Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pramuka Mengajarkan Hal Penting dalam Kehidupan

Pramuka Mengajarkan Hal Penting dalam Kehidupan
Tangkap layar Mabida Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Apel Besar Hari Pramuka Ke-61 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).
Tangkap layar Mabida Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Apel Besar Hari Pramuka Ke-61 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).

Surabaya, NU Online
Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) lahir pada tanggal 14 Agustus 1962. Pramuka mengajarkan hal penting dalam kehidupan yaitu mencintai sesama dan alam semesta.


Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (GP Kwarda) Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Apel Besar Hari Pramuka Ke-61 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (14/8/2022).


"Saya ingin mengutip pesan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) pada saat beliau memimpin apel Pramuka, saat beliau menjadi Presiden, beliau sampaikan begini. Sampai sekarang masih ada anggota masyarakat yang menganggap enteng Gerakan Pramuka. Padahal Pramuka justru mengajarkan hal yang paling penting dalam kehidupan yaitu mencintai sesama dan alam semesta," ujar Khofifah Indar Parawansa.


Gubernur Jawa Timur tersebut mengajak agar pendidikan lewat kepanduan Praja Muda Karana (Pramuka) bisa terus digerakkan, dan terus disemai dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan cinta alam yang luar biasa.


"Berikutnya saya ingin menyampaikan bagaimana Bapak Pandu Dunia Lord Boden Powell juga memberikan pesan. Jalan nyata menuju kebahagiaan ialah membahagiakan orang lain, berusahalah supaya kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada saat kamu tiba di dalamnya," imbuhnya.


Ia juga mengingatkan tentang pesan para sesepuh untuk juga dijadikan sebagai pelajaran, di antaranya saat bayi lahir, bayinya menangis di sekelilingnya bahagia, saat orang baik meninggalkan dunia dia meninggalkan dalam keadaan bahagia, tetapi yang ditinggalkan merasa bersedih.


"Dan itulah yang dilakukan praja muda karana hari ini ada pengabdian tanpa batas. Bagaimana kemudian pengabdian tanpa batas ini menjadi bagian dari penguat, dan pendorong ketangguhan bangsa," jelas Khofifah yang juga merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU).


Dalam kesempatan tersebut Khofifah mengajak kepada seluruh elemen strategis yang ada di Jawa Timur untuk saling membangun sinergi, dan kolaborasi yang kuat. Sehingga Jawa Timur kuat, dan Indonesia Tangguh.


"Saya terus mengajak kepada seluruh elemen strategis di negeri ini bahwa pada dasarnya Jawa Timur memiliki social capital yang luar biasa. Insyaallah jika kita terus membangun sinergi, dan kolaborasi yang kuat. Maka Jawa Timur tangguh dan Indonesia tangguh," ucapnya.


Lebih lanjut ia menjelaskan hal tersebut bersambung dengan tema HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, apabila sinergi kolaborasi maka akan cepat pulih dan akan bangkit lebih kuat.


"Pada hari ulang tahun yang ke-61 ini tentu kita semua akan bersama-sama memberikan semangat, dan doa yang luar biasa kepada seluruh Gerakan Pramuka yang ada di Jawa Timur. Saya ingin menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-61 bagi Praja Muda Karana. Dan semoga Pramuka akan semakin tangguh, semakin hebat, dan semakin berjaya," pungkasnya.


Kontributor: Malik Ibnu Zaman
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×