Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Cara Mengenali Korban Kekerasan Seksual di Sekitar Kita

Cara Mengenali Korban Kekerasan Seksual di Sekitar Kita
Ilustrasi kekerasan seksual.
Ilustrasi kekerasan seksual.

Kudus, NU Online
Kekerasan seksual di Indonesia yang menjadi isu sejak dulu seolah belum usai. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia Universitas Diponegoro Semarang menyebutkan, kasus ini bisa menimpa berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bukan hanya menimpa perempuan, namun juga lelaki di mana pun.


Oleh karena itu, penting untuk mengenali korban kekerasan seksual yang ada di sekitar kita. Dosen Psikologi Institut Agama Islam Negeri Kudus, Hj Farida, turut menyoroti hal itu dan mengkhawatirkan terjadinya trauma kepada korban.


“Kekerasan seksual tentu mengganggu keberlangsungan perkembangan berikutnya. Apalagi bagi anak-anak di bawah umur akan sangat membahayakan apabila tidak ditangani dengan baik,” tuturnya saat dihubungi NU Online, Jumat (5/8/2022).


Hj Farida menerangkan, ada sejumlah cara untuk mengenali ciri-ciri korban yang mengalami kekerasan seksual. Salah satunya dengan perubahan sikap berikut ini. Pertama, suka berdiam dan menutup diri.


“Tidak ingin berkumpul dengan orang banyak, karena ia merasa ada hal yang menimpanya dan menjadikan dirinya tidak bisa ceria seperti teman atau orang lain,” terangnya.


Kedua, menghindar dari orang atau tempat yang berkaitan dengan pelaku. Korban tidak ingin mendekati tempat di mana ia mengalami kekerasan seksual itu, termasuk menghindari orang-orang seusia dengan pelaku.


Ketiga, jam tidur yang cenderung berubah. Hal ini dikarenakan korban kekerasan seksual akan mengalami kegelisahan setiap saat yang menjadikannya sulit untuk tidur.


Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam itu menyebutkan, kekerasan seksual dapat terjadi akibat relasi yang tidak setara, situasi yang sepi, dan komunikasi yang tidak harmonis dengan orang-orang di sekelilingnya.


“Oleh karenanya orang di sekitar khususnya orang tua agar lebih peka melihat kondisi anak dan menjalin komunikasi yang baik, sehingga anak mudah bercerita dengan kejadian-kejadian yang dialaminya,” ujar aktivis PC Fatayat NU Kudus itu.


Hj Farida mengajak semua orang untuk tetap waspada dan mengenali ciri-ciri korban yang mengalami kekerasan sosial, agar dapat diperlakukan dengan baik dan terus didampingi.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×