Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ketika Pendekar Pagar Nusa 'Robohkan' Habib dengan Satu Langkah

Ketika Pendekar Pagar Nusa 'Robohkan' Habib dengan Satu Langkah
Pendekar Pagar Nusa, H Zainal Suwari. (Foto: NU Online)
Pendekar Pagar Nusa, H Zainal Suwari. (Foto: NU Online)

Pelalawan, NU Online

Saat pelantikan Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, hadir seorang habib dan ulama sufi dari Tunisia, Mazen Syarif. Dia merupakan pendekar yang ahli berbagai macam cabang bela diri.


Dalam kesempatan itu, ia ingin bertukar pengalaman, dalam arti bertanding, dengan pendekar Pagar Nusa. Namun, karena melihat sosoknya sebagai habib dan ulama yang ahli tasawuf, para pendekar Pagar Nusa merasa sungkan dan tidak ada yang berani.


Ketua Umum PP PSNU Pagar Nusa Muhammad Nabil Haroen menunjuk Majelis Pendekar H Zainal Suwari untuk melayani permintaan habib yang juga penasihat keamanan negaranya itu. Atas permintaan itu, akhirnya ia mau turun gelanggang.


Dengan tiga langkah saja, Syekh Mazen sudah menjatuhkan atau merobohkan salah satu anggota Majelis Pendekar PP PSNU Pagar Nusa itu.

 

“Beliau menggunakan jurus ular. Beliau menjatuhkan saya itu dengan tiga langkah,” cerita Suwari kepada NU Online pada Ahad (16/1/2022).


Setelah itu, Suwari meminta agar bergantian, ia yang berupaya untuk menjatuhkan Syekh Mazen dan siap menerima serangan pertama. “Ya biar tahu bagaimana silat Pagar Nusa,” ujar pria asal Bangil, Jawa Timur itu.


Ketika ulama Tunisia itu menyerang, Suwari dengan hanya satu langkah saja sudah mampu menjatuhkannya hingga menyebabkan kakinya terkilir. “Ya namanya habib, saya langsung meminta maaf, ampun dan lain-lain,” kata pria yang belajar bela diri silat sejak kelas 2 SD itu.


Tentu saja, Syekh Mazen kaget dengan kejadian tersebut. Ia tidak menyangka mampu dijatuhkan hanya dengan satu langkah saja. “Mungkin itu hanya suatu kebetulan saja,” kata Suwari tawadhu.


Pada awalnya, ia ingin mengirim 10 santrinya untuk belajar. Namun dengan peristiwa itu, Syekh Mazen meminta Pagar Nusa untuk dapat datang ke Tunisia dan melatih bela diri di sana. Hanya saja, keinginan tersebut sampai sekarang belum terwujud.


Suwari berpesan kepada seluruh anggota Pagar Nusa untuk giat berlatih. Sebab, Pagar Nusa tidak membutuhkan kuantitas, melainkan kualitas anggotanya. Pun untuk menjadi atlet bela diri yang profesional, giat berlatih menjadi modal utama.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×