Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Kesan dan Kenangan Masduki Baidlowi tentang Gus Dur

Kesan dan Kenangan Masduki Baidlowi tentang Gus Dur
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Foto: dok NU Online)
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Foto: dok NU Online)

Jakarta, NU Online
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU) masa khidmah 2015-2021, Masduki Baidlowi menceritakan kesan dan kenangannya terhadap sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).


"Gus Dur itu tidak pernah bisa melupakan saya sebagai wartawan dulu di zaman Orde Baru. Saya pindah dari Tempo ke Editor, kemudian kita tahu Tempo dan Editor itu dibredel. Sebelum itu saya termasuk yang menggagas apa yang disebut tradisi di dalam majalah Editor itu ada istilahnya man of the year," ujar H Masduki Baidlowi dalam tayangan Kenangan Masduki Baidlowi degan Gus Dur di akun Youtube NU Online diakses Sabtu (8/1/2022).


Cak Duki, begitu ia sering disapa, lebih lanjut menjelaskan bahwa man of the year adalah menokohkan satu orang yang dianggap fenomenal dan memiliki gagasan besar sehingga layak untuk dijadikan tokoh.

 

"Nah salah satu tokoh yang kita perjuangkan itu adalah Gus Dur. Dan ketika saya memperjuangkan itu berhasil di dalam sidang redaksi (majalah Editor). Pertarungannya sangat sengit, banyak orang enggak setuju. Tapi saya memperjuangkan bagaimana agar Gus Dur dijadikan man of the year. Ketika itu disetujui maka kemudian kaver dan pembahasan utama majalah Editor itu bagaimana gagasan-gagasan Gus Dur. Ketika itu kemudian terbit ramai," ujarnya.


Cak Duki lalu menceritakan, di akhir tahun majalah Editor mengadakan acara di sebuah hotel bintang lima, sementara acara itu juga mengundang Gus Dur untuk diberikan penghargaan, piala, piagam, dan semacam uang pembinaan. Dari situlah, kata Cak Duki, Gus Dur selalu ingat tentang dirinya.

 

"Itu salah satu kenangan saya dengan Gus Dur. Itu kenangan pertama dari Gus Dur," kata Cak Duki.

 

Selain kenangan itu, Cak Duki juga mengaku memiliki kenangan lainnya yang menurut Cak Duki lebih banyak berhubungan dengan masalah-masalah dan cerita soal kewalian Gus Dur. "Sangat banyaklah cerita mengenai itu. Ya saya pernah dapat cerita, tapi ini tidak langsung dari Gus Dur. Saya dapat cerita dari Almarhum Gus Nu'man Pati," ujarnya.

 

Masduki Baidlowi juga mengatakan bahwa dirinya sering mengkonfirmasi kepada Gus Dur perihal kewalian Gus Dur. "Gus, kok banyak orang percaya Sampean (Anda) itu wali gimana Gus? Saya sampai tanya dua kali, dan Gus Dur menjawab 'Enggak tahu orang-orang," cerita Cak Duki.


Karena itu, menurut Cak Duki, Gus Dur ketika menjawab selalu disesuaikan dengan siapa dia sedang berbicara.

 

"Kalau tipe saya seorang wartawan yang menanyakan banyak hal mengkonfirmasi, ya dialognya sangat rasional, kalau enggak ya enggak. Itulah Gus Dur, saya awal mulanya ketika itu ya memang apa yah rasional, kewartawanan lah, membawa saya untuk bertanya-tanya yang macam-macam kepada Gus Dur. Tapi setelah itu saya percaya bahwa Gus Dur itu wali setelah beliau wafat," papar Cak Duki.

 

Kontributor: Malik Ibnu Zaman
Editor: Kendi Setiawan

 


 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×