Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Mengenal Rika Maria, Kepala MTsN 10 Tanah Datar yang Multitalenta

Mengenal Rika Maria, Kepala MTsN 10 Tanah Datar yang Multitalenta
Kepala Madrasah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tanah Datar, Sumatera Barat, Rika Maria (tengah) bersama siswanya menunjukkan salam literasi. (Foto: Istimewa).
Kepala Madrasah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tanah Datar, Sumatera Barat, Rika Maria (tengah) bersama siswanya menunjukkan salam literasi. (Foto: Istimewa).

Jakarta, NU Online

“Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan, syukuri, dan gunakan dengan baik kelebihanmu, terima dengan bijak kekuranganmu.” Ini adalah prinsip utama yang jadi pedoman Rika Maria, Kepala Madrasah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tanah Datar, Sumatera Barat. 

 

Perempuan kelahiran 7 Juli 1981 itu mengaku sejak kecil terinspirasi oleh ibunya yang berprofesi sebagai seorang pendidik sekolah dasar (SD). Dari ibunya inilah, Rika Maria belajar tentang kedisiplinan dan keingintahuan akan segala hal berbasis pengetahuan, termasuk organisasi.  

 

"Bermula setelah menamatkan pendidikan dasar 6 tahun, saya melanjutkan pendidikan ke jenjang madrasah, tepatnya pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Sungayang, di MTsN ini saya mulai mengenal kegiatan berorganisasi, mulai terlibat dalam kepengurusan OSIS dan juga aktif di kegiatan kepramukaan serta mulai juga mengikuti berbagai kompetisi dan pengembangan bakat serta minat peserta didik," ujarnya kepada NU Online

 

Usai menempuh pendidikan tingkat menengah, guru yang berdomisili di Jalan Botia-Botia, Desa Balai Diateh, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, itu melanjutkan jenjang pendidikannya di  MAN 1 Tanah Datar yang jaraknya juga tidak begitu jauh dari MTsN Sungayang. Saat di MAN 1, Rika Maria terus mengasah dan mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui organisasi. Meskipun aktif berorganisasi, namun ia tak lantas menomorduakan bidang akademik bahkan maupun non akademik. 

 

"Saya selalu dimotivasi oleh orang tua untuk berprestasi dalam bidang akademik. Alhamdulillah dengan ikhtiar dan doa, prestasi sademik dan non akademik bisa saya raih. Ini dibuktikan dengan prediket juara 1 di MAN 1 Tanah Datar yang saya peroleh sampai menamatkan pendidikan, begitu juga berbagai lomba non-akademik yang saya ikuti seperti MSQ, puisi, pidato dan kepramukaan sehingga mengantarkan saya mengikuti Raimuna Nasional di Cibubur Jakarta," katanya. 

 

Rasa belum puas menuntut ilmu membuat Rika bersemangat melanjutkan pendidikan Strata 1 dan memilih  IAIN Imam Bonjol Padang (sekarang UIN Imam Bonjol Padang) Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) tepatnya tahun 1999 yang hanya butuh waktu 3,5 tahun untuk lulus dan dengan hasil yang memuaskan. 

 

"Saya berhasil menyelesaikan studi kurang dari 4 tahun sebagai lulusan/wisudawan terbaik dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol Padang tahun 2003 dengan IPK mencapai 3.91," jelasnya.  

 

Tak ingin menyia-nyiakan waktu, usai lulus, kemudian langsung melanjutkan studi Magister dengan fokus pendidikan Islam di kampus yang sama. Setahun kemudian di sela-sela proses menyelesaikan strata-2, tahun 2005 Rika Maria mencoba peruntungan mengikuti tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI dan dinyatakan lulus kemudian ditugaskan di MAN 1 Tanah Datar, sekolahnya dulu. 

 

Tugas menjadi guru di MAN 1 Tanah Datar menjadi bekal untuk mematangkan diri karena saat itu selain mengajar mata pelajaran Aqidah Akhlak juga diamanahi sebagai Wakil Kepala Bidang Humas dari tahun 2007 sampai tahun 2014. Selain itu juga berkesempatan untuk meneruskan hobi berorganisasi baik di lingkup madrasah, kecamatan hingga provinsi. 

 

Sebagai pendidik, Bu Rika, demikian disapa, senantiasa membuat suasana kelas menyenangkan serta berupaya membuat kelas menjadi interaktif antara guru dan murid.  

 

"Tujuannya menciptakan komunikasi segala arah yang tidak terpusat hanya kepada pendidik, melainkan memberikan kesempatan besar kepada peserta didik aktif dan kreatif sehingga mengikuti pembelajaran dengan asyik dan menyenangkan," imbuhnya. 

 

Bu Rika juga mengembangkan beragam inovasi dalam pembelajaran agar siswa didik bersemangat untuk mengikuti proses belajar. Dari  ide-ide kreatif dalam aktivitas belajar-mengajar, dia pun akhirnya ikut serta dalam lomba kreasi model pembelajaran dan meraih juara 1 tingkat Provinsi Sumatera Barat. 

 

Tidak hanya kreatif di bidang model pembelajaran, Bu Rika juga memiliki kemampuan lebih di bidang pembawa acara (MC) baik acara formal maupun non-formal. Dia pun sering kali menjadi pemandu acara pada acara tingkat kabupaten, provinsi dan juga acara pernikahan. 

 

Dari beberapa capaian prestasi serta sosoknya yang multitalenta, Bu Rika diangkat sebagai Kepala MTsN Sungayang, atau sekarang MTsN 10 Tanah Datar oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten saat itu tepatnya tahun 2014. MTsN 10 adalah lembaga pendidikan tempat Bu Rika menuntut ilmu tahun 1994 hingga 1996, atau 20 tahun sebelum dia dilantik. 

 

"Menjadi kepala madrasah dengan status perempuan sekaligus kepala madrasah termuda tentunya menjadi tantangan cukup besar bagi saya, ditambah lagi dengan pandangan-pandangan negatif serta tantangan dari sebagian orang yang berpikiran singkat tak membuat saya menjadi lemah dan berputus asa. Dengan status sebagai kepala madrasah yang baru, serta melaksanakan pekerjaan yang baru pula, menuntut saya untuk belajar lebih banyak lagi, bagaimana teknik memimpin sebuah madrasah," imbuhnya. 

 

Tantangan-tantangan yang dihadapi sebagai kepala madrasah semakin membuatnya bersemangat untuk mengembangkan diri dan juga memberi semangat kepada seluruh rekan-rekan guru yang bertugas di sekolah yang dipimpinnya untuk maju bersama.  

 

"Kekeluargaan, itulah semangat yang saya gaungkan dan kedepankan di awal saya menjabat menjadi kepala madrasah. Kepada rekan-rekan kerja saya di Madrasah saya selalu sampaikan bahwa sukses sejati adalah saat kita bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan kita apa adanya dengan penuh syukur," ungkap Bu Rika. 

 

Setelah tumbuh dan terbentuknya semangat kekeluargaan, serta membentuk tim work
yang sesuai dengan berbagai program yang akan dilaksanakan bersama, Bu Rika fokus pada prioritas program untuk pengembangan madrasah serta membuat lembaga pendidikan yang dipimpinnya maju serta memberikan suasana nyaman dalam proses belajar dan mengajar. Ketika semua yang berhubungan dengan madrasah dilibatkan dalam proses berlangsungnya pendidikan, jelas hal ini bisa menjadi penunjang keberhasilan. 

 

Setelah aspek kenyamanan, kondusifitas serta tumbuhnya rasa memiliki semua stakeholder di madrasah telah tercipta, maka peningkatan sumber daya manusia menjadi aspek yang perlu ditingkatkan. Untuk hal ini, Bu Rika memulai dari dirinya sendiri dengan aktif sebagai Ketua Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) Kabupaten Tanah Datar. 

 

"Tanggung jawab ini membuat saya harus memotivasi diri, dan semuanya untuk andil dalam menggerakkan literasi, salah satunya dengan memotivasi menulis. Alhamdulillah saya rutin menulis yang saya wujudkan melalui karya buku, jurnal, pantun, puisi dan tulisan lainnya," ujarnya. 

 

Berkat inovasi dan kreativitas yang dilakukannya untuk memajukan MTsN 10 Tanah Datar, pada tahun 2021 lalu, Bu Rika mendapatkan penghargaan sebagai  juara I tingkat Provinsi Sumatera Barat dalam lomba Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tingkat provinsi Sumatera Barat.

 

Tak hanya dirinya, dikutip dari portal kabardaerah, di bawah pimpinan Rika Maria, MTsN 10 Tanah Datar dinobatkan sebagai madrasah terbaik yang berada di Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Penobatan ini didasarkan pada keberhasilan MTsN 10 mendulang serentetan prestasi baik, oleh kepala madrasah, pendidik, maupun prestasi yang diraih oleh peserta didik.

 

Dari serentetan prestasi tersebut, MTsN 10 Tanah Datar menerima penghargaan madrasah Adiwiyata tingkat provinsi dan pada tahun ini  menjadi Madrasah Adiwiyata Nasional, selain itu juga madrasah Ramah Anak dan Madrasah Riset serta pernah meraih Juara 1 Lomba UKS Tingkat Kabupaten Tanah Datar.

 

Banyak juga peserta didik di madrasah ini yang mendapatkan prestasi mulai tingkat lokal, regional bahkan nasional. Di antara prestasi yang diperoleh adalah: Juara 1 lomba Puisi tingkat Sumatera barat, Juara 1 Kompetisi Robotik Sumo tingkat Sumatera Barat, Juara 1 Lomba “Mading” Tingkat Sumbar, juara 1 Lomba Penulisanan Artikel dan Karya Ilmiah, Juara 1 Solosong Putra dan Putri”, Juara 1 Nasyid, Juara 1 Story telling tingkat Sumatera Barat.

 

"Semua prestasi tersebut tidak lepas berkat kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas dari semua stakeholders dari warga madrasah," pungkasnya.

 

Penulis: Nidlomatum MR
Editor: Zunus Muhammad
 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×