Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ngaji Bareng Habib Jindan, Gus Baha: Tauhid itu Mudah, yang Sulit Tasyrik

Ngaji Bareng Habib Jindan, Gus Baha: Tauhid itu Mudah, yang Sulit Tasyrik
Gus Baha dan Habib Jindan.
Gus Baha dan Habib Jindan.

Jakarta, NU Online

Rais Syuriyah Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim mengungkapkan bahwa kalimat tauhid yaitu laa ilaha illallah adalah kalimat yang mudah (dipahami). Ia menganalogikan, secerdas apapun seseorang ketika disuruh melogika bahwa alam ini diciptakan oleh ketiadaan, maka tidak akan bisa.


"Ini karena sesuatu diciptakan oleh zat yang menciptakan. Jadi kalau tidak bisa memahami kalimat ini maka menjadi salahnya sendiri," hal ini diterangkan oleh Gus Baha, sapaan akrabnya dalam tayangan Youtube NU Online bertema Momentum Spesial! Gus Baha Kupas Tauhid di Depan Habib Jindan bin Novel pada Jumat (13/8/2022).


Pada acara yang diadakan di kediaman Habib Jindan itu, Gus Baha menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mudah, karena melogikanya juga mudah sekali.


"Tauhid itu mudah, yang tidak mudah itu tasyrik. Masak Fir'aun kita samakan dengan Allah? Orang yang sudah jelas mati tenggelam disamakan dengan zat yang tidak akan mati, maka ajaran tauhid itu ajaran yang benar dan mudah. Inilah cara pandang Sayyid Abdullah bin Haddad," kata Gus Baha.


Gus Baha juga menuturkan bahwa sebuah harapan akan dapat melawan kekhawatiran, karena agama Islam selalu untuk orang yang mempunyai harapan. 


"Kita kalau terlalu kuwatir semisal kita sudah shalat lima waktu tapi tetap berpikir gimana kalo masih masuk neraka? Bagaimana kalau kita sudah dekat habib dan sudah dekat para ulama' tapi masih su'ul khatimah? Maka kekhawatiran ini bisa menyebabkan fisik anda tidak kuat," paparnya.


Ia menambahkan karena rahmat Allah menjadikan agama untuk orang-orang yang punya harapan, tidak yang berputus asa. Agama ini digerakkan oleh orang yang punya harapan.


"Seperti kisah Nabi Muhammad SAW saat berdakwah dan malaikat Jilbril berkata bahwa masyarakat itu semuanya kafir. Namun Rasulullah tetap berharap jikalau bapaknya kafir bisa saja anaknya tidak akan kafir," ucap Gus Baha.


Kontributor: Afina Izzati

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×