Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

300 Pendekar Pagar Nusa Gelar Silat Kolosal

300 Pendekar Pagar Nusa Gelar Silat Kolosal

Jakarta, NU Online
Tiga ratus pendekar Ikatan Pencak Nahdlatul Ulama (IPS NU) Pagar Nusa menggelar seni beladiri pencak silat kolosal pada acara Soft Launching Festival Pagar Nusa 2012 di Museum Fatahillah, Jakarta, Ahad (25/3).

Para pendekar berpakaian hitam-hitam, tanpa alas kaki tersebut, terdiri dari berbagai aliran silat, dari beragam perguruan di Jawa Barat. Perguruan silat itu diantaranya Pagar Kencana, Sarampak Sunda, Panglipur, Hegar Manah, Lugay Pusaka, Putra Siliwangi. Mereka tergabung dalam Pagar Nusa.
<>
Dikomandoi Ule Rohman Ghozali, ketua perguruan Silat Pagar Kencana Kabupaten Garut, pendekar-pendekar itu mengeluarkan jurus perguruan masing-masing, sehingga mereka seolah bergerak tak beraturan.

Gerakan mereka diiringi musik yang sama, yaitu rampak gendang yang terdiri 10 orang penabuh gendang, 3 orang penabuh gong, dan 2 orang peniup terompet. Mereka mengenakan pakaian kuning emas dengan iket kepala barangbang semplak dan parekos nangka. 

“Jurus-jurus mereka diiringi sembilan gong,” ujar Saefuddin, salah seorang pengurus PW Pagar Nusa Jawa Barat.  “Setiap satu pukulan gong, para pendekar itu mengeluarkan tujuh jurus. Kemudian dilanjutkan tepak tilu yang terdiri 33 gerakan. Setelah itu, lalu bongbang 12, yaitu gerakan 12 dengan kecepatan tinggi, dilanjutkan pada padungdung,” paparnya lagi.

Menurut Saefuddin, mereka dibiarkan mengeluarkan jurus masing-masing karena keragaman dan perbedaan merupakan ciri khas perguruan. Artinya, perbedaan itu memiliki satu ikatan, satu tujuan, satu prinsip, dan cita-cita bersama, yaitu mengembangkan dan memajukan seni beladiri pencak silat, baik di tanah air dan kancah internasioanl.

Perbedaan bukanlah ancaman, atau persaingan antar-kelompok, tapi potensi untuk dan perlu dipelihara untuk membangun harmoni. Gerak yang berbeda tersebut diambil dari makna Bhineka Tunggal Ika. “Tapi ada yang menyamakan mereka yaitu jurus-jurus Pagar Nusa, seperti salam Pagar Nusa yang diperlihatkan di awal gerakan,” ungkapnya.

Penampilan Pagar Nusa tersebut mendapat perhatian pengunjung Kota Tua yang yang sedang berlibur. Mereka menonton pertunjukan dari berbagai penjuru. Sesekali mereka memotretnya.

Hadir pada kesempatan itu Ketua (IPS-NU) Pagar Nusa KH Fuad Anwar bersama jajaran pengurus, Perwakilan Kementrian Pemuda dan Olahraga Tunas Dwidharto dan Kementrian Pariwasita dan Ekonomi Kreatif M. Farid.



Redaktur: Mukafi Niam
Penulis  : Abdullah Alawi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Warta Lainnya

Terpopuler Warta

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×