Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

KH Dian Nafi akan Dimakamkan di Pesantren Al-Muayyad Windan Surakarta

KH Dian Nafi akan Dimakamkan di Pesantren Al-Muayyad Windan Surakarta
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU), KH M Dian Nafi' (Foto: istimewa)
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU), KH M Dian Nafi' (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online 

Nahdlatul Ulama berkabung dengan berpulangnya KH M Dian Nafi', Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU).


Almarhum wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta pada Sabtu (1/10/2022) pukul 18.48 WIB.


Anggota RMI PBNU Hatim Ghazali mengabarkan, bahwa jenazah Kiai Dian Nafi' disemayamkan di PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta pada Sabtu (1/10/2022) malam.


Dari PBNU, jenazah dibawa ke Pondok Pesantren Popongan, Klaten, Jawa Tengah pada pukul 00.00 WIB untuk dishalatkan di sana. Pesantren Popongan merupakan tempat asal istrinya, Nyai Hj Murtafiah Mubarokah. Pesantren Popongan juga menjadi tempatnya belajar. Ia mengaji kepada KH Muhammad Salman Dahlawi yang kemudian menjadi ayah mertuanya.


Setelah dari Popongan, almarhum juga akan dishalatkan di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan, Surakarta, Jawa Tengah. Pesantren ini tempatnya menuntut ilmu sejak tsanawiyah. Sampai kemudian oleh gurunya, KH Abdul Rozaq Shofawi, almarhum ditunjuk untuk membuka dan mengembangkan Pondok Pesantren Al-Muayyad di Windan, Sukoharjo.


Dari Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, jenazah Kiai Dian akan dibawa dan dimakamkan di pesantren yang diasuhnya, yaitu Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pemakaman akan dilaksanakan pada Ahad (2/10/2022) ba'da uhur sekitar pukul 13.00 WIB.


Kiai Dian wafat dalam usia 58 tahun. Almarhum lahir di Sragen pada 4 April 1964 M. Kota tersebut merupakan tempat ayahnya, KH Ahmad Djisam, mengembangkan Pondok Pesantren An-Najah, tepatnya di Gondang.


Kiai Dian Nafi' tidak hanya terjun dalam dunia pesantren. Lebih dari itu, almarhum juga aktif berupaya menyelesaikan beragam konflik yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Ia terlibat dalam Tim Independen Rekonsiliasi Ambon (TIRA), Tim Pemberdayaan Masyarakat Pasca-Konflik (TPMPK) Maluku Utara, dan lembaga-lembaga lainnya seperti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjahmada, Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian (PSPP) Yogyakarta, Pusat Pemberdayaan untuk Rekonsiliasi dan Perdamaian (PPRP) Jakarta, Crisis Centre Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, hingga Common Ground Indonesia.


Keterlibatannya yang cukup jauh di bidang itu membawanya pernah mengikuti berbagai kegiatan internasional, seperti Disaster Management Training di Africa University Zimbabwe, Education in Religion for Communitiy Consultation di Agia Napa, Siprus (2001), Asia Africa People Forum di Kolombo (2003), Indonesia Pesantren Program di Amherst, Massachusetts, USA (2003), dan Summer Peace Building Institute di Harrisonburg, Virginia, USA (2005).


Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×