IMG-LOGO
Daerah

Kemenag Jakpus Salurkan Bantuan untuk Rohingya lewat AKIM

Rabu 20 September 2017 21:15 WIB
Bagikan:
Kemenag Jakpus Salurkan Bantuan untuk Rohingya lewat AKIM
Jakarta, NU Online
Krisis kemanusiaan Rohingya di Rakhine State, Myanmar, mendorong masyarakat Indonesia bahu-membahu membantu warga terdampak konflik. Kementerian Agama Wilayah Jakarta Pusat turut berpartisipasi salurkan bantuan melalui AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar).
Penyaluran bantuan senilai Rp55 juta diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag Jakarta Pusat, Wahyudin, kepada Ketua AKIM M Ali Yusuf, Rabu (20/09) siang, di aula Kemenag, Jakarta Pusat.

Wahyudin menuturkan bantuan yang terkumpul berasal dari semua unit di bawah naungan Kemenag Jakarta Pusat.

“Alhamdulillah, bantuan ini merupakan kesadaran dari semua unit yang ada di bawah naungan Kemeterian Agama. Dari karyawan, dan juga dari murid-murid yang ada di madrasah, baik itu negeri maupun swasta. Dari empat jenjang pendidikan: RA, MI, MTs, dan MA,” papar Wahyudin.

Bantuan dari Kemenag Jakarta Pusat berkelanjutan dan dilakukan secara bertahap. “Sampai saat ini terkumpul kurang lebih 60 juta. Tahap pertama 55 juta kita salurkan, yang 5 juta itu insyaallah buat memancing pengumpulan donasi yang kedua,” ungkap Wahyudin.

Ia berharap manfaat bantuan yang disalurkan bisa dirasakan oleh saudara-saudara etnis Rohingya.

Sementara itu, Ketua AKIM M Ali Yusuf mengapresiasi sikap dan langkah masyarakat Indonesia dalam membantu warga terdampak konflik di Negara Bagian Rakhine seperti  yang dilakukan oleh Kementerian Agama Jakarta Pusat.

“Saya kira ini wujud kepedulian bersama, kepedulian semua komponen masyarakat Indonesia. Hal ini kita apresiasi. Ini berarti masyarakat Indonesia sangat peduli, dan tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu saudara kita, etnis Rohingya,” ucap Ali.

Ia menekankan, kita tidak bisa hanya mengecam sikap Pemerintah Myanmar dan junta militer pada etnis Rohingya. 

“Tidak mungkin kita hanya mengecam. Yang paling penting adalah bantuan langsung untuk warga terdampak konflik,” tegasnya.

AKIM, kata Ali, akan segera mengirimkan 30 relawan dan melakukan distribusi bantuan dengan nominal lima miliar rupiah ke pengungsian warga.

“Insyaallah, Ahad (24/9) besok kita akan ke lokasi. Di sana, saat ini sudah ada lima anggota AKIM. Dan besok kita kirim 30 relawan serta bantuan sekitar 5 miliar. Ini bantuan pertama. Akan menyusul bantuan kedua, setelah kita kaji kebutuhan warga,” pungkas Ali.(Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 20 September 2017 21:0 WIB
Ansor Halmahera Tengah Dikukuhkan, Siap Jaga Keutuhan Bangsa
Ansor Halmahera Tengah Dikukuhkan, Siap Jaga Keutuhan Bangsa
Halmahera Tengah, NU Online
Organisasi kepemudaan harus berani tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, karena di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini, media sosial menjadi alat utama propaganda dalam memecah belah persatuan.

Hal ini disampaikan Koordinator Wilayah PP GP Ansor, Saleh Ramli, di lokasi pelantikan PC GP Ansor Halmahera Tengah di Pendopo Falcino Kota Weda, Selasa (19/9).

“Penguatan kapasitas pengetahuan di tingkat pemuda khususnya GP Ansor harus menjadi pilar utama dalam memperkuat organisasi agar setiap kader Ansor memiliki wawasan yang luas dan berkarakter tangguh dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegas  Ramli.

Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Salim Taib, mengungkapkan Maluku Utara adalah provinsi baru yang dimekarkan karena terdampak konflik horizontal antarumat beragama.

“Sejarah ini menjadi pengalaman berharga bagi kerukunan umat beragama di Maluku Utara. Kehadiran PC GP Ansor di Halmahera Tengah harus menjadi pelopor dalam pembangunan kesadaran persatuan dan kebangsaan di tingkat masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, kehadiran GP Ansor juga diharapkan turut membendung arus gerakan terorisme yang menciptakan perpecahan umat beragama, siap berperan menjadi partner pemerintah dalam mendorong progam-program yang bermaslahat untuk bangsa, berkhidmat tanpa henti dalam pembentukan kader dalam mengawal NKRI.

“Berorganisasi menurut Ibnu Khaldun adalah kewajiban dan perintah ilahi, karena karakter dasar manusia bersifat sunnatullah (hidup berkelompok),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Halmahera Tengah Muhammad Rizky mengatakan kepengurusan Ansor Halmahera Tengah akan tampil beda dari organisasi kepemudaan lainnya. 

“GP Ansor menjadi motor konsolidasi penggerak kepemudaan dalam merespons isu-isu keagamaan, kebangsaan serta siap menjadi benteng para ulama dalam mengawal NKRI,” ujar Rizky.

Pelantikan PC GP Ansor Halmahera Tengah dirangkai dengan Diklatsar Banser berlangsung 18-21 September 2017. Kegiatan yang kali pertama diadakan Ansor Halmahera Tengah ini diikuti 49 peserta dari seluruh PAC Ansor di Kota Weda. (Aizh Doank/Kendi Setiwan)



Rabu 20 September 2017 20:30 WIB
Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi
Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi
Banyuwangi, NU Online 
Tugas pemuda bukan hanya membaca sejarah, tapi mengingat dan menjadikannya refleksi. Kaum muda memperjuangkan kemerdekaan dengan semangat yang sangat tinggi. Bagi mahasiswa harus mengingat sejarah kemerdekaan yang kala itu dimotori oleh para pemuda. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Student Crisis Centre IPNU Banyuwangi, Ibnu Tsani Rosyada pada kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi)) Pelajar Keren di Taman Hijau Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Banyuwangi (16/09).

Ibnu yang akrab disapa Noe, mengungkapkan pentingnya organisasi, mengingat para pemuda dulu juga berorganisasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Yang terpenting dalam sebuah organisasi adalah proses. Dan, pemuda dituntut sebagai insan yang terpelajar yang dapat menghadirkan perubahan. Tidak melihat saja," katanya.

Noe juga mengatakan para pemuda hari ini diharapkan menjadi penerus generasi selanjutnya.

“Tentunya perlu ada persiapan baik ilmu pengetahuan maupun sebuah karya," tambah Noe.
Menurutnya banyak cara ketika pemuda dalam berkarya. Seperti memberikan sebuah pemikiran, atau menghasilkan produk tertentu. 

Acara yang digelar Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng tersebut berjalan aktif. Para peserta didominasi kader-kader Nahdliyin muda, mahasiswa baru, dan pengurus PMII Ibrahimy Genteng. Dipenghujung diskusi, para peserta Ngopi Pelajar Keren diajak mengumandangkan shalawat badar. (Red/Kendi Setiawan)

Rabu 20 September 2017 19:45 WIB
Fatayat Salaman Terjunkan Relawan di Dapur Umum Perwimanas II
Fatayat Salaman Terjunkan Relawan di Dapur Umum Perwimanas II
Magelang, NU Online
Dalam sebuah acara besar yang diikuti oleh ribuan peserta, seperti Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nasional (Perwimanas) II, tentu andil para relawan di dapur umum tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tiap harinya harus menyiapkan ribuan porsi makanan untuk para panitia dan peserta. Tanpa kerja keras mereka, acara sebesar apa pun tidak akan berjalan dengan sukses.

Hal itu lah yang kemudian memotivasi Pimpinan Anak Cabang Fatayat Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menerjunkan kader untuk menjadi relawan di dapur umum. 

“Kami merasa Perwimanas ini merupakan kegiatannya orang NU. Jadi kita sebagai warga NU harus kerja sama untuk menyukseskan acara ini. Sehingga acara ini tidak hanya bermanfaat untuk para peserta tapi juga menumbuhkan rasa memiliki NU bagi warga Nahdliyin, khususnya di Anak Cabang Fatayat Salaman,” tegas Ulya Izzati, Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat Salaman ditemui di dapur umum 

Putri Nyai Hj. Sintok Magelang ini mengaku setiap hari pihaknya menerjunkan sebanyak dua puluh relawan yang ditugaskan secara bergantian selama perhelatan kemah pelajar tersebut berlangsung.

Ulya berharap, acara Perwimanas yang digelar di Lapangan Tembak Akademi Militer Magelang itu bisa jadi ajang sosialisasi kepada masyarakat agar memasukkan putra-putrinya ke Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. 

Sementara itu, Koordinator Dapur Umum Sudarsono Agus mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan yang sudah membantu di dapur umum.

“Kami tiap harinya harus menyediakan ribuan bungkus makanan. Kalau tidak dibantu para relawan, akan kesusahan,” tegas Darsono panggilan akrabnya. 

Proses yang paling lama, lanjut Darsono, adalah menyajikan atau membungkus makanan. Kerja ini menurutnya bakalan repot bila tidak didukung oleh bantuan para relawan. 

“Sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua relawan. Semoga acara ini berjalan sukses,” tandas Sudarsono yang merupakan Kepala Seksi Logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Jawa Tengah. 

Selain PAC Fatayat Salaman, ada beberapa relawan yang berasal dari Garuda Resque, SAR Magelang, dan lain sebagainya. (Nur Rokhim/Mahbib)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG