Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

3 Sikap yang Harus Dimiliki Santri dalam Berperan di Tengah Masyarakat 

3 Sikap yang Harus Dimiliki Santri dalam Berperan di Tengah Masyarakat 
Ketua Bidang II YLPI Buntet Pesantren K M Lutfi NZ pada Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2022 di halaman Masjid Agung Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/10/2022) mengatakan santri harus memiliki tiga sikap penting dalam memainkan peran pembangunan masyarakat. (Foto: NU Online/Syakir NF)
Ketua Bidang II YLPI Buntet Pesantren K M Lutfi NZ pada Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2022 di halaman Masjid Agung Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/10/2022) mengatakan santri harus memiliki tiga sikap penting dalam memainkan peran pembangunan masyarakat. (Foto: NU Online/Syakir NF)

Cirebon, NU Online 

Santri harus memiliki tiga sikap yang penting dalam memainkan peran pembangunan masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Bidang II Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren K M Lutfi NZ.


Pertama, santri Buntet Pesantren harus memiliki jiwa tasamuh (toleran) yang tinggi. Sebab, Rasulullah saw memaafkan orang-orang kafir yang hendak membunuhnya. Hal itu tidak lain karena sifat tolerannya dalam menghargai perbedaan.


"Jangan jadikan perbedaan pemecah belah bangga," kata Kiai Lutfi dengan penuh ketegasan pada Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2022 di halaman Masjid Agung Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/10/2022).


Kedua, santri Buntet Pesantren harus berimbang (tawazun) dalam segala aspek kehidupan. "Ibadah terus salah. Kerja terus jelek," katanya.


Mengutip sebuah maqalah, Kiai Lutfi menegaskan, bahwa santri Buntet Pesantren harus bekerja untuk dunia seakan-akan hidup selamanya, dan beramal untuk akhirat seakan-akan mati esok. Artinya, santri harus imhang antara kehidupan dunia dan akhirat, antara bekerja dan ibadah.


Ketiga, santri Buntet Pesantren harus bersikap tawasuth, memposisikan diri di tengah-tengah. Santri Buntet Pesantren tidak boleh memihak kepada salah satu dari kubu yang berseteru, kanan atau kiri. Justru, santri Buntet Pesantren harus mendamaikan.


Hal ini sudah diteladankan oleh Rasulullah saw dalam meletakkan kembali Hajar Aswad ke Ka’bah. Rasulullah menaruh surbannya dan meletakkan hajar aswad di atasnya. Masing-masing tokoh dari suku diminta untuk membawakan pojok surban itu sehingga semua suku berperan.


Jika ketiga sikap ini tidak dimiliki, Kiai Lutfi menegaskan agar tidak perlu mengaku sebagai santri Pondok Buntet Pesantren.


Peringatan Hari Santri 2022 ini diikuti oleh ribuan santri Pondok Buntet Pesantren. Hadir pula sejumlah anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Kabupaten Cirebon. Dalam kesempatan itu, beberapa anggota polisi tampil melantunkan syair-syair nadham Aqidatul Awam dan Alfiyyah Ibnu Malik.


Peringatan Hari Santri 2022 juga diramaikan dengan penampilan Rampak Genjring yang dimainkan oleh 150 santri Buntet Pesantren. Penampilan itu mengiringi pembacaan shalawat yang diikuti oleh ribuan santri dan masyarakat Buntet Pesantren.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×