Nasional

Santri dan Kiai dari Berbagai Daerah Hadiri Pra-Munas Alim Ulama di Pesantren Al-Falakiyah

Ahad, 1 Maret 2020 | 05:54 WIB

Santri dan Kiai dari Berbagai Daerah Hadiri Pra-Munas Alim Ulama di Pesantren Al-Falakiyah

Pembukaan Pra Munas di Pesantren Al-Falakiyah Bogor (Foto: NU Online/Abdul Rahman Ahdori)

Bogor, NU Online
Ribuan santri dan Kiai menghadiri kegiatan Pembukaan Pra Musyawarah Nasional (Munas)  Alim Ulama di Pesantren Al-Falakiyah Pegantongan, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/3) siang. Para santri dan kiai berasal dari sejumlah daerah antara lain dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Provinsi Lampung.

Para kiai tersebut merupakan perwakilan dari lembaga batsul masail PWNU masing-masing daerah. Mereka pun akan menjadi peserta di sidang-sidang Komisi Bahtsul Masail Pra Munas Alim Ulama. 

Pantauan NU Online, para santri sudah tiba di lokasi pembukaan sejak 10.30 pagi. Terlihat pula pada pembukaan tersebut, Ketua Steering Comitte Munas Alim Ulama NU 2020 yang juga Rais Syuriah PBNU KH Ishomudin, Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi, Kiai Afifudin, tokoh sepuh NU KH Masdar Mas'udi, Kiai Nurul Yaqin, Wasekjen PBNU Andi Najmi, Pengasuh Pesantren Al-Falakiyah Bogor KH Tb Asep Zulfikor dan Wali Kota Bogor Arya Bima. 

Dalam sambutannya, Kiai Ishomudin menuturkan, PBNU menghaturkan terima kasih tak terhingga kepada pihak pesantren Al-Falakiyah karena telah bersedia menjadi tuan rumah Pra Munas Alim Ulama serta memastikan secara resmi kegiatan itu akan berlangsung di Sarang, Jawa Tengah 16 sampai dengan 19 Maret. 

Peserta pada bahtsul masail, lanjutnya, adalah para kiai yang sudah tidak diragukan lagi keilmuannya. Mereka adalah perwakilan pengurus masing-masing PWNU di seluruh Indonesia.

Di tempat yang sama, Pengasuh Pesantren Hamalatul Quran Al-Falakiyah Bogor Kiai Tb Asep Zulfiqor merasa bahagia dipilih PBNU menjadi tuan rumah pertemuan para ulama NU dari berbagai daerah. Bagi dia, Pra Munas Alim Ulama adalah kegiatan yang mulia karena di dalamnya terdapat Bahtsul Masail, menggali berbagai masalah-masalah hukum islam. 

Hasil Batsul Masail NU lanjut Kiai Asep sangat dibutuhkan dan ditunggu oleh berbagai kalangan termasuk oleh masyarakat dan pemerintah. 

Pesanteren Al-Falakiyah sudah eksis sebelum kemerdekaan Indonesia bahkan presiden pertama Ir Soekarno kerap mendatangi pendiri pesantren tersebut, KH Abdullah Falak. 

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Abdullah Alawi