Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

3 Cara Aman Mengonsumsi Daging Kambing Bagi Penderita Hipertensi

3 Cara Aman Mengonsumsi Daging Kambing Bagi Penderita Hipertensi
3 Cara Aman Mengonsumsi Daging Kambing Bagi Penderita Hipertensi
3 Cara Aman Mengonsumsi Daging Kambing Bagi Penderita Hipertensi

Jakarta, NU Online

Penderita darah tinggi sering kali pantang makan daging kambing karena dianggap menyebabkan tekanan darah tinggi. Sebab kepercayaan tersebut, penderita hipertensi memilih untuk menghindari segala macam olahan daging kambing.


Mengenai hal tersebut, Ahli Gizi dari Universitas Diponegoro, Fahmy Arif Tsani mengatakan penderita hipertensi boleh makan daging kambing. Ia juga membagikan cara aman mengonsumsi kambing, khususnya bagi penderita darah tinggi.


Pertama, bijak menggunakan bahan pelengkap hidangan. Pada pengolahannya, ia meminta agar daging kambing tidak dimasak dengan menggunakan bumbu penyedap yang berlebihan.


“Mengonsumsi daging kambing, ambillah bagian yang betul-betul daging dan pengolahannya yang bijak. Tidak berlebihan dalam natrium, santan, gula baik murni maupun kecap,” ujar Fahmy saat dihubungi NU Online, Sabtu (9/7/2022).


Kedua, bijak memilih bagian yang dikonsumsi. Menurutnya, untuk menghindari potensi hipertensi, Fahmy mengimbau masyarakat bisa memilih bagian tertentu seperti pada daging. Ia menjelaskan, daging pada kambing kaya protein dan rendah lemak. Sedangkan di bagian lain seperti jeroan mengandung tinggi kolesterol. Bagian tersebut sebaiknya dihindari.


“Otak itu tinggi sekali kolesterolnya dan dagingnya minim sekali, lebih banyak kulit. Saya sarankan ketika mengkonsumsi kambing bagian kepala itu tidak banyak. Termasuk juga jeroan yang lain entah itu di saluran pencernaan atau hati,” ungkap Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) itu.


Selain dari bagian otak, jeroan, maupun kulit tinggi kolesterol, menurut Fahmy, terkadang olahan hidangannya juga menggunakan bahan campuran yang memicu hipertensi seperti santan. Hal tersebut sebaiknya dihindari.


“Sudah tinggi kolesterol ditambah lemak dari santan jadi, “lengkap” sudah itu, ya. Dan tidak disarankan,” ujar magister lulusan Gangneung-Wonju National University, Korea Selatan itu.


Ketiga, mengonsumsi buah dan sayur. Selain memperhatikan penggunaan bumbu dan bagian pada kambing yang dikonsumsi, Fahmy menilai buah dan sayur juga memiliki andil dalam menjaga stabilitas dari rendahnya kandungan serat pada daging kambing.


“Buah sayur menjadi penyeimbang dari rendahnya serat yang ada di olahan kambing. Padahal, hipertensi itu pemenuhan seratnya harus cukup. Sehingga penyeimbangnya dengan konsumsi buah atau sayur,” pungkas Fahmy.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×