Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Festival Tajug Bawa Semangat Pendidikan dan Pengembangan Ekonomi

Festival Tajug Bawa Semangat Pendidikan dan Pengembangan Ekonomi
Ketua Panitia Festival Tajug 2019, KH Mustofa Aqil Siroj (Foto: NU Online/Kendi Setiawan)
Ketua Panitia Festival Tajug 2019, KH Mustofa Aqil Siroj (Foto: NU Online/Kendi Setiawan)
Cirebon, NU Online
Kegiatan Festival Tajug 2019 yang diinisiasi oleh Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) bekerjasama dengan Keraton Kasepuhan Cirebon, resmi dibuka Jumat (22/11) siang. Pembukaan berlangsung di Alun-alun Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Jawa Barat.
 
Ketua Panitia Festival Tajug 2019 KH Mustofa Aqil Siroj ​​​​​​kembali menegaskan, bahwa kegiatan ini digelar berangkat dari wasiat mulia Kanjeng Sunan Gunung Jati yang paling terkenal yaitu 'Ingsun titip tajug lan fakir miskin, artinya saya titip tajug dan fakir miskin.
 
"Lewat wasiat dimaksud, Sunan Gunung Jati berpesan kepada umat Islam secara umum agar sepeninggal beliau keberadaan tajug dan fakir miskin senantiasa diopeni, dijaga, dan diperhatikan," kata kiai yang juga pengasuh Pesantren KHAS Kempek Cirebon ini.
 
Kiai Mustofa Aqil Siroj juga menegaskan bahwa menjaga tajug adalah simbol peribadatan dan kependidikan; sedangkan menjaga fakir miskin melambangkan menjaga perkenomian masyarakat.
 
"Tajug artinya masjid kecil dan gunungan vertikal dengan Allah; dan fakir miskin adalah simbol bahwa beragama. Bukan semata untuk kepentingan diri sendiri, tapi juga bagaimana menebar kemaslahatan bagi manusia," ungkapnya.
 
Dengan demikian, adanya penyelenggaraan Festival Tajug sebagai upaya LTM PBNU untuk menjaga negara karena membawa semangat mengupayakan ekonomi dan pendidikan yang terbaik. Hikmah lainnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat kesadaran lebih antara dunia dan akhirat, antara pejabat dan ulama; serta menyadarkan bahwa kita mempunyai budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
 
"Sesepuh dahulu telah berjuang habis-habisan, ber-taqarrub ilallah melalui tajug dan mensejahterakan fakir miskin melalui program-program yang diadakan di tajug," tegasnya.
 
Karena itu, Festival Tajug juga diwarnai dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan takmir, dai, dan khatib nasional; qori roadshow, bersih-bersih masjid; lomba azan pitu, lomba puji-pujian, tahfidz juz 30, lomba hadrah, lomba video tentang kemasjidan, dan lomba kaligrafi.
 
Festival Tajug 2019 merupakan penyelenggaraan kedua setelah dilakukan agenda yang sama pada tahun lalu. Pembukaan Festival Tajug dihadiri juga oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pembukaan ditandai dengan penabuhan beduh oleh Wapres KH Ma'ruf Amin. Festival Tajug akan berlangsung hingga Ahad (24/11). Di lokasi juga digelar Tajug Expo yang diikuti puluhan pelaku UMKM dan lembaga serta Banom NU.
 
Kontributor: Adrian Fauzi Rahman
Editor: Kendi Setiawan


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×