Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Mobilitas dan Aktivitas Warga

Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Mobilitas dan Aktivitas Warga
Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Mobilitas Warga. (Foto: Istimewa)
Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Mobilitas Warga. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menginfokan bahwa vaksinasi dosis ketiga atau booster bakal menjadi syarat mobilitas masyarakat. Ketentuan tersebut menyusul kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


"Dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan," kata Menko  Airlangga dalam jumpa pers, Senin (4/7/2022).


Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk pendekatan khusus yang diupayakan pemerintah terkait pencapaian vaksinasi booster.


"Bapak presiden juga sadar bahwa orang Indonesia juga kadang-kadang ada cara-cara khusus supaya bisa terpacu untuk mau booster,” katanya.


Ia mencontohkan pada saat awal-awal vaksinasi menyasar kelompok usia paruh baya lansia. Saat itu, ia menilai kelompok tersebut enggan menerima vaksinasi.


“Sama seperti dulu mau divaksinasi orang tua susah sekali. Tapi begitu masuk mal mesti divaksinasi, orang tua mau semua. Kenapa? Karena ternyata orang tua senang nganter cucunya ke mal," kata Budi.


Pengetatan protokol kesehatan

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan rencana pemerintah menerapkan vaksin dosis penguat dan booster sebagai syarat perjalanan merupakan bentuk pengetatan protokol kesehatan seiring laju peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia.


“Presiden sudah menyatakan itu (booster syarat perjalanan). Kita tidak ingin masuk lagi ke kasus sebelumnya yang menyebabkan lonjakan orang sakit,” ungkap Mohammad, dikutip dari Antara.


Ia menjabarkan data positivity rate Indonesia pada Juni 2022 cukup terkendali yakni di bawah 1,15 persen dengan laju penyebaran sebesar 1,03 per 100 ribu penduduk per pekan.


“Pada 1-4 Juli 2022, angka kasus konfirmasi Covid-19 nasional menurun secara konsisten ke angka 1.434 kasus. Artinya, tidak naik terus kasusnya. Begitupun positivity rate-nya ikut turun,” jabarnya.


Kendati demikian, angka kenaikan kasus yang melebihi 1.000 pasien merupakan alarm bagi masyarakat akan bahaya ancaman kesehatan, apalagi dengan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.


Update Covid-19

Melansir laman resmi Kemenkes, tercatat pada 5 Juli 2022 kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 2.577. Akumulasi kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini menjadi 6.097.928. Selain itu dilaporkan kasus sembuh sebanyak 5.923.808 dan kasus meninggal sebanyak 156.766 orang.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×