Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

LAZISNU Banyumas Berikan Insentif untuk Operator Madrasah/Sekolah

LAZISNU Banyumas Berikan Insentif untuk Operator Madrasah/Sekolah
Ketua LAZISNU Banyumas, Prof Ridwan (kanan) memberikan dana insentif untuk operator sekolah, Jumat (14/10/20220). (Foto: dok LAZISNU Banyumas)
Ketua LAZISNU Banyumas, Prof Ridwan (kanan) memberikan dana insentif untuk operator sekolah, Jumat (14/10/20220). (Foto: dok LAZISNU Banyumas)

Banyumas, NU Online

Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memberikan insentif kepada operator dan tenaga Tata Usaha (TU) madrasah dan sekolah. 


Intensif diberikan kepada sebanyak 145 orang, dengan nilai per penerima adalah Rp300 ribu. Para penerima tersebar di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Banyumas. Intensif secara simbolis dibagikan pada Jumat (14/10/2022) di Kantor LP Ma'arif NU Banyumas.


Intensif kepada operator madrasah dan tenaga Tata Usaha diberikan karena mereka adalah bagian yang tak terpisahkan dari sekolah/madrasah.


"Perannya sangat penting di madrasah. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap madrasah. Setiap harinya tak kenal lelah dalam bekerja mengoperasikan, mengolah dan input data individu ataupun lembaga pendidikan dibawah naunagn LP Ma'arif," kata Ketua LAZISNU, Prof H Ridwan.


Prof Ridwan juga menyampaikan perolehan zakat LAZISNU Kabupaten Banyumas tergolong masih tertinggi di Jawa Tengah. Dana zakat yang terkumpul dari keluarga besar LP Ma’arif NU Banyumas pada tahun 2021 sebanyak Rp800 juta.


"Ini merupakan kerja sama yang mutualistik," ucapnya.


Hal itu menurutnya sesuai dengan filosofi LAZISNU yakni dari NU, oleh NU, dan untuk NU. "Maka dari Ma'arif NU, oleh Ma'arif NU dan manfaatnya juga untuk Ma'arif NU. Seperti halnya kali ini dana pentasarufan sebesar Rp45 juta untuk insentif TU dan operator madrasah. Kerja sama ini diharapkan tetap terus terjalin dan terawat subur," ujarnya.


Prof Ridwan menambahkan sebelumnya di tahun 2020 dilaksanakanya program bedah rumah untuk guru non-PNS. "Kemudian, pada tahun 2021 pemberian insentif bagi penjaga madrasah," jelasnya. 


Sementara itu, Ketua LP Ma'arif NU Banyumas, Prof H Fauzi menyampaikan, pihaknya memandang istimewa dan sangat penting posisi TU dan operator madrasah.


"Dia (operator dan TU) adalah person yang profesional, loyal, punya semangat kerja yang keras, kerja cerdas dan kerja tuntas, sehingga terus dapat memberikan hasil akhir kinerja yang sukses dan kemajuan madrasah, sehingga perlu diberikan insentif di tahun 2022," ucapnya.


LP Ma’arif NU Banyumas, ungkapnya, akan terus mendukung agar gerakan sadar berzakat terus bisa bertambah dan berkembang.


"Dan alhamdulillah sebagai ungkapan syukur telah dilaksanakan peogram pemberian insentif  kepada TU dan operator sebanyak 110 orang dari MI, 31 dari MTs, 4 dari MA," jelasnya.


Ia mengucapkan terima kasih kepada TU dan operator atas dedikasi mereka. "Tugas operator tidak ringan. Dengan banyaknya beban kerja yang berbasis online menuntut para operator untuk bekerja secara optimal. Berharap walaupun dengan segala keterbatasan, pekerjaan tetap dilaksanakan dengan baik, benar dan tuntas agar dapat membawa keberkahan di dunia akhirat," imbuhnya.


Salah satu Operator Madrasah, Nunik mengaku tugas operator tidak ringan dan bukan pula perkara yang mudah. Operator diharuskan teliti dan dituntut tepat waktu dalam mengerjakan tugas.


"Yang kadang harus begadang kejar tayang dalam hal peng-input-an data, aplikasi digital yang dioperasikan dengan deadline, sehingga pekerjaan harus tuntas cepat dan tepat. Bahkan tidak jarang harus lembur demi menuntaskan data-data yang harus di-upload di aplikasi, seperti Simpatika dan Emis. Untut itu harus mampu menguasai teknologi," kata Nunik.


Ia mengatakan, di Era 4.0 menuju 5.0, informasi dan kerja serba digital. Data-data pendukung sebuah madrasah harus memulai pusat informasi yang berbasis digital.


"Kinerja ini harus mampu didukung oleh person yang mampu bergerak cepat, tepat, tuntas sesuai permintaan dari daerah bahkan sampai pusat," jelas Nunik.


Di tempat terpisah Ngatmi, salah satu Kepala MI MA mengaku berterimakasih dan mengapresiasi kinerja dari operator Madrasahnya. Dirinya menambahkan bahwa operator juga masuk dari bagian Tim Inti Madrasah bersama Bendahara dalam menuntaskan EDM dan e-RKAM yang merupakan hal vital dalam Anggaran Madrasah.


"Alhamdulillah semuanya dapat diselesaikan sebelum deadline. Semua itu adanya kerja sama dari tim Inti dan seluruh warga madrasah," tambah Ngatmi.


Kontributor: Bhaehaqi, Djarmanto
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×