Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Emi Fatmawati Pimpin Fatayat NU Cabang Kencong Jember

Emi Fatmawati Pimpin Fatayat NU Cabang Kencong Jember
Ketua terpilih Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Emi Fatmawati. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
Ketua terpilih Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Emi Fatmawati. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)

Jember, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur mempunyai ketua baru, yaitu Emi Fatmawati. Emi, sapaan akrabnya, terpilih sebagai ketua dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat NU Kencong yang digelar di Pondok Pesantren Tanwirul Ulum Umbulsari, Jember, Ahad (27/12). Ia akan menggawangi PC Fatayat NU Kencong  masa khidmah 2020-2025.


Emi berhasil mendapat 57 suara, mengungguli rekannya, Erin Nur Imamah yang mendapat 7 suara. Jumlah peserta Konfercab yang mempunyai hak pilih adalah 64 suara, terdiri dari 59 Pimpinan Ranting dan 5 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU.


Dalam sambutannya, Emi menekankan pentingnya transparansi dalam mengelola organisasi. Katanya, transparansi merupakan ciri organisasi modern. Dengan penerapan transparansi, diharapkan tercipta suasana yang kondusif, saling terbuka, dan pada akhirnya akan tercipta sikap saling bantu demi kebesaran Fatayat NU.


“Mengelola organisasi dengan transparan, enak, nanti banyak masukan dari teman-teman,” ujarnya.


Tidak hanya transparan, Emi juga ingin menjadikan kebersamaan sebagai ruh dalam mengelola organisasi. Menjalankan roda organisasi sebesar Fatayat NU tidak bisa sendirian. Meski PC Fatayat Kencong hanya mempunyai 5 PAC, namun bukan hal mudah untuk mengelolanya. Karena itu, pasti butuh dukungan semua pihak, memerlukan kebersamaan, dan sebagainya.


“Kebersamaan dengan Ranting dan PAC wajib kita jalin. Sebab, merekalah ujung tombak di lapangan untuk mensukseskan program yang kita susun. Kita semua harus menjalin kebersamaan,” tuturnya.


Selain transparansi dan kebersamaan, mantan Ketua PAC Fatayat NU Umbulsari itu juga menyatakan pentingnya kemandirian dalam berorganisasi. Mandiri, dalam pengertian bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan, biayanya diusahakan bersumber dari kantong pengurus dan kalangan tertentu saja.


“Jika ada apa-apa (kegiatan), kita utamakan pengurus untuk sumber pendanaannya. Tapi untuk program-program pemberdayaan misalnya, tentu kita harus mencari mitra,” jelasnya.


Di tempat yang sama, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur, Wiwik Endahwati berharap agar Fatayat NU Kencong bisa menerjemahkan dan merealisasikan program-program yang telah disusun oleh PW Fatayat NU Jawa Timur.


Selain itu, Fatayat NU Kencong diharapkan punya terobosan program yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Untuk itu, sinergi dengan semua pihak perlu dirumuskan demi berjalannya program yang telah dirancang Fatayat NU Kencong.


“Misalnya sinergi dengan Muslimat NU, atau lembaga lain yang senafas dengan kita, silakan,” ungkapnya.


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×