Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Penderita Diabetes Perlu Perhatikan 6 Hal Ini saat Berpuasa

Penderita Diabetes Perlu Perhatikan 6 Hal Ini saat Berpuasa
Ilustrasi diabetes.
Ilustrasi diabetes.

Jakarta, NU Online

Diabetes merupakan salah satu suatu gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan ciri-ciri tingginya kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kendati demikian, glukosa yang tidak diserap sel tubuh dengan baik dan menumpuk di dalam darah dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Lantas, apakah orang dengan penyakit diabetes diperbolehkan untuk berpuasa?

 

Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) dr HM Zulfikar As’ad menerangkan bahwa penderita diabetes harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengikuti berpuasa.

 

“Secara objektif harus periksa ke dokter untuk mengetahui sejauh mana kira-kira kemampuan fisik untuk berpuasa atau tidak. Dengan mengetahui secara objektif dari hasil lab dan sebagainya, maka setelahnya anjuran dokter bisa diikuti,” kata dr Zulfikar As’ad saat dihubungi NU Online, Ahad (10/4/2022).

 

Lebih lanjut, dokter yang akrab disapa Gus Ufik ini menjelaskan bahwa penting bagi penderita diabetes untuk memerhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka selama berpuasa. Selain itu, kebutuhan cairan harian juga harus terpenuhi dengan baik dengan mengonsumi air dan membatasi konsumsi minuman manis.

 

“Paling baik air putih memang, ya. Air putih paling netral bagi tubuh,”  terang Gus Ufik.

 

“Secara umum makan yang tidak ekstrim, tidak terlalu manis, tidak mengandung unsur yang memperparah penyakit,” imbuhnya.

 

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat enam kiat berpuasa bagi penderita diabetes. Berikut adalah 6 kita tersebut.

 

Pertama, menyegerakan berbuka dan usahakan makan sahur mendekati waktu imsak.

 

Kedua, mengonsumsi makan berbuka dan sahur dengan prinsip piring makan model T. Konsep piring makan model T terdiri dari kelompok sayuran, karbohidrat, dan protein.

 

Kelompok sayuran meliputi ketimun, labu siam, tomat, wortel, bayam. Kelompok karbohidrat terdiri dari nasi, kentang, jagung, ubi, singkong, dll. Dan kelompok protein terdiri dari ikan, telur, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, dll. Sebagai catatan, pengolahan sayur, karbohidrat, protein tidak diperkenankan menggunakan gula, garam, dan lemak yang berlebih.

 

Ketiga, makanan berbuka dapat berupa buah-buahan seperti kurma, pisang, melon, dan pepaya.

 

Keempat, penderita diabetes diperkenankan mengonsumsi makanan selingan yang tidak terlalu manis menjelang tidur.

 

Kelima, menghindari aktivitas fisik dan latihan fisik yang berlebihan.

 

Keenam, selalu berkonsultasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya selama menjalankan ibadah puasa.

 

Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editr: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Terpopuler Kesehatan

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×