Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Sebotol Beras dan Mi Instan, IPNU-IPPNU di Sumenep Bantu Pangan Warga

Sebotol Beras dan Mi Instan, IPNU-IPPNU di Sumenep Bantu Pangan Warga
IPNU-IPPNU Pragaan Sumenep memiliki cara berbeda dalam menghimpun kebutuhan pangan bagi warga. (Foto: NU Online)
IPNU-IPPNU Pragaan Sumenep memiliki cara berbeda dalam menghimpun kebutuhan pangan bagi warga. (Foto: NU Online)
Sumenep, NU Online
Akhirnya, status Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang awalnya berada di zona hijau menjadi zona merah. Hal tersebut seiring dengan ditemukannya empat orang yang diketahui positif Covid-19. 
 
“Tambahan positif Covid-19 di Jatim sebanyak 28 orang. Sehingga total warga Jatim yang terjangkit Covid-19 menjadi 690 orang,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono kepada sejumlah media beberapa waktu berselang. 
 
Melihat realita ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep akhirnya melakukan beberapa langkah kongkret. Di antaranya memperketat pencegahan yang salah satunya dengan pemberlakuan gerakan pembatasan gerak sosial. 
 
Namun demikian, aturan tersebut tentu saja berdampak pada ekonomi yang sangat besar, terutama pada masyakarakat yang mengandalkan penghasilan harian. Semakin banyak warga beraktivitas di rumah, maka akan kehilangan sumber penghasilan.
 
 
Berangkat dari hal ini, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pragaan melakukan gerakan 1 botol beras dan mi instan kepada setiap anggota.
 
Jalaluddin, Ketua PAC IPNU Pragaan menegaskan bahwa kegiatan sebagai salah satu antisipasi terhadap dampak Covid-19.
 
"Yang paling rentan mendapat dampak wabah ini adalah kaum mustadlafin. Karena mereka minim akan ketersediaan pekerjaan akibat pembatasan interaksi sosial,", kata Jalaluddin, Ahad (26/4).
 
Dalam pandangannya, gerakan dilakukan untuk membangun kesadaran kepada para pelajar untuk saling berbagi dan membantu kalangan lemah.
 
"Apalagi sekarang bulan puasa, di mana Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk saling membantu, menolong, dan berbagi kepada orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
 
Agar gerakan ini mendapat perhatian dan dapat dilaksanakan dengan optimal, dikeluarkanlah surat imbauan kepada seluruh kepengurusan di bawah yakni Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU se-Kecamatan Pragaan. Yakni selama sepekan, gerakan menyumbanglam 1 botol beras dan mi instan disampaikan kepada koordinator.
 
"Alhamdulillah rekan-rekanita IPNU-IPPNU di Pragaan kompak dalam gerakan tersebut, dengan banyaknya beras dan mi di sekretariat. Hal ini membuktikkan bahwa IPNU-IPPNU memiliki rasa kemanusiaan,"  kata Ainul Yakin selaku Komandan CBP Pragaan.
 
Dirinya menegaskan bahwa beras dan mi yang terkumpul ini akan diserahkan kepda tim Gugus Tugas (Gugas) NU Peduli Covid-19 MWCNU Pragaan untuk disalurkan kepada orang yang membutuhkan.
 
"Kurang lebih 50 kg dan 2 kardus mi instan kami berikan secara simbolis kepada ketua koordinator ketahanan pangan Gugas Covid-19 Pragaan, yakni Kiai Muhris Baharun," pungkasnya.
 
 
Kontributor: Firdausi
Editor: Ibnu Nawawi
 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×