Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Angka Kematian Jamaah Dinilai Tinggi

Angka Kematian Jamaah Dinilai Tinggi

Mekkah, NU Online
Sehari menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah, Kamis (28/12), jamaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci telah berjumlah 145 orang. Jumlah ini dinilai tinggi dan masih sangat mungkin bertambah pada saat pelaksanaan wukuf dan pelemparan jumrah.

Data Siskohat PPIH Arab Saudi menyebutkan mereka yang wafat tersebut, terdiri dari 88 orang pria dan 57 orang wanita, dengan usia tertinggi yang wafat 60-69 tahun 57 orang, diatas 69 tahun 41 orang, 50-59 tahun 29 orang, dan dibawah 49 tahun 18 orang.

<>

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan, angka kematian jamaah haji tahun ini dianggap masih tinggi. Kematian ini, menurutnnya, disebabkan oleh penyakit yang dibawa jamaah dari Tanah Air.

Sejumlah penyakit yang diderita jamaah, jelas Siti, kemudian kambuh saat mereka di Tanah Suci. Ini bahkan menyebabkan kematian bagi jamaah tersebut.’’Kami berharap angka kematian ini akan mengalami penurunan yang signifikan,’’ katanya.

Siti menyatakan, usia menjalani wukuf di Arafah nanti diharapkan jumlah jamaah yang meninggal tak terus bertambah banyak. Setelah masa wukuf, kata dia, menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan agar angka kematian tak terus menanjak.

Menurut Siti, tenaga kesehatan dituntut untuk menggunakan ketrampilan yang dimilikinya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah secara optimal.’’Ini adalah tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan agar jumlah jamaah meninggal tak semakin banyak,’’ katanya.

Meski demikian, Amirul Haj, Tarmizi Taher, mengatakan harapan tersebut kemungkinan akan sulit untuk dicapai. Justru kematian membayangi jamaah pada saat mereka berada di Arafah, Muzdalifah kemudian ke Mina.’’Kita bisa lihat saat jamaah berada di Arafah-Mina,’’ katanya.

Tarmizi mengatakan saat berada di Arafah-Mina jamaah menumpuk dan kematian akan menjadi sesuatu yang memungkinkan. Berdasarkan pengalaman, kata dia, kematian justru banyak menimpa jamaah.’’Banyak jamaah bergelimpangan saat berada di sana,’’ ungkapnya. (dpg/nam)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Warta Lainnya

Terpopuler Warta

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×