayan. Perlu dikembangkan dengan membangun interaksi antara komunitas yang berbeda secara dialogis dalam suasana saling menjaga kedamaian. Dengan demikian, kerukunan dapat terwujud," kata Slamet Suparman  salah satu tokoh masyarakat Tambakbayan.

Slamet menambahkan, pada dasarnya masyarakat setempat adalah masyarakat yang toleran terhadap perbedaan dan memiliki semangat nasionalis yang tinggi. Hidup berdampingan dengan pendatang dari berbagai daerah sudah menjadi bagian dan interaksi,  baik mahasiswa maupun yang bekerja. 

"Perkembangan terjadi berdampak perubahan pola interaksi sosial antar masyarakat maupun dengan pendatang," kata dia lagi.

Ia menegaskan, pengelolaan  kompleksitas  dan dinamika perkembangan masyarakat  lokal dengan para pendatang yang perlu tetap dijaga semangat keterbukaan dan toleransinya.

"Indonesia menjamin kebinekaan yang ada. Keberadaan NKRI  tidak terlepas dari himpunan perbedaan-perbedaan namun memiliki rasa kebangsaan yang dikuatkan dengan Pancasila sebagai dasar konsensus bersama. Oleh karena itu, perlu upaya untuk membangun interaksi dan dialog diantara anggota masyarakat yang berbeda agar bisa saling mengenal dan memahami satu dengan yang lain. Keragaman bukanlah sumber konflik tetapi dapat dikelola sebagai sumber kekayaan untuk kemajuan bersama," paparnya.

Kemampuan mengakomodasi keragaman sebagai sumber kemajuan dan kesejahteraan bersama ini seringkali dihadapkan dengan kesenjangan yang berujung konflik. 

Oleh karena itu, kata dia menambahkan, perlu mengembangkan  semangat toleransi berbasis komunitas yang beragam sehingga perbedaan tersebut bisa dikelola dengan baik untuk kedamaian bersama.

Hadir dalam diskusi itu, diantaranya adalah  Ketua PC GP Ansor Yogyakarta, Saifudin, Pendeta Indrianto dari Omah Pirukun dan pihak kepolisian dari sektor Depok Barat, Yogyakarta yang didapuk sebagai narasumber untuk mengungkap berbagi gagasan dalam mewujudkan kedamaian dan kerukunan di Babarsari, Tambakbayan.

Pengembangan kebersamaan antar masyarakat yang beragam dengan bahasa kebudayaan dan kemanusiaan di Babarsari Tambakbayan sekaligus bertujuan untuk menghilangkan bebaya (malapetaka) dengan menumbuhkan kembali budi daya dan toleransi sehingga kawasan tersebut dapat mencerminkan Indonesia mini, yang penuh warna tetapi dapat menjaga kedamaian hidup bersama. (Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

Selasa 20 Juni 2017 19:2 WIB
Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan
Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan
Foto: Ilustrasi
Jember, NU Online
Perhatian Pemkab Jember terhadap guru ngaji cukup tinggi. Selain memperoleh insentif Rp. 1,2 juta per tahun, sekitar 13.500 guru ngaji yang telah terverifikasi juga menerima insentif lain. Para guru ngaji berhak menerima layanan kesehatan gratis dari rumah sakit milik pemerintah daerah dan Puskesmas.

"Kalau bapak-bapak sakit, langsung ke rumah sakit. Gratis. Kalau petugas rumah sakit tidak mau melayani, silakan kasih tahu buku tabungannya," kata Bupati Jember Faida saat menyerahkan honor guru ngaji tahap kedua di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Sukowono, Jember, Ahad (18/6).

Buku tabungan yang dimaksud adalah buku tabungan BRI yang telah diperoleh guru ngaji untuk mencairkan honor, dan itu menjadi identitas yang bersangkutan sebagai guru ngaji yang telah terverifikasi.

Selain insentif uang, Pemkab Jember juga membuka peluang bagi anak-anak guru ngaji untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di perguruan tinggi. Sebab Pemkab Jember telah mengalokasikan anggaran beasiswa bagi 5.000 orang.

"Saya berharap dari 5.000 itu nantinya ada anak-anak dari para guru ngaji," jelasnya.

Itu semua, menurut Faida, merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada para guru ngaji yang telah berjuang untuk membentuk generasi yang Qurani.

"Sebab sejatinya, membangun Jember adalah membangun sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang unggul adalah sumber daya yang Qurani," kata Faida. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)
Selasa 20 Juni 2017 17:1 WIB
Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim
Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim
Tegal, NU Online
Momentum Ramadhan berkah dimanfaatkan oleh pelajar NU Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal untuk berbagi bersama anak yatim. Kegiatan ini diwujudkan melalui acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di MDTA Miftakhul Ulum Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/6).

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan ranting se-Kecamatan Kedungbanteng, para alumni serta Pembina. Pihak panitia juga mengundang lintas organisasi antara lain Ikatan Pelajar Muhammadiyah setempat.

Ketua IPPNU Kedungbanteng Rina Sugiarti mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan berbagi dengan sesama serta untuk menunjukan rasa solidaritas yang tinggi rekan-rekanita IPNU-IPPNU.

"Kegiatan diikuti 30 anak yatim piatu dari warga setempat. Mereka kita berikan sekedar santunan dan bingkisan berupa uang dan alat tulis. Semoga bisa bermanfaat," ujar Rina.

Ketua IPNU Kedungbanteng Khoirul Mualimin menambahkan, pelajar NU harus berbagi dengan sesama dan perlu ditanamkan rasa kepedulian sejak dini kepada anak yatim piatu yang notabenya tidak memiliki orang tua.

"Sebagai Pelajar NU, hendaknya kita mampu berbagi dengan anak yatim. Setidaknya untuk untuk membahagiakan mereka (anak yatim)," ungkapnya.

Sejumlah Alumni dan pembina menyampaikan apresiasi dengan adanya kagenda yang menarik ini. "Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungbanteng perkembangannya sangat luar biasa. Walaupun dengan kegiatan sederhana namun mampu menunjukkan daya tarik dan solidaritas sesama anggota," kata mantan Ketua IPPNU Tegal Lutfatun Nihlah sekaligus alumni IPPNU Kedungbanteng. (Hasan/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG