Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Enam Makanan Khas Palembang yang Selalu Ada saat Lebaran

Enam Makanan Khas Palembang yang Selalu Ada saat Lebaran
Di antara bolu khas Palembang yang selalu ada saat momen Lebaran. (Foto: Sripoku)
Di antara bolu khas Palembang yang selalu ada saat momen Lebaran. (Foto: Sripoku)

Jakarta, NU Online 

Setiap daerah di Indonesia memiliki menu lebaran yang khas, tak terkecuali di Palembang, Sumatera Selatan. Palembang sendiri adalah salah satu daerah yang memiliki segudang makanan tradisional yang khas. Bahkan, beberapa makanan tidak pernah absen untuk jadi menu wajib lebaran atau idul fitri. 


Dihubungi NU Online Jumat (29/4/2022), warga asal Palembang M. Rizki mengatakan, ada enam menu yang dihidangkan setiap lebaran.


Pertama, bolu delapan jam. Bolu ini merupakan bagian dari jenis kue basah khas Palembang. Di balik rasa yang legit dan manis, kue basah itu punya nilai historis yang menjadi bukti kehidupan warga Palembang pada zamannya. 


Kue delapan jam ini juga punya filosofi kesimbangan untuk hidup. Kue ini, katanya, tidak boleh dimasak kurang dan lebih dari 8 jam. Dari kue ini artinya belajar membagi waktu 24 jam dalam satu hari, 8 jam untuk bekerja, 8 jam istirahat dan 8 jam beribadah. 


Kedua, bolu maksuba. Bolu ini bisa dikatakan sebagai dessert ala Palembang. Maksuba adalah kue lapis yang terbuat dari telur, gula serta margarin cair yang dimasak dengan cara dipanggang. Maksuba merupakan salah satu makanan tradisional palembang. 


Dalam tradisi kue ini disajikan pada saat-saat istimewa seperti lebaran dan perayaan perkawinan. Maksuba diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat dan tamu yang datang.


Ketiga, bolu kojo. Kue ini merupakan kue berbahan tepung terigu yang dibikin manis. Kue ini biasanya berwarna hijau cerah dari daun pandan. Nama "kojo" berarti kemojo atau kamboja.


Kue bolu kojo ini diambil karena pada awalnya bentuk kuenya mirip kembang kamboja. Bentuk bunga ini sangat menarik dan ingin mencicipnya. Namun saat ini, bentuk dan ukurannya tak melulu kemojo.


Selain di Sumsel, kue khas Melayu ini juga dapat ditemukan di Jambi, Riau, dan Bengkulu. Bolu kojo termasuk penganan ketika acara-acara adat atau juga ketika hari raya. “Kalau dari segi bolu basah tiga menu ini jadi hidangan wajib saat lebaran,” tuturnya. 


Keempat, pempek. Salah satu menu lebaran yang tidak pernah absen di setiap rumah Palembang adalah pempek. Bukan hanya lebaran, pempek sudah jadi menu wajib di setiap hari raya semua agama. Setiap berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya, pempek sudah jadi menu pertama yang dihidangkan oleh tuan rumah sebagai kudapan pendamping obrolan.


Kelima, tekwan. Menu khas lainnya yang selalu ada setiap lebaran peringkat kedua setelah pempek adalah tekwan. Meski tidak semua rumah menghidangkan tekwan seperti pempek, tetapi makanan khas Palembang yang satu ini sangat sering menjadi pilihan menu lebaran. 


Keenam, rujak mie. Menu lebaran khas Palembang ini memberikan cerita kebhinekaan tunggal ika yang diwujudkan dalam bentuk makanan. Makanan olahan ini merupakan perpaduan kuliner etnis Cina dan Melayu. 


“Enam menu itu harus ada di setiap rumah, paling sedikit cuman ada tiga macam,” kata Ketua Rayon Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang itu. 


Kontributor: Suci Amaliyah

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×