Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Jamaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan dan Tidak Memaksakan Diri

Jamaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan dan Tidak Memaksakan Diri
Ilustrasi berhaji.
Ilustrasi berhaji.

Jakarta, NU Online
Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) dr H Zulfikar As’ad mengimbau para jamaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan. Salah satunya dengan tidak memforsir diri saat beribadah di Tanah Suci.


“Jangan sampai memaksakan diri,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online, Sabtu (11/6/2022).


Islam, kata dia, mengajarkan untuk senantiasa memelihara kesehatan. Menjaga kondisi fisik tetap prima merupakan amanah yang harus dijaga.


“Jangan mentang-mentang sedang haji kemudian tidak mengenal waktu dalam beribadah,” kata dokter yang akrab disapa Gus Ufik ini.


“Sehingga badan kita ketika melaksanakan ibadah tersebut dapat menjalankan dengan baik semuanya,” imbuhnya.


Maka itu, ia menyarankan jamaah untuk bisa menyesuaikan waktu beribadah. Penyesuaian waktu ibadah tersebut ditujukan guna menghindari potensi terjadinya gangguan kesehatan yang tidak diinginkan selama beribadah.


“Cari waktu yang paling nyaman untuk diri kita. Kita yang paling tahu kondisi fisik masing-masing,” ungkapnya.


Batasi aktivitas
Terpisah, Kementerian Agama juga mengimbau para jamaah untuk membatasi aktivitas, utamanya di luar ruangan. Pasalnya, suhu cuaca di Arab Saudi saat ini dilaporkan mencapai 46 derajat celsius dan 29 derajat celsius pada dini hari.


Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Pusat (PPIH), Akhmad Fauzin, mengatakan bahwa upaya yang perlu dilakukan jamaah saat beraktivitas di luar ruangan adalah melengkapi diri dengan alat pelindung dan memakai alas kaki. 


“Perlu diketahui dalam beberapa hari ini terdapat jamaah haji yang telapak kakinya mengelupas akibat berjalan di sekitar Masjid Nabawi yang cuacanya begitu panas,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemenag.


Selain itu, jamaah juga diminta untuk memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi vitamin, makan tepat waktu, serta mencukupi waktu tidur.


Perlu diketahui, suhu di Arab Saudi pada puncak musim haji tahun ini diprediksi bisa mencapai 50 derajat celsius. Suhu tersebut terbilang cukup ekstrem bagi jamaah haji Indonesia.


Untuk menghadapi cuaca ekstrem tersebut, sedikitnya terdapat lima cara yang dapat dilakukan. Pertama, memperbanyak minum air putih. Kedua, memperbanyak konsumsi buah. Ketiga, mengatur waktu ibadah. Keempat, meminta pendampingan petugas kesehatan saat kurang fit. Kelima, menggunakan alat pelindung diri.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×