Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Resmikan SMK Ma'arif NU Grogol, Ketum PBNU Sebut Syarat Pendidikan Bermutu

Resmikan SMK Ma'arif NU Grogol, Ketum PBNU Sebut Syarat Pendidikan Bermutu
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meresmikan Blik B SMK Ma'arif NU Grogol Jakarta Barat, Sabtu (18/12/2021). (Foto: istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meresmikan Blik B SMK Ma'arif NU Grogol Jakarta Barat, Sabtu (18/12/2021). (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan untuk menjadikan pendidikan semakin bermutu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, manhajut ta'lim atau metode pembelajaran.


“Segala ilmu pengetahuan tidak boleh ketinggalan. Terutama IT, sekalipun sebagian besar siswa-siswi kita dari para mustadl’afin, namun dari sisi kualitas dan kemampuan harus tidak boleh kalah dengan yang lain,”kata Kiai Said ketika memberikan sambutan dalam peresmian gedung baru Blok B SMK LP Ma’arif NU di Grogol, Jakarta Barat dilaksanakan secara hybrid, Sabtu (18/12/2021) dalam rilis yang diterima NU Online.


Kedua, manhajut tadris atau imlementasi ilmunya. Kata Kiai Said, percuma jika hanya ilmu, jika tidak dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kiai Said menyebut sebagaimana Nabi dan para sahabat, yang tidak hanya ta’lim tapi juga tadris.


“Apa saja yang dilakukan Kanjeng Nabi, disabdakan, dan disetujui oleh Rasulullah dipantau dan menjadi sunah Nabi, untuk mendidik umat. Seperti di pesantrenlah contohnya, setiap senior harus bisa menjadi uswah bagi yunior,” sambungnya.


Ketiga, manhajut ta’dib atau disiplin. “Lihatlah Kanjeng Nabi Adam. Beliau intelek, cendikia karena kata Al-Qur'an, Wa ‘allama adamal asma’. Ternyata Nabi Adam tidak disiplin melanggar aturan, yaitu memakan buah khuldi. Lantas Nabi Adam mendapatkan kalimatur rabbi. Kemudian diterima taubatnya. Ilmu saja tidaklah cukup, kalau tidak untuk membangun kedisiplinan. Maka jaga kualitas SMK Grogol ini juga akhlaknya,” kata Kiai  Said.


Keempat, manhajul akhlaq atau karakter. Akhlak-karakter ini, kata Kiai Said, harus menjadi perhatian utama pendidikan NU. Pengalaman membuktikan, bangsa menjadi bermartabat bukan karena agamanya. Akan tetapi akhlaknya. Para ulama juga menyampaikan seperti itu. Contoh konkretnya, negara-negara Timur Tengah.


“Mereka agamanya kuat, aqidahnya, syariatnya, dan lainnya sama dengan kita umat Islam di Indonesia. Namun tidak bermartabat. Terpecah-belah karena akhlaknya, perilakunya. Sedangkan di bagian negara lain, Jepang misalnya, martabatnya diakui, menjadi bermartabat karena punya karakter akhlak yang kuat,” ungkap Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Jakarta Selatan ini.


Kiai Said berharap, bangsa Indonesia memiliki pemahaman agama yang kuat atau religius sekaligus juga kuat akhlaknya. “Maka akan menjadi bermartabat lahir batin,” tegasnya.


Ketua LP Ma'arif PBNU KH Z Arifin Junaidi mengatakan bahwa berdirinya gedung yang diresmikan tersebut atas bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), program Kemdikbut Ristek Dikti tahun 2021, dan sumbangan dari Unisma Malang Jawa Timur. Saat ini siswa-siswi SMP-SMK Ma’arif NU Grogol berjumlah di atas 800.


“Mereka (para siswa) rata-rata kalangan menegah ke bawah. LP Ma’arif PBNU ingin menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, mampu bersaing di kehidupan dunia gelobal. LP Ma’arif NU ingin menjadi mungkin dari hal yang tidak mungkin. Yaitu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu kepada para mustadl’afin di Jakarta,” ungkap Kiai Arjuna, sapaan akrabnya.


Hadir dalam persemian tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Ketua Baznas Prof Noor Ahmad, Rektor Unisma Prof Masykuri Bakri serta para pejabat kependidikan Provinsi DKI Jakarta.


Secara virtual turut menyaksikan adalah para pengurus pusat LP Ma’arif PBNU, pengurus LP Ma'arif PWNU seluruh Indonesia, DKI Jakarta, Pengurus CabangNU Jakarta Barat, Pengurus Lembaga dan Banom-banom di lingkungan PC NU Jakarta Barat.


Ketua panitia pembangunan, Sa’idah Sakwan, mengatakan perencanaan gedung akan dibangun empat blok. Bangunan SMK Ma’arif NU berdiri empat lantai dan terdiri dari 24 ruangan di Blok B. Sementara itu, gedung SMP masih proses penyelesaian di Blok C dan D.


“Hingga kini telah selesai dua blok. Sebelumnya telah diresmikan Blok A bangunan untuk pelatihan SDM LP Ma’arif NU, Ma’arif NU Center (MNU Center) pada Maret 2020,” ujarnya.


“Hari ini, diresmikan Blok B untuk Gedung SMK Ma’arif NU, yang peletakan batu pertama pembangunan ini dilakukan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, enam bulan lalu,” sambung Sa'idah.


Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×