IMG-LOGO
Daerah

Untuk Meraih Ilmu yang Barakah, Ini Caranya

Kamis 31 Mei 2018 19:1 WIB
Bagikan:
Untuk Meraih Ilmu yang Barakah, Ini Caranya
KH Abd Rahman Al Jambuany
Jember, NU Online 
Ilmu yang banyak belum tentu barakah. Seseorang yang cerdas dengan titel akademik yang mengular, tidak ada jaminan bahwa ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri, apalagi bagi orang lain. Sebab, bermanfaat tidaknya ilmu, tergantung pada barakah ilmu itu sendiri.

Hal tersebut diungkapkan Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalisat, KH Abd Rahman Al Jambuany saat memberikan taushiyah Ramadhan di Masjid Baitur Rahmat, Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Jember, Rabu (30/5).

Menurutnya, ilmu yang barakah tidak semata-mata terletak pada kemanfaatannya, tapi juga dengan ilmu itu pemiliknya bisa lebih dekat kepada Allah.

“Jadi kriterianya ilmu yang barakah, selain bermanfaat juga harus menjadi sarana bagi pemiliknya untuk lebih dekat kepada Allah. Percuma pinter tapi jauh dari Allah,” tukasnya.

Ia menambahkan, orang tua wajib memberikan pendidikan yang layak bagi anaknya. Ilmu yang barakah diperoleh melalui pendidikan yang sesuai dengan tuntunan Islam. Pengasuh  Pesantren Nurul Huda, Kalisat itu pun  mengutip dawuh Ibnu Abbas bahwa orang tua wajib memberikan pendidikan anaknya dengan dua hal. Yaitu dengan ilmu agama dan ilmu akhlak. 

“Jadi akhlak kita, akhlak orang tua kita kepada  guru kita, juga sangat menentukan apakah ilmu kita kelak barakah atau tidak,” jelasnya.

Kiai Abd Rahman mengaku miris dengan tatakrama anak zaman now dalam mencari ilmu. Guru hanya difungsikan sebagai pengajar dan ditempatkan dalam hubungan belajar-mengajar, sehingga guru disamakan dengan temannya.

“Anaknya sudah begitu. Orang tuanya juga tak ada penghormatan kepada guru atau kiainya. Yang begitu itu sulit mendapat ilmu yang barakah,” urainya. (Aryudi Abdul Razaq/Muiz)

Bagikan:
Kamis 31 Mei 2018 23:30 WIB
Pamer Tidak Puasa, Sama Saja Menghina Agama Sendiri
Pamer Tidak Puasa, Sama Saja Menghina Agama Sendiri
Muhammad Haris, Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu Ustadz Muhammad Haris mengungkapkan keprihatinannya terhadap kenyataan masih adanya warga masyarakat yang tidak menghormati bulan suci Ramadhan. Hal ini ditunjukkan dengan makan, minum maupun merokok di depan umum.

"Masih banyak yang mengatakan senang datangnya bulan puasa namun hanya di bibir saja. Buktinya setelah datang bulan Ramadhan malah pamer makan, minum dan merokok di depan umum. Dan ternyata yang banyak, malah orang Islam sendiri," kata Ustadz Haris.

Perilaku seperti ini menurutnya merupakan salah satu tingkah laku menghina dan melecehkan agamanya sendiri. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi para orang tua untuk memberikan tauladan serta membimbing putera puterinya agar tidak melakukan perbuatan tersebut.

"Bagaimanapun orang tua harus tetap menjaga dan mengarahkan anak-anaknya. Anak polah wong tuo kepradah (anak berulah orang tua ikut bertanggung jawab). Allah berfirman : Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka," tegasnya mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat At Tahrim ayat 6.

Oleh karenanya Ustadz Haris berharap tidak akan ada lagi para orang tua maupun anak-anak muda yang bangga pada dosa-dosa dengan mengumbar maksiat, menunjukkan dirinya pamer tidak berpuasa di depan umum.

"Mari berusaha semaksimal mungkin menjaga keturunan kita agar benar-benar mampu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-larangan Allah SWT," ajaknya.

Penjelasan ini disampaikan Ustadz Haris saat memberi mauidzah hasanah pada Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu di Masjid Miftahul Huda Pengaleman, Ambarawa, Pringsewu, Lampung. (Fara Fatiha/Muhammad Faizin)



Kamis 31 Mei 2018 23:15 WIB
Warga Riau Aksi Damai Dukung Polri Berantas Terorisme dan Radikalisme
Warga Riau Aksi Damai Dukung Polri Berantas Terorisme dan Radikalisme
Pekanbaru, NU Online 
Hujan deras yang turun tidak membuat patah semangat ratusan massa aksi dalam melaksanakan aksi damai di tugu  Zapin depan kantor Gubernur Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis Sore (31/5) pukul 16.30 WIB.

Terlihat di tengah-tengah massa aksi anggota Polri ikut berhujanan dalam membantu keamanan hingga akhir aksi selesai. Ratusan massa aksi terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Pekanbaru, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Pekanbaru dan Soulmap Community.

"Aksi ini sebagai bentuk dukungan kepada Polri dalam upaya pemberantasan radikalisme serta terorisme yang terjadi di Indonesia dalam waktu dekat ini," terang Ketua PWI Kota Pekanbaru Agustiar.

Dijelaskan Agustiar selain bentuk dukungan terhadap Polri, aksi damai ini juga untuk mengajak masyarakat Indonesia khususnya Riau Pekanbaru untuk tidak takut dan trauma dengan kejadian teror yang sempat terjadi waktu lalu. 

Agustiar berharap agar masyarakat dapat mengenali tetangga serta teman diaekitarnya.

Sementara Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH mengucapkan rasa terima kasih kepada ratusan massa aksi yang telah melakukan aksi dengan damai dan tertib serta atas dukungannya terhadap Polri dalam memberantas terorisme serta paham radikalisme.

"Alhamdulilah sudah semestinya Polri beri apresiasi kepada massa aksi sore ini. Karena giat aksi massa damai tersebut salahsatunya mendukung Polri dalam berikan perlindungan kepada masyarakat serta mendukung Polri untuk berantas terorisme," terang Wakapolresta AKBP Edy Sumardi yang ikut hujan-hujan bersama massa aksi

"Tadinya saya sedang lewat untuk memantau jalannya aksi damai massa di tugu Zapin. Saya melihat spanduk yang bertuliskan aksi damai dukung polri dalam berantas teroris. Tergeraklah hati saya dan teman-teman Polri lainnya untuk hujan-hujanan mengawal aksi mereka tersebut," tutup Edy. (Hendi Selwa Abdullah Alawi)

Kamis 31 Mei 2018 23:10 WIB
Sanlat Attamur Bandung: Tasawuf dan Tarekat untuk Sucikan Diri
Sanlat Attamur Bandung: Tasawuf dan Tarekat untuk Sucikan Diri
Bandung, NU Online 
Program pesantren kilat (silat) Pondok Pesanten anak jalanan Attamur Kabupaten Bandung mengupas tasawuf dan tarekat dengan tema wihdatul wujud. Kegiatan tersebut berlangsung selama sepuluh hari terhitung sejak Kamis, (24/5/2018) hingga Sabtu, (2/6/2018), dilaksanakan selepas Shalat Tarawih sampai dengan pukul 00.00 WIB.

Menurut pengasuh Attamur, Ajengan Syamsudin AK, tasawuf dan tarekat bertujuan untuk kesucian dan pembersihan hati yang kotor dan mengajak orang lain untuk membersihkan hati pula.

Sementara pengambilan tema wihdatul wujud pada sanlat kali ini, pria usia 43 tahun tersebut mengungkapkan bahwa konsep tersebut seringkali disalahpahami oleh masyarakat karena keterbatasan pengetahuan. 

Padahal, bagi ajengan asal Sukabumi ini, konsep wihdatul wujud merupakan posisi dimana manusia harus berperilaku sesuai apa yang Tuhan perintahkan, dengan mengamalkan sifat-sifat dan nilai-nilai ketuhanan dalam diri masing-masing. 

Sebab dalam praktiknya pemantik atau narasumber kegiatan itu tidak ada yang mengajarkan untuk mendeklarasikan diri sebagai Tuhan selelapas mempelajari tasawuf dan tarekat ini.

"Ya intinya, kegiatan ini mendorong kita semua untuk berpikir, berbuat dan berperilaku sesuai akhlak serta anjuran Tuhan," tambah mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ini.

Ayah tiga anak yang mengidolakan Imam Al-Junaidi al-Bagdadi, Syekh Abdul Qodir Jaelani dan Rabiah  al-Adawiyah ini juga menegaskan bahwa yang menjadi sasaran tasawuf adalah hati. 

Sehingga sangat cocok dijadikan acuan ditengah carut-marut kondisi zaman yang tak menentu ini. Siapa pun dituntut untuk berhati-hati agar tidak terjerumus pada jurang malapetaka karena nafsunya. 

“Sebab nafsu itu harus dikendalikan. Boleh saja melaksanakan tugas dan pekerjaan sesibuk mungkin, tapi harus dibarengi dengan sikap senantiasa berdzikir mengingat Allah, mengingat Zat Maha Gaib, sang pemilik alam semesta dan sang pemilik kehidupan. Karena hanya kepadanyalah kelak kita akan kembali,” pungkasnya. 

Materi-materi yang disuguhkan dalam sanlat tersebut di antaranya:
Metode mempelajari Tasawuf & Tarekat oleh Prof. Dr. Afif Muhammad. MA (Guru besar UIN Bandung)
Definisi, sejarah Tasawuf dan Tarekat oleh Dr.H.Nursamad Khamba (pencetus Prodi Tasawuf Psikoterapi UIN Bandung)
Tarekat dan Tasawuf dalam Al-Quran dan Hadits oleh Prof.Dr. Rosihon Anwar, M.Ag (Dekan Fak. Ushuluddin UIN Bandung)
Tokoh Tasawuf dan Tarekat serta Ajarannya oleh Dr.H. Asep Ahmad Hidayat, M.Ag (Muqaddam Tarekat Tijani)
Tokoh Tasawuf Wihdatul Wujud oleh Dr.Ach.Dhofier Dhuhry (Rektor STF Malang sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah)
Tasawuf Psikoterapi/Psikologi Tasawuf oleh Dr.Hj. Erbayanti, MA (Dosen prodi Tasawuf psikoterapi UIN Bandung)
Tazkiyah an-Nafs & Talqin Dzikir oleh Drs.KH. Arif Ikhwani, MA (Wakil Talqin Tarekat Qodariyah Naksabandiyah)
Walisongo dan perkembangan Tasawuf di Indonesia oleh Dr.H. Ajid Thohir, M.Ag (Dosen Sejarah UIN Bandung)
Tasawuf Zaman Now oleh Kyai Hery Saparudin, M.Pd.I
Transformasi Tasawuf Zaman Now oleh Dr.H.Mukti Ali Al-Qhusairi (Direktur Islam Nusantara Center) bersama Ikhwan Nasution, SH.I (Leadership Motivation
(Elanurlaela/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG