IMG-LOGO
Nasional

Kemenag Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Asing Belajar di UIN

Sabtu 8 Desember 2018 10:21 WIB
Bagikan:
Kemenag Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Asing Belajar di UIN
Dirjen Pendis Kamaruddin Amin (Humas Pendis)
Bandung, NU Online
Tahun 2019 mendatang sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN) akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang tertarik belajar studi Islam di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin pada acara The 2nd Islamic Higher Education Professors (IHEP) Summit di Hotel Holiday Inn Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/12) malam.

Dalam skema full coverage, mahasiswa asing yang berminat dan diterima dalam program ini akan ditempatkan di sejumlah perguruan tinggi negeri di lingkup Kementerian Agama. "Ini adalah salah satu upaya kami menyebarkan ilmu keislaman ke seluruh dunia," kata Kamaruddin.

Melalui program ini, mahasiswa berbagai negara bisa belajar di Perguruan Tinggi Islam Negeri yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, salah satunya UIN Jakarta.

Namun Kamaruddin belum memberikan kepastian tentang jumlah mahasiswa asing yang akan diberi kesempatan menerima program ini di tahun 2019. Ia meminta UIN Jakarta menjadi pilot project program ini dan akan diperluas ke UIN-UIN yang lain di seluruh Indonesia.

Kementerian Agama memiliki agenda mengundang 2.000 mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia secara bertahap dalam waktu beberapa tahun berjalan.

Sebenarnya program ini telah mulai diujicoba tahun 2018 ini dalam jumlah yang belum begitu signifikan, namun akan diperluas sebaran serta volumenya di tahun mendatang.

Sebelum program ini digelar, UIN Jakarta telah menjadi tujuan mahasiswa asing menimba ilmu studi Islam, namun masih bersifat swadaya. Di antaranya adalah mahasiswa asal Turki, Filipina, Thailand, dan Jepang.

Kamaruddin Amin menambahkan, penerimaan mahasiswa asing dari berbagai negara memiliki dampak positif secara bagi dunia pendidikan Islam dan kemanusiaan secara umum.

Tahun ini mahasiswa Afghanistan merupakan pengisi terbanyak program ini, sehingga diharapkan akan berdampak positif bagi moderasi Islam di negara yang sering dilanda konflik, seperti Afghanistan.

Datangnya mahasiswa internasional ke Indonesia merupakan kepercayaan sekaligus pengakuan global atas kapasitas akademik yang dimiliki Universitas Islam Negeri di Indonesia. Semua itu harus dibayar dengan metode dan materi pembelajaran yang berkualitas.

Internasionalisasi UIN juga menjadi momentum pendidikan tinggi Islam Indonesia menyebarkan ide dan praktik keislaman yang moderat sebagai aspek penting kehidupan kemanusiaan yang lebih baik.

Hal ini diperlukan dalam menekan potensi konflik bermotif agama di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara berpenduduk Muslim. (Red: Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Sabtu 8 Desember 2018 20:45 WIB
Keren, Jatim Hasilkan Puluhan Teleskop Rakitan untuk Rukyatul Hilal
Keren, Jatim Hasilkan Puluhan Teleskop Rakitan untuk Rukyatul Hilal
Peserta Diklat praktik rukyat hilal dengan teleskop rakitan di Lapan Watukosek Pasuruan.
Pasuruan, NU Online
Pendidikan dan pelatihan (Diklat) merakit teleskop yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Falakiyah NU (LFNU) Jawa Timur berakhir melegakan. 

Dari Diklat tersebut setidaknya ada 44 teleskop handmade atau rakitan karya para peserta siap digunakan untuk mendukung keberhasilan dokumentasi rukyat hilal dan pengembangan ilmu astronomi Islam di Jatim. Bahkan perangkat optik itu bisa langsung digunakan untuk rukyat awal bulan Rabi'ul Akhir 1440 H di Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Watukosek, Pasuruan, Sabtu (8/12) petang.

Demikian dikatakan Ketua PW LFNU Jatim H Shofiyulloh kepada NU Online. "Alhamdulillah antusias para pegiat ilmu falak di Jawa Timur luar biasa,” katanya. 

Jumlah peserta membludak sampai 154 orang putra dan putri. “Hasilnya juga memuaskan karena peserta bisa menghasilkan 44 teleskop handmade hasil karya mereka sendiri. Menurut saya ini sukses besar. Di luar ekspektasi," ujar pria yang akbrab disapa Gus Shofi ini.

Peraih gelar doktor ilmu falak dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang ini menambahkan, selama ini para perukyat hilal NU di Jatim kerap mengalami kendala dalam mendokumentasikan hasil rukyat hilal. Pasalnya tidak semua perukyat memiliki alat yang memadai karena harganya yang cukup mahal. 

"Ini adalah langkah awal. Teropongnya masih manual. Namun kami terus berupaya agar nantinya semua lokasi rukyat di Jatim dilengkapi dengan perangkat hisab rukyat agar pengembangan ilmu falak atau astronomi di lingkungan NU berbasis teknologi," terang Gus Shofi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PW LFNU Jatim mengadakan Diklat atau kaderisasi ulama hisab rukyat angkatan ke-22 pada Jumat hingga Sabtu (7-8/12) di Pondok Pesantren Putri KH A Wahid Hasyim Bangil Pasuruan. 

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim, KH Marzuki Mustamar dan Plt Kepala Kanwil Kementerian Agama Jatim H Haris Hasanuddin. 

Sedangkan jumlah peserta sebanyak 154 orang perwakilan dari LF Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama, pondok pesantren, perguruan tinggi, Kementerian Agama dan para pegiat ilmu falak se-Jatim. 

Diklat rutin dengan materi perakitan teleskop handmade dan aplikasi transformasi koordinat bola dalam hisab taqriby ini kemudian ditutup Sabtu malam oleh Wakil Sekretaris PW LFNU Jatim sekaligus narasumber, Ustadz Samsul Ma'arif. (Ibnu Nawawi)
Sabtu 8 Desember 2018 20:0 WIB
Demo Perda Hiburan, Gus Aunulah: Itu Perwujudan Rasa Cinta
Demo Perda Hiburan, Gus Aunulah: Itu Perwujudan Rasa Cinta
Seminar nasional Ansor Wonosobo
Wonosobo, NU Online
Pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) kembali memberi arahan kepada seluruh kader Ansor Banser di Wonosobo akan pentingnya mengimplementasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.  

Pancasila tak sebatas sebagai asas tunggal bernegara, lebih jauh dari itu Pancasila perlu diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat. 

"Nilai nilai Pancasila ini perlu dijaga, diamalkan, terlebih bagi kader Ansor Banser di kota santri Wonosobo ini," tegas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PP GP Ansor Gus Aunulloh A'la Habib, saat Seminar Nasional bertemakan 'Menjaga NKRI dalam bingkai Pancasila' yang dihelat di Ponpes Al Mubaarok,  Manggisan, Wonosobo, Jawa Tengah Rabu, 5/12.

Sosok yang akrab disapa Gus Aun itu membeber, sebagian masyarakat saat ini mulai terpengaruh dengan provokasi semangat anti Pancasila. Padahal bagi para pendiri bangsa, termasuk sesepuh NU di dalamnya, telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Ia menegaskan, bahwa Indonesia mempunyai bahasa yang berbeda dengan negara lain. Berbeda kultur,  berbeda geografisnya,  beda budayanya.  Oleh sebab itu, katanya, jangan paksa negara tercinta ini untuk meniru cara cara negara lain. 

"Soal Pancasila sebagai dasar negara  juga sudah cukup bukti,  bahwa dengan dasar Negara Pancasila, Indonesia mampu tampil  menjadi negara yang bersatu. Menjadi negara dengan muslim mayoritas namun ramah akan perbedaan. Berbeda dengan negara lain yang setiap harinya dirundung konflik berkepanjangan," kata Gus Aun. 

Kepada NU Online Sabtu (8/12) Gus Aun mengapresiasi langkah PC Ansor Wonosobo yang belakangan ini mengawal Perda Hiburan di Wonosobo.  Menurut Gus Aun, mengawal Perda Hiburan merupakan salah satu wujud konkrit dari pengejawentahan Pancasila dalam perspektif organisasi. 

"Ya (demo soal Perda Hiburan) itu bagian dari rasa cintanya kader Ansor Banser kepada Wonosobo. Kepada Indonesia, kalau cinta harus diupayakan, diusahakan agar Wonosobo ke depan makin baik," pungkasnya. (Nahru/Muiz)
Sabtu 8 Desember 2018 19:45 WIB
Tiga Jalur Mata Rantai Ulama Tafsir Nusantara
Tiga Jalur Mata Rantai Ulama Tafsir Nusantara
Tangerang Selatan, NU Online
Direktur Pusat Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (PUSIAT) El-Hasani Hasani Ahmad Said menjelaskan, ada tiga jalur mata rantai ulama tafsir Nusantara. Pertama, Hijaz atau Arab Saudi. Disebutkan bahwa transmisi Timur Tengah dengan Jawa baik dalam bidang ekonomi, politik, atau pun agama mulai terjalin sejak abad ke-7.  

“Hubungan semakin kuat pada abad ke-16 saat ada kerja sama antara Kesultanan Aceh dengan Usmani,” kata Hasani di Islam Nusantara Center (INC), Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (8/12).

Setelah itu banyak ulama Nusantara yang belajar ke Makkah, bahkan ada yang sampai menetap di sana, seperti Syekh Nawawi al-Bantani, Kiai Kholil Bangkalan, Syekh Arsyad Banjar, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, dan lain sebagainya. Ditambah, kerajaan-kerajaan yang di Nusantara seperti Aceh, Mataram, dan lainnya juga menjalin hubungan dengan Hijaz. 

Kedua, Al-Azhar Kairo Mesir. Sebagaimana diketahui Mesir memiliki universitas tertua dan paling berpengaruh di dunia Islam, yaitu Universitas Al-Azhar. Sejak dulu hingga kini ulama-ulama Al-Azhar memiliki pengaruh yang besar di seluruh dunia Islam, termasuk Indonesia. Pada awal abad ke-20, Mesir memiliki peranan yang besar terhadap corak pemikiran tafsir di Indonesia. Kala itu Grand Syekh Al-Azhar Muhammad Abduh menjadi idola bagi ulama tafsir dunia, termasuk Indonesia. 

“Pemikiran Abduh dalam bidang tafsir di Indonesia disebarkan oleh Hamka, Kiai A Hasan, Prof Hasbi As Shiddiqi, dan lainnya,” terang Dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Jakarta ini. 

Ketiga, India. Dari dulu banyak juga ulama Nusantara yang belajar ke India. Salah satunya adalah Nuruddin Ar Raniri. Ia belajar kepada Abu Hafz Umar bin Abdullah Basyaiban at-Tarimi al-Hadrami. Begitu pun dengan Syekh Yusuf al-Maqassari. Pada abad ke-12 hingga 13, kitab tafsir Al-Zamakhsyari dan Al-Baidlawi menjadi rujukan ulama tafsir India. 

Hasani menambahkan, Kiai Adnan Lubis yang lulusan Universitas Nadwa India juga pernah menerbitkan Tarikh Qur’an pada 1941. Namun kitab tersebut dicetak secara terbatas. 

“Gaya dan tipologi tafsir Nusantara tidak lepas dari transmisi tradisi tafsir Hijaz, Azhari, India, dan bahkan sarjana barat,” paparnya. (Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG