Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Dawet Minuman Tradisional Terpopuler, Ini Bahan-bahan dan Kandungan Gizinya

Dawet Minuman Tradisional Terpopuler, Ini Bahan-bahan dan Kandungan Gizinya
Dawet ayu Banjarnegera. (Foto: MyFood)
Dawet ayu Banjarnegera. (Foto: MyFood)

Jakarta, NU Online
Dawet ayu merupakan minuman khas dari Jawa Tengah, tepatnya Banjarnegara. Minuman tradisional ini bercita rasa manis dan gurih. Dawet ayu bahkan dinobatkan sebagai minuman tradisional terpopuler oleh Anugerah Pesona Indonesia pada tahun 2021.

 

Dawet juga dapat ditambahkan dengan rempah-rempah lainnya seperti dawet temulawak yang diproduksi di Purworejo, Jawa Tengah.

 

Selain awalnya di Banjarngera, dawet juga tersebar di Banyumas. Karena banyak digandrungi masyarakat, dawet dari kedua daerah ini kemudian menyebar luas. Tetapi yang justru dikenal dawet ayu khas Banjarngera.


Dari sini, pedagang dawet kini belum tentu warga asli Banjarnegara, tetapi nama dawetnya tetap dawet ayu khas Banjarnegara.


Belakangan pada tahun 2.000-an dawet ayu khas Banjarnegara bisa ditemukan di Jakarta, Medan, Bali, Lombok, bahkan di depan sebuah mal di Abepura, Papua.

 

Bahkan di Bandung diberi nama es condel meskipun bentuk dan rupanya sama persis seperti dawet, tapi bahan-bahannya berbeda. Jika dawet menggunakan tepung beras, cendol menggunakan tepung kacang hijau atau hunkwe.

 

Dikutip dari Kompas, persebaran dawet ayu didorong adanya mobilisasi massa yang terjadi pada tahun 1980-an.


Selain nikmat, es dawet ayu ternyata juga mengandung berbagai kandungan gizi dan vitamin. Mengutip laporan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, disebutkan kandungan gizi dalam 100 gram dawet antara lain, energi sebesar 878 kkal, protein 11,25 gram, karbohidrat 175,37 gram, lemak 14,9 gram, kalsium 163 miligram, fosfor 230 milligram, zat besi 2,28 miligram dan vitamin C 2 miligram.


Selain lezat dan bergizi, cara membuatnya pun relatif gampang. Bahan-bahan yang diperlukan cukup sederhana dan mudah ditemui di pasar tradisional.


Bahan-bahan pembuatan dawet:

  • 1 sdm tepung tapioka
  • 5 sdm gula pasir
  • 200 gram gula merah
  • 1/2 butir kelapa, ambil air santannya
  • 1 tetes pewarna hijau pandan
  • 1/4 sdt garam
  • 200 gram tepung beras
  • 1 liter air 


Cara membuat dawet:

  1. Masukan 1 liter air ke dalam panci, campur dengan tepung beras, tepung tapioka, dan pewarna hijau
  2. Aduk rata perlahan seraya taburi sejumput garam 
  3. Masak semua bahan sampai mengental, gunakan api kecil
  4. Setelah matang, siapkan wadah berisi air dingin. Taruh adonan di atas saringan, cetak dawet menggunakan saringan dengan cara menggosokkannya di saringan


Cara membuat kinca gula merah-santan:

  1. Rebus gula merah dan gula putih kemudian dinginkan 
  2. Rebus santan kelapa, beri sedikit garam, lalu dinginkan
  3. Sajikan dawet beras dengan santan dan rebusan gula
  4. Es dawet gula merah siap disajikan 


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×