Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Presiden Jokowi Jelaskan Penyebab Harga Minyak Goreng Melonjak

Presiden Jokowi Jelaskan Penyebab Harga Minyak Goreng Melonjak
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Foto: Tangkapan layar)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Foto: Tangkapan layar)

Jakarta, NU Online  
Beberapa hari terakhir ini masyarakat mengeluhkan soal melonjaknya harga minyak goreng yang menjadi salah satu kebutuhan pokok dapur. Melihat hal itu, Persiden Republik Indonesia Joko Widodo menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut disebabkan harga minyak di ranah internasional yang sedang meroket.  


Menurut dia, harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang sedang melambung di tingkat internasional berdampak pada harga minyak sawit di dalam negeri.  


"Ya ini memang harga-harga itu terkerek dengan harga internasional. Misalnya, harga CPO ini naik tinggi, sehingga mengerek harga di domestik," terang Jokowi dalam acara Dialog Spesial: Seputar Jokowi Jawab Tantangan 2022 di YouTube Seputar iNews  Senin (10/1/2022).  


Dalam pemaparannya, Jokowi mengatakan, kenaikan harga sebenarnya tidak hanya dialami oleh minyak goreng, tetapi juga pada energi seperti batu bara yang mengalami kenaikan dua sampai tiga kali lipat dari sebelumnya. 


"Ini yang akan kita selesaikan nantinya, sehingga harga minyak goreng turun kembali menjadi harga normal. Tetapi kan harga internasional naik terus, termasuk (harga) energi, tidak hanya minyak, tetapi juga batu bara, semuanya naik. Dan naiknya tidak hanya 10 persen atau 20 persen, ada yang naik dua kali, tiga kali,” ujar presiden kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 itu. 


Meski kenaikan harga tersebut menjadi keluhan masyarakat, Jokowi meminta hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, pihaknya masih bisa mengendalikan urusan inflasi pada angka 1,7 persen. 


"Inilah problem yang bukan hanya negara kita, tapi juga problem global. Tapi Alhamdulillah, untuk urusan inflasi, kita masih bisa kendalikan di angka 1,7%, ini masih harus terus kita kendalikan," kata Jokowi optimis. 


Operasi pasar  

Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan bahwa untuk mengawal subsidi minyak goreng di masyarakat, pihaknya melalui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan operasi pasar dengan harapan bisa mengendalikan harga minyak. 


"Karena harga CPO di pasar ekspor sedang tinggi, saya perintahkan menteri perdagangan untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri. Sekali lagi, prioritas utama pemerintah adalah kebutuhan rakyat," tegasnya dalam Pernyataan Presiden RI di YouTube Sekretariat PresidenSenin (3/1/2022).  


Merespons mandat presiden itu, Menteri Perdagangan segera menjalankan operasi pasar. Dia melaporkan hingga Rabu (5/1/2022), pihaknya telah mengadakan operasi pasar di 47 gerai dengan menyebar 11 juta liter.  


"Saat ini kita masih mengadakan operasi pasar 11 juta liter di 47 ribu gerai modern, sekarang sudah 4 juta," katanya dalam konferensi pers, Rabu (5/1/2022)  


Selain itu, pihaknya juga telah menunjuk 5 industri untuk memproduksi minyak goreng sehingga bisa menambah ketersediaan di pasar. 


Sebagai informasi, berdasarkan pantauan NU Online melalui situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Rabu (12/1/2022), harga minyak goreng curah pada hari ini sebesar 18.600, lebih murah 100 rupiah dari hari sebelumnya dengan harga 18.700. 


Sementara harga minyak goreng kemasan bermerek 1 sebesar 20.750, lebih murah 150 rupiah dari hari sebelumnya dengan harga 20.900. Sedangkan harga minyak goreng kemasan bermerek 2 sebesar 20.450, lebih mahal 50 rupiah dari hari sebelumnya dengan harga 20.400. 


Kontributor: Muhamad Abror
Editor: Syamsul Arifin



Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya