Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Khofifah Indar Parawansa Beberkan Tiga Cara Dakwah Lawan Radikalisme

Khofifah Indar Parawansa Beberkan Tiga Cara Dakwah Lawan Radikalisme
Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok NU Online)
Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok NU Online)

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU), Hj Khofifah Indar Parawansa, membeberkan tiga cara berdakwah melawan paham radikal. Ketiganya yaitu bil hikmah (kearifan atau kebijaksanaan), bil-mauidlatil hasanah (dengan tutur kata yang baik), dan wa jadilhum billati hiya ahsan (berdebat dengan cara yang paling indah, tepat dan akurat).


“Jadi, sesungguhnya tiga hal inilah yang hendaknya dilakukan ketika kita berdakwah. Dan referensinya adalah Al Qur’an,” kata Khofifah saat menyampaikan sambutan di acara Majelis Taklim Cegah Radikalisasi di Jakarta, Rabu (15/12/2021).


Secara khusus, ia memaparkan satu persatu makna dari ketiga metode dakwah tersebut. Dakwah bil hikmah berarti menyampaikan dakwah dengan terlebih dulu mengetahui tujuannya dan mengenal secara benar dan mendalam orang atau masyarakat yang menjadi sasarannya.
 


“Prosesnya itu bukan menggunakan kekerasan, bukan juga menggunakan senjata. Jadi, pertama bil hikmah dengan proses yang bijak di antara kita semua,” papar Gubernur Jawa Timur ini.


Lalu, lanjut dia, dakwah bil-mauidlatil hasanah yakni memberi kepuasan kepada jiwa seseorang atau komunitas yang menjadi sasaran dakwah. Hal itu dengan cara-cara yang baik, seperti memberi nasihat, pengajaran, serta teladan yang positif.


“Itu semua dilakukan dengan memberikan contoh yang baik. Baik itu yang tertuntun lewat lisan maupun pergerakan,” terang Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur ini.


Sementara itu, dakwah mujadalah billati hiya ahsan menurut Khofifah adalah dakwah yang dilakukan dengan cara bertukar pikiran (dialog), sesuai kondisi masyarakat setempat tanpa melukai perasaan mereka.


“Bil mujadalah ini lewat diskusi, beradu argumentasi, sehingga ketika ada orang melakukan itu seharusnya rasional. Hal itu guna membuka ruang-ruang cakrawala, mengetahui dinamika-dinamika sistem kehidupan yang terus menerus berkembang,” jelasnya.


Oleh karena itu, selaku Ketum PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jatim dirinya mengajak para kader dan masyarakat umum  untuk membangun perspektif jihad yang rahmatan lil ‘alamin, membawa berkah bagi alam semesta, melalui ketiga metode yang telah disebutkan tadi.


“Tiga bentuk dakwah itulah yang ditempuh Nabi Muhammad saw dalam menunaikan amanat dari langit,” tutur Khofifah.


“Jadi, kalau ada idiom syiar agama Islam pakai kekerasan dan melakukan kejahatan kemanusiaan, kita semua harus bergandeng tangan untuk menolak itu,” sambungnya.


Kontributor: Syifa Arrahmah
Editor: Mushtofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×