Daerah

Santri Nuris Jember Temukan Kandungan Etanol di Limbah Tembakau

Ahad, 13 Desember 2020 | 09:11 WIB

Santri Nuris Jember Temukan Kandungan Etanol di Limbah Tembakau

Tegar Ramadani (tengah) bersama tim SMA Nuris Jember, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Jember, NU Online
Jember dikenal sebagai kota tembakau. Hal ini tercermin di logo Pemerintah Kabupaten Jember yang terpasang gambar daun tembakau.


Penjajah Belanda juga tertarik dengan tanaman yang satu ini. Buktinya masih banyak gudang tembakau peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh. Bahkan hingga saat ini, warga negara Belanda masih datang ke Jember untuk transaksi tembakau dengan pengusaha.


Walaupun saat ini semangat petani tidak seperti dulu dalam menanam tembakau karena harganya sering anjlok, namun masih banyak masyarakat yang berminat menanam tanaman tersebut.


Selama ini, yang bisa dimanfaatkan dari tembakau adalah daunnya sebagai bahan baku utama rokok baik jenis kretek maupun cerutu. Sedangkan batangnya, dibiarkan jadi limbah di sawah, terkadang dimanfaatkan oleh warga untuk kayu bakar.


“Padahal setelah kami teliti, ternyata batang tembakau mengandung etanol,” ujar Tegar Ramadani membuka percakapan dengan NU Online di kompleks Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad (13/12).


Tegar Ramadani bersama M. Nidhor Fairuza, dan Alya Nur Karimah adalah murid SMA Nuris Jember yang meraih juara 1 dalam  Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) FUTURA 2020 National Scientific Paper and Essay Competition di Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.


Menurut Tegar, secara global keberadaan sumber energi fosil semakin lama semakin berkurang. Cadangan energi fosil terbatas, sementara kebutuhan industri terhadap energi tersebut terus membengkak seiring kian bertambahnya jumlah manusia.


“Bahkan menurut Kementerian ESDM bahwa sumber energi minyak bumi di Indonesia diperkirakan hanya mampu diolah sampai 12 tahun ke depan,” tambahnya.


Kondisi tersebut, tentu tidak bisa dibiarkan dan harus dicarikan solusinya. Sebab energi minyak adalah kebutuhan pokok industri sekaligus manusia secara tidak langsung. Hampir tidak ada industri yang tidak membutuhkan bahan bakar minyak. Kenyataan ini, mendorong Tegar dan kawan-kawan mencari alternatif dengan menggali sumber energi terbarukan.


“Limbah batang tembakau, cukup bagus kandungan etanolnya sebagai pengganti energi fosil, juga ramah lingkungan,” terangnya.


Tegar menegaskan, sesuai dengan hasil eksperimen yang diuji coba di laboratorium IPA SMA Nuris Jember, kandungan etanol batang tembakau mencapai 40 persen lebih. Jika itu dicampur dengan etanol pada daun nanas yang mencapai lebih dari 60 persen, maka akan menghasilkan etanol yang lebih baik dan sempurna untuk bahan bakar.


“Limbah batang tembakau cukup banyak, daun nanas juga banyak, tinggal bagaimana pihak-pihak terkait untuk mengembangkan ini guna mencari pengganti energi fosil,” pungkasnya.


Tim peneliti/penulis karya ilmiah SMA Nuris Jember tidak hanya mendapat  juara juara 1, tapi juga meraih predikat presentator terbaik di ajang bergengsi tersebut.


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin