Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Tujuh Tahun Terakhir, Jamaah Haji Wafat Tinggi Akibat Heat Stroke

Tujuh Tahun Terakhir, Jamaah Haji Wafat Tinggi Akibat Heat Stroke
Jamah Haji. (Foto: Kemenag)
Jamah Haji. (Foto: Kemenag)

Jakarta, NU Online
Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Budi Sylvana mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tahun 2012 – 2019, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat masih tinggi. Kasus tertinggi terjadi pada tahun 2017 di mana berdasarkan data mencapai 645 kasus.


Secara rinci berdasarkan data Kementerian kesehatan, jumlah jamaah wafat pada 2012 (428 jamaah), 2013 (262 jamaah), 2014 (296 jamaah), 2015 (630 jamaah), 2016 (342 jamaah), 2017 (645 jamaah), 2018 (386 jamaah), dan 2019 (453 jamaah).


Budi menyebut bahwa tingginya jumlah jamaah wafat pada 2017 dilatarbelakangi oleh cuaca panas yang ekstrem di tanah suci Makkah. Oleh karenanya ia mengingatkan khususnya kepada para petugas untuk memiliki jiwa edukasi kesehatan.


Hal ini penting dilakukan, mengingat pelaksanaan ibadah haji di tahun ini kemungkinan akan dihadapkan pada suhu yang sangat ekstrem di kisaran 42-43 derajat celcius.


“Jangan sampai kejadian di Tahun 2017 terulang, kematian melonjak tajam karena suhu sangat tinggi. Promosi kesehatan menjadi penting dan vital fungsinya. Saya ingin semua petugas PPIH bisa membuktikan diri mampu melakukan edukasi dan promosi kesehatan,” harapnya pada rapat koordinasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan pekan lalu.


Upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem harus dimiliki oleh setiap tim yang bertugas. Tim sanitasi diminta menyiapkan early warning system siaga 1-3 termasuk himbauan yang harus dilakukan oleh semua Tenaga Kesehatan Haji dan jamaah Haji.


Tim Promosi kesehatan diminta terus melakukan edukasi khususnya cara-cara pencegahan penyakit akibat cuaca panas, jangan sampai jemaah tidak menyadari sudah masuk dalam tahapan heat exhausted.


Tim logistik diminta memastikan cairan infus harus tersedia di setiap kloter dan sektor, sehingga tindakan emergency dapat segera dilakukan saat dibutuhkan.


Khusus kepada Emergency Medical Team diminta untuk bisa mengenali tanda awal sengatan panas pada jemaah, agar dapat dilakukan tindakan emergency yang cepat dan tepat.


“Keberangkatan jemaah sudah semakin dekat, untuk itu agar kita (Petugas) mempersiapkan diri dengan baik untuk antisipasi suhu yang tinggi saat ini” pintanya dikutip dari laman Kemkes.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×