Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Santri Jadi Panutan dalam Memahamkan Masyarakat Perihal Keagamaan

Santri Jadi Panutan dalam Memahamkan Masyarakat Perihal Keagamaan
Santri Jadi Panutan dalam Memahamkan Masyarakat Perihal Keagamaan. (Foto: NU Online/Muhammad Salim)
Santri Jadi Panutan dalam Memahamkan Masyarakat Perihal Keagamaan. (Foto: NU Online/Muhammad Salim)

Garut, NU Online 
Teknologi informasi makin berkembang. Masyarakat dapat mengakses informasi apa saja dari perkembangan tersebut, tidak terkecuali tentang pemahaman keagamaan. 
 

Kondisi itu secara tidak langsung menjadi tantangan tersendiri bagi kaum santri, bahwa santri harus bisa mengarahkan masyarakat terhadap pemahaman agama yang benar dan utuh.

 
Karenanya, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat KH Atjeng Abdul Wahid dalam peringatan haul ke-16 KH Muhammad bin Syaikhul Masyaikh Asy Syekh Muhammad Umar Bashri (ayahandanya) menyampaikan bahwa 'kitabnya' masyarakat awam adalah santri.


Menurutnya, sejak zaman dahulu, 'kitabnya' masyarakat awam adalah santri. Artinya santri menjadi tuntunan masyarakat. Sejatinya menjadi santri memang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang mulia), disiplin. Ini yang menjadi daya tarik masyarakat menjadikan santri sebagai panutan. 


Akhlak mulia tersebut tidak sekadar bisa dilihat dari perilaku santri, tapi juga tutur katanya yang lembut dan sopan. Hal ini menurut Atjeng Wahid mencerminkan ilmu yang mereka peroleh, sehingga masyarakat akan mudah mengikuti dan memahami agama dari yang disampaikan para santri.

 
"Santri menjadi kitabnya masyarakat awam, karena masyarakat menyukai tutur kata dan perilaku para santri. Sehingga ketika para santri menyampaikan pemahaman agama akan utuh karena melihat sikap dan perilaku para santri yang dipandang oleh masyarakat memiliki ilmu agama," ujarnya di aula Pondok Pesantren Fauzan I Kp. Fauzan 05/05 Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi, Garut, Jawa Barat, Ahad (19/6/2022). 

 
Dalam peringatan haul tersebut, hadir sesepuh sesepuh Pondok Pesantren Salaman Fauzan III sekaligus Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sesepuh Pondok Pesantren Al Faaizin KH Aceng Sasan Muhammad Hasan, Sesepuh Pondok Pesantren Bidayatul Faizin Fauzan V sekaligus Wakil Rais PCNU Garut KH Aceng Nunur Qodir Nasrul Qodir. 


Tampak pula Sesepuh Pondok Pesantren Mambaul Faizin Fauzan IV KH Aceng Dudum Abdussalam, Sesepuh Pondok Pesantren Mukhtarol Faizin Fauzan VII KH Aceng Bubuh Ahmad Hasbullah, serta ribuan santri dan masyarakat yang ikut hadir dalam peringatan haul tersebut.


Kontributor: Muhammad Salim
Editor: Syamsul Arifin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×