IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Pergunu Jabar: Jangan Berikan Negara pada Orang yang Berpaham Radikal

Rabu 19 Desember 2018 23:15 WIB
Bagikan:
Pergunu Jabar: Jangan Berikan Negara pada Orang yang Berpaham Radikal
Bandung, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) bukan hanya organisasi profesi tetapi sebuah badan otonom NU. Artinya Pergunu bukan hanya meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru-guru NU, baik kompetensi pendagogi, kepribadian, sosial dan profesional; tetapi guru-guru NU juga harus menguasai kompetensi Aswaja Annahdliyah. Sehingga, Aswaja Annahdliyyah bukan hanya menjadi Ideologi pemahaman tetapi harus menjadi sebuah gerakan untuk menjaga keutuhan Kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pergunu Jawa Barat, H Saepuloh pada kegiatan silaturahim kiai muda dan dai kampung se-Wilayah Bogor di Pondok Pesantren Yasina Cigombong, Jl Mayjen HR Edi Sukma Km 22 Pajagan, Selasa(18/12).

Saepuloh menjelaskan bahwa paham intoleran dan radikal sekarang sudah menjalar ke lembaga pendidikan, serta menjalar ke perguruan tinggi, yang anehnya ini juga menjalar kepada pegawai-pegawai negeri, tidak sedikit ASN yang juga berpaham intoleran.

"Saya pernah bercakap dengan salah satu guru ASN yang juga simpatisan salah satu partai Islam, tetapi mengusung khilafah dan benci dengan Pancasila. Bagaimana dengan anak didiknya kalau ada guru yang seperti itu," tutur Saepuloh.

Selanjutnya Saepuloh mengimbau agar guru-guru yang tergabung dalam Pergunu harus dapat membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak dan menghormati ulama serta kepala negara.

"Bagaimana muridnya kalau ada guru yang menyebarkan fitnah-fitnah, caci makian kepada pimpinan negara. Ini adalah PR besar bagi Pergunu. Pergunu harus tampil ke depan meluruskan hal-hal seperti ini," tutur Saepuloh.

Selain itu, Saepuloh berharap agar Pergunu bisa tampil terdepan dalam membangun pendidikan dan menanamkan kecintaan kepada  agama, bangsa dan negara.

"Pergunu harus bisa membangun pendidikan, menjaga kedaulatanan negara kita, dengan menghadirkan dan mewujudkan generasi penerus bangsa yang cinta pada negara dan bangsa. Kalau tidak ada cinta pada negara yang ada malah caci maki kepada pimpinan negara, kalau tidak ada cinta pada bangsa yang terjadi negara kita akan pecah belah," tutur Saepuloh.

Indonesia ini, kata Saepuloh, milik anak cucu kita, jangan dirusak dengan paham-paham radikal. "Jangan dirusak dengan paham-paham intoleran karena ini adalah perjuangan para kiai kita, yang rela mengorbankan harta, darah demi bangsa ini. Lalu bagaimana kita harus bersyukur? Yaitu dengan menjaga kedaulatan negara kita," tegasnya.

Acara yang dimulai dengan Dzikir Hizbun Nasr langsung dipimpin oleh Ketum PP Pergunu, KH Asep Saefuddin Chalim. Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Bogor memimpin doa istighosah. (Awis Saepuloh/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 19 Desember 2018 21:0 WIB
Ansor dan Fatayat Pamekasan Komitmen Sinergikan Program
Ansor dan Fatayat Pamekasan Komitmen Sinergikan Program
PAC Ansor dan Fatayat Kadur gelar rapat bersama
amekasan, NU Online
Guna menggerakkan roda organisasi di Badan Otonom NU, Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan bertekad untuk menyamakan program kerja. Para pengurusnya membangun konsolidasi di sekretariat Ancab Fatayat NU Kadur, Rabu (19/12).

Selain dihadiri para ketua dan sekretaris, pengurus harian kedua organisasi tersebut turut hadir. Mereka berkomitmen untuk mensnergikan program organisasi.

"Ini sejarah baru, selama ini kita jalan masing-masing. Lewat pertemuan ini sepakat untuk mensinergikan program kerja, Insyaallah GP Ansor dan Fatayat NU di Kadur akan lebih hidup," tegas Sekretaris Fatayat NU Kadur Kinnatur Rahmah.

Wakil Ketua GP Ansor Kadur Rey Akmal Fauzi turut mengapresiasi semangat pengurus Fatayat NU. Menurutnya, ke depan GP Ansor dan Fatayat bisa lebih fokus dan maksimal dalam menjalankan program kerja. 

Dalam kesempatan itu, kedua organisasi tersebut sepakat untuk memulai kerja sama dengan membentuk kepanitiaan. Yakni, panitia dialog kebangsaan guna menggali karakter kebangsaan Gus Dur. Kegiatan tersebut dicanangkan berlangsung pada 13 Januari 2019 mendatang. 

Kepala Satkoryon Banser Ansor Kadur, Moh Aminullah, dipercaya sebagai ketua panitia dan Kinnatur Rahmah sebagai sekretarisnya. (Hairul Anam/Muiz)

Rabu 19 Desember 2018 20:30 WIB
Jamaah Mimika Kenalkan Ulama Nusantara Lewat Kalender
Jamaah Mimika Kenalkan Ulama Nusantara Lewat Kalender
Mimika, NU Online
Saat ini sangat memungkinkan akses informasi terbuka untuk siapa saja, termasuk untuk warga Nahdlatul Ulama atau nahdliyin. Persoalan pokoknya adalah bagaimana warga mengakses isi informasi yang benar terkait Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) sehingga tidak salah paham. Salah satu yang juga penting adalah pengenalan ulama Aswaja sebagai rujukan dan sanad keilmuan NU.

“Karenanya, jamaah Istighatsah An-Nahdliyyah Mimika mengenalkan ulama Aswaja melalui penerbitan kalender 2019,” kata H Sugiarso, Rabu (19/12).

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mimika, Papua ini mengemukakan pada enam lembar kalender diisi tersebut berisi 60 ulama baik kiai, syaikh, dan habaib sejak awal Islam di Nusantara. “Tokoh tokoh Wali Songo tidak ditampilkan karena dinilai sudah sangat dikenal masyarakat,” ungkapnya.

Secara lebih rinci, H Sugiarso menjelaskan bahwa pada lembar pertama kalender diisi ulama awal di Nusantara. “Seperti Syaikh Nuruddin ar-Raniry, Syaikh Abdur Rauf as-Singkili, Syaikh Yusuf al-Makassari, Syaikh Khatib Minangkabawi, Syaikh Mahfudz At-Tarmasi, Syaikh Arsyad Al-Banjari, Syaikh Abdurrahman Al Batasi dan lainnya,” jelasnya. 

Pada lembar kedua ditampilkan guru dan muassis atau pendiri NU seperti KH Sholeh Darat, Syaikh Nawawi al-Bantani, KH Kholil Bangkalan, KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ridwan Abdullah, KH Asnawi, KH As'ad Syamsul Arifin dan ulama lain.

“Untuk lembar ketiga diisi para rais aam dan tokoh lain,” katanya. Ada KH Ahmad Shiddiq, KH Ali Maksum, KH Ilyas Ruhiyat, KH Sahal Mahfudz. 

Mursyid thariqah dan pendiri pesantren NU, seperti KH Mahrus Ali, KH Ihsan Jampes, KH Abdul Hadi Zahid, KH Arwani, KH Muslih Mranggen, KH Ramly Tamim, KH Abuya Dimyati, KH Usman Al Ishaqi ada di lembar keempat.

“Sedangkan lembar kelima diisi para habaib yang aktif di NU dan guru NU,” ungkapnya. Nama dan gambar yang dimunculkan antara lain Habib Ahmad Abdullah Assegaf, Habib Husain bin Muhammad Al Haddad, habib Abu Bakar bin Husein Assegaf, Habib Abu Bakar Gresik, Habib Ali Kwitang, Sayyid Alwi Bin Abbas Al Maliki, serta Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki, lanjutnya.

Dan di lembar terakhir ditampilkan ulama masa kini yang masih hidup sebagai guru dan rujukan NU. “Dari mulai Mbah Mun, Gus Mus, Habib Luthfi, Habib Umar bin Hafidz, Habib Umar Muthohar, Habib Syech, Habib Jindan, Prof Quraisy Shihab, TGB Badruddin, Syaikh al-Azhar Ahmad Thayib,” urainya.

Tentu tujuan penerbitan kalender yang diisi foto ulama Nusantara ini menambah wawasan dan penguatan manhaj Aswaja an-Nahdliyah bagi nahdliyin, khususnya kepada anak cucu. “Warga NU tahu ke mana harus bertanya dan merujuk dalam beragama agar menjadi umat wasathan dan rahmah bagi semua alam,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)

Rabu 19 Desember 2018 17:0 WIB
Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan, Kemenag Pringsewu Gelar Pemetaan Masalah Haji
Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan, Kemenag Pringsewu Gelar Pemetaan Masalah Haji
Dialog dalam Rangka Penjaringan, Identifikasi, Edukasi dan Pemetaan Masalah Haji
Pringsewu, NU Online
Saat hadir di Kabupaten Pringsewu, Kasubdit Advokasi Haji Direktorat Bina Haji Kemenag RI , Abdul Razak menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dan pelayanan kepada jamaah haji di setiap tahunnya. Sehingga diperlukan masukan serta menggali permasalahan dan kebutuhan dari setiap daerah di Indonesia.

Hal ini diungkapkannya saat kegiatan Dialog dalam Rangka Penjaringan, Identifikasi, Edukasi dan Pemetaan Masalah Haji yang dilaksanakan di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Rabu (19/12).

Dalam kesempatan tersebut pihaknya menggali masukan dan permasalahan yang dihadapi terkait haji di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis dari segenap stakeholders (pemangku kebijakan) terkait. Hadir di antaranya dari pemerintah daerah, kasi haji kemenag, seluruh kepala KUA kecamatan, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), ormas keagamaan dan tokoh masyarakat di Pringsewu.

Beberapa permasalahan haji yang dibahas di antaranya terkait kualifikasi dari para pembimbing haji yang belum seluruhnya mendapat sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Pusat bersama para rektor UIN di Indonesia.

"Jika para pembimbing sudah memiliki sertifikat maka kepadanya diberikan hak untuk membuat semacam bimbingan belajar bagi para jamaah yang mau berangkat maupun dalam daftar tunggu," jelasnya.

Para pembimbing bersertifikasi juga berkesempatan berangkat haji mendampingi para jamaah setiap tahunnya tanpa terkendala dengan kuota haji. Oleh karenanya ia mengajak kepada KBIH untuk melakukan sertifikasi kepada para pembimbing haji masing-masing.

Keterbatasan peralatan untuk latihan manasik berupa miniatur Ka'bah dan beberapa miniatur spot haji juga menjadi kendala. Namun Abdul Razaq memberikan informasi bahwa Kementerian Agama melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menganggarkan bantuan untuk hal tersebut bagi daerah.

"Silahkan ajukan proposal untuk pengadaan miniatur Ka'bah untuk bimbingan manasik untuk meningkatkan kualitas manasik," anjurnya.

Selain bantuan bimbingan manasik, Kementerian Agama juga berupaya untuk memberikan fasilitas terbaik bagi jamaah haji di tanah suci melalui fasilitas akomodasi yang terbaik pula.

"Nantinya jamaah haji Indonesia akan kumpul di kota Madinah semua, tidak bercampur dengan jamaah dari negara lain. Pada tahun ini masalah makan juga ditambah menjadi 50 kali selama pelaksanaan haji," ungkapnya.

Sementara itu Kasubag TU Kementerian Agama Pringsewu H Junaidi Siradj mengatakan bahwa minat masyarakat untuk melakukan ibadah di Pringsewu sangat tinggi. Saat ini jumlah jamaah yang sudah mendaftar dan masuk waiting list (daftar tunggu) mencapai 6000 orang.

"Kuota Pringsewu setiap tahunnya lebih kurang 450 orang. Ada lima KBIH yang membantu pelaksanaannya," ujarnya. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG