Nasional

MUI, Ormas Islam, dan Majelis-Majelis Agama Gaungkan Deklarasi Pemilu Damai

Ahad, 21 Januari 2024 | 13:00 WIB

MUI, Ormas Islam, dan Majelis-Majelis Agama Gaungkan Deklarasi Pemilu Damai

Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Majelis Majelis Agama di Jakarta, pada Selasa (16/1/2024). (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Majelis Majelis Agama di Jakarta, pada Selasa (16/1/2024).


Hadir dalam acara tersubut Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Basuki; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto; Ketua KPU Hasyim Asy'ari; Ketum MUI KH Anwar Iskandar; Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq A Mughni.


Hadir juga Ketum Mathla'ul Anwar, Ketum PGI Pdt Gomar Gultom; Ketum KWI, Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC; Ketum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Prof Philip K Widjaja; Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketum Matakin, Xueshi Budi Santoso Tanuwibowo.


"Selaras dengan tema yang kami usung, Silaturahim ini untuk menciptakan pemilu yang damai, jujur, adil, dan bermartabat," kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis dalam rilis yang diterima NU Online.


Kiai Cholil juga menegaskan MUI telah memutuskan untuk aktif mengawal Pemilu 2024 nanti, dalam kapasitasnya sebagai kekuatan civil society. 

 

"Alhamdulillah dan syukur kepada Allah, pimpinan harian telah memutuskan untuk aktif mengawal pemilu yang jujur, adil, damai, dan bermartabat sebagai bagian dari siyasah dauliyah," kata dia.


Penerima gelar doktoral PhD cemerlang dari University Of Malaya tersebut juga mengungkapkan langkah nyata yang akan dilakukan.


"Oleh karena itu, langkah kita adalah menggalang kerja sama antarumat beragama dan ormas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat menjelang pemilu mendatang," tutur dia sembari menambahkan pentingnya  sosialisasikan hak pilih, jaga perdamaian, dan hindari permusuhan menjelang pemilihan.

 

"Dengan tekad bulat, kita berkomitmen untuk mensosialisasikan penggunaan hak pilih sesuai hati nurani, sekaligus bersama-sama menjaga pemilu mendatang, dengan tujuan meredam konflik horizontal dan mendukung pelaksanaan pemilu yang baik, lancar, dan sukses," ujar dia.


Lebih lanjut, Kiai Cholil juga menyebut Pancasila khususnya sila pertama menjadi landasan dalam pergerakan. "Berangkat dari ajaran agama, kita mendukung nilai-nilai keagamaan berdasarkan Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi landasan pembinaan umat. Hal ini merupakan kontribusi kita bagi bangsa dan negara," kata dia. 

 

Pihaknya berharap, masyarakat akan memilih pemimpin berintegritas, bukan karena uang ataupun sentimen kesukuan. "Saya berharap, dalam pemilu tahun ini, rakyat dapat memilih pemimpin berdasarkan hati nurani, tanpa pengaruh money politics atau sentimen kesukuan, melainkan berlandaskan penilaian atas track record dan visi misi calon pemimpin," ujar dia.


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar mempimpin Deklarasi Pemilu Damai, deklarasi tersebut, diikuti sejumlah tokoh perwakilan dari ormas Islam, majelis-majelis agama, KPU, Bawaslu, TNI serta Polri turut membacakan deklarasi yang dikomandoi Kiai Anwar.

 

Deklarasi Pemilu Damai ini memuat 7 poin utama di dalamnya yaitu:

1. Berkomitmen untuk menjaga dan mengawal proses demokrasi, sesuai tahapan Pemilu 2024 agar berjalan dengan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat

2. Mengajak semua komponen bangsa untuk berpartisipasi aktif mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2024

3. Mengajak seluruh Warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan penuh tanggung jawab 

4. Mengajak semua pihak untuk ikut aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap setiap tahapan pelaksanaan Pemilu agar berjalan sesuai aturan, berlangsung secara aman, damai, jujur, adil dan bermartabat 

5. Mengajak semua Pemangku Kepentingan, Paslon, Timses, Parpol dan Elite Politik untuk bersikap sportif dan taat azas dalam berkampanye dengan tidak menjadikan konten agama dan SARA sebagai bahan kampanye negatif dan bahan candaan

6. Mendesak seluruh komponen bangsa baik Pemerintah, peserta Pemilu maupun masyarakat untuk menerima hasil Pemilu yang dilaksanakan dengan Netral, jujur, adil dan bermartabat

7. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pemilu sebagai pesta demokrasi yang menjunjung perbedaan pilihan, namun tetap menjaga persaudaraan dan persatuan


Deklarasi yang disampaikan tersebut menjadi sikap MUI beserta tokoh-tokoh yang hadir dalam Silatnas untuk berkomitmen mengawal Pemilu damai dan bermartabat.